Kesadaran berasuransi konsumen otomotif di Indonesia masih belum kecil. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Kesadaran berasuransi konsumen otomotif di Indonesia masih belum kecil. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Kesadaran Berasuransi Otomotif, Masih Kecil

Otomotif asuransi mobil baru
Ahmad Garuda • 25 Juni 2019 13:07
Jakarta: Asuransi otomotif nasional, memang tidak bisa terlalu banyak memainkan soal premi dan hal yang berkaitan dengan itu. Mengingat soal besaran premi serta plafon soal pembayaran, sudah diatur sepenuhnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Lalu bagaimana perusahaan asuransi otomotif bisa bertahan dengan kondisi yang ada di Indonesia? Menurut CEO Asuransi Astra, Rudy Tjen kepada Medcom.id, bahwa mereka bertahan dari dominasi pembelian kendaraan secara kredit atau dicicil.
 
"Kesulitan yang melanda pasar otomotif nasional, terutama untuk penggunaan asuransi kendaraan, hampir sama dialami semua perusahaan asuransi di Indonesia. Yaitu kesadaran berasuransi yang masih sangat rendah. Rata-rata permintaan asuransi masih dari kerjasama pembiayaan dengan jasa asuransi kendaraan," ujar Rudy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia melanjutkan bahwa angkanya masih sekitar 70 persen dari total penjualan mobil secara nasional pada 2018. Itu pun angka yang merupakan pembelian secara kredit. Kalau pembelian kendaraan secara tunai, biasanya tidak disertai dengan pembelian produk asuransi secara sadar. Padahal ini adalah hal yang sangat penting.
 
"Apalagi kalau sudah berbicara soal perluasan jaminan, tentu bukan hal yang gampang. Tapi untuk memberikan kemudahan dalam hal berasuransi, tentu banyak cara yang bisa kita tempuh. Beberapa di antaranya sudah kami lakukan dengan pengembangan sistem digital untuk membuat cara berasuransi ini bisa diakses dengan sangat mudah."
 
Jika diperhatikan lebih jauh, kesadaran untuk berasuransi dalam industri otomotif nasional menjadi tantangan besar. Mengingat masih banyak perilaku dalam berlalu lintas atau berkendaraan yang di luar dari aturan atau menyalahi aturan. Harusnya ini sudah cukup menjadi acuan agar banyak orang yang sadar tentang pentingnya asuransi.
 
Rudy menegaskan bahwa untuk pasar Indonesia sangat unik, tidak bisa disamakan dengan pasar luar negeri yang kesadaran berasuransi-nya sudah sangat besar. Paling tidak dengan sistem digitalisasi yang mulai dilakukan beberapa perusahaan asuransi membuat kesadaran ini terus tumbuh.
 
Apalagi jika dibandingkan dengan jumlah mobil baru yang beredar di jalan raya, tentu cukup miris melihat jumlah mobil yang dibeli secara tunai tapi tidak diasuransikan. Beruntung, pasar asuransi ini terus mengalami perkembangan. Sehingga banyak perusahaan asuransi yang tetap berharap naiknya permintaan produk asuransi mereka setiap tahunnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif