Di masa depan, ketergantungan minyak yang berasa dari fosil harus dikurangi. Shell
Di masa depan, ketergantungan minyak yang berasa dari fosil harus dikurangi. Shell

Senjakala Bahan Bakar Fosil

Otomotif industri otomotif mobil listrik
Ekawan Raharja • 30 Juni 2019 10:11
Jakarta: Bahan bakar minyak yang dihasilkan oleh fosil termasuk ke dalam bahan bakar yang tidak bisa diperbaharui. Dari waktu ke waktu, bahan bakar jenis ini akan habis, dan manusia harus segera mencari alternatif sumber tenaga lainnya.
 
Sekretaris Umum Gabungan Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, menjelaskan sekarang ini industri otomotif sedang banyak melakukan inovasi untuk sumber tenaga alternatif, salah satunya tenaga listrik. Dia menjelaskan untuk beberapa negara sekarang ini sudah menerapkan kendaraan listrik untuk digunakan sehari-hari.
 
"Dalam setahun ada 90 juta unit mobil yang diproduksi dan dijual, sedangkan mobil listrik penjualannya masih di bawah satu juta unit per tahun dengan mayoritas penjualan terjadi di Tiongkok. Di luar negeri juga ada beberapa negara yang sudah mulai menerapkan kendaraan listrik, khususnya di negara dengan penduduk yang sedikit dan ukurannya kecil," Kukuh Kumara di acara GIIAS Talk x Blibli.com Sabtu (29/6/2019) di Dhonika Eatery Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya di masa depan, ketergantungan minyak yang berasa dari fosil harus dikurangi. Selain itu mengurangi emisi gas buang, sekaligus mengantisipasi minyak bumi yang mulai habis beralih kepada energi yang bisa diadur ulang.
 
Senjakala Bahan Bakar Fosil
 
Fuel Marketing Manager Shell Indonesia, Ratna Anggraini, juga menjelaskan sekarang ini era kendaraan listrik sudah tidak terbantahkan. Bahkan Shell mengakui sudah mempersiapkan menyambut era kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
 
"Perkembangan ke depan memang terletak pada cara, bagaimana kita mengurangi bahan bakar fosil secara bertahap," ujar Ratna Anggraini di SATOO Restaurant, Shangri-La Hotel Jakarta.
 
Ratna Anggraini menjelaskan antisipasi sudah dilakukan dengan mulai terlihat hadirnya bahan bakar minyak yang mulai dicampur dengan minyak nabati (hasil dari ekstrak tumbuhan). Teknologi mesin sekarang ini juga mulai menuju era kendaraan bertenaga listrik.
 
"Perlahan namun pasti nantinya kita benar-benar tidak akan menggunakan bahan bakar fosil lagi dan akan fokus mengembangkan teknologi untuk sumber tenaga listrik," ujar Ratna Anggraini.
 
Senjakala Bahan Bakar Fosil
 
Shell melihat ke depan soal perkembangan di luar bahan bakar fosil yang akan terjadi sangat pesat. Tidak hanya itu, produsen minyak ini juga sudah menyiapkan rencana untuk membuat stasiun pengisian daya mobil listrik.
 
Hal ini berkaca dengan kondisi stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Shell di luar negeri yang sudah dilengkapi dengan pengecasan mobil listrik. Skema ini bisa diterapkan juga di Indonesia karena teknologinya sudah ada di luar negeri.
 
"Karena teknologi itu sudah diterapkan di Eropa, jadi kami sudah bisa langsung disiapkan di Indonesia. Itu juga kalau, industri (mobil listrik) sudah ready," sambung Ratna Anggraini.
 
Sekarang ini beberapa tempat umum sudah menyediakan stasiun pengisian listrik kendaraan, meskipun masih sangat terbatas lokasinya di Indonesia. Bahkan Pertamina sudah bekerja sama dengan BMW menyediakan pengecasan listrik mobil di SPBU Kuningan Jakarta. Jadi bisa jadi kini adalah masa-masa senjakala bahan bakar fosil untuk menuju yang lebih baik.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif