Mitsubishi Fuso masih fokus menjual unit di marketplace, komponen menyusul. Dok Medcom.id
Mitsubishi Fuso masih fokus menjual unit di marketplace, komponen menyusul. Dok Medcom.id

Penjualan Truk Nasional

Fuso Belum Mau Jual Komponen via Marketplace

Otomotif mitsubishi penjualan mobil
Ahmad Garuda • 02 September 2020 14:13
Jakarta: Tren penjualan online meningkat dari waktu ke waktu, bahkan untuk produk-produk otomotif. Terbaru adalah tren mobil-mobil berdimensi besar seperti truk pun sudah mulai diniagakan melalui marketplace. Jika sebelumnya masih sebatas marketplace otomotif, kini sudah merambah ke marketplace umum.
 
Brand yang baru-baru ini menyatakan komitmen mereka untuk memasarkan produknya melalui marketplace ini adalah Mitsubishi Fuso. Namun mereka masih fokus untuk penjualan unit. Mengingat ini adalah hal yang benar-benar baru buat mereka.
 
"Kami rasa, fokus untuk penjualan unit itu masih jadi tugas besar kami, terutama di masa pandemi seperti ini. Ya kami tetap optimis melalui perilaku baru dalam membeli unit kendaraan saat ini, tapi untuk melakukan penjualan komponen belum kami lakukan," ujar Head of Promotion Department PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Sudaryanto, di momen webinar pada Selasa (1/9/2020).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menegaskan bahwa untuk penjualan komponen ke depannya sudah masuk dalam target mereka, namun saat ini masih akan fokus ke penjualan unit produk.
 
"Kami sadar bahwa spare part atau suku cadang itu adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dari unit penjualan produk itu sendiri. Tapi sekarang kami masih fokus untuk penjualan unit dulu. Namun jelas tak menutup kemungkinan dalam waktu dekat juga kami merambah ke penjualan komponen di marketplace."

Penurunan Penjualan 45 Persen

Hantaman pandemi global memang bukan hal yang mudah bagi semua pabrikan kendaraan, dalam hal ini Duljatmono juga mengakui adanya penurunan yang cukup signifikan dalam penjualan mereka. Pria ramah tersebut menyatakan bahwa penurunan yang ada saat ini mencapai 45 persen.
 
"Kami memang tidak bisa berbuat banyak karena banyak batasan-batasan untuk melakukan aktifitas offline. Penurunan penjualan cukup signifikan yang biasanya bisa menjual 7,200 per bulan sekarang hanya sekitar 4,000 unit saja. Namun kami sangat optimis dengan cara baru aktifitas online seperti ini. Memang tidak sama, tapi treatment yang baru ini kami rasa tidak membuat kami terlalu khawatir. Selama konsultasi dan informasi ke konsumen terbuka," imbuh Direktur Sales & Marketing PT KTB, Duljatmono di momentum yang sama.
 
Kondisi ini dialami hampir semua brand otomotif nasional, terutama brand otomotif komersial. Beradaptasi dengan kondisi yang ada, pun jadi solusi terbaik. Ya salah satunya memanfaatkan lini penjualan secara digital.
 
(UDA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif