Keramaian di IIMS 2018.  AFP/Bay Ismoyo
Keramaian di IIMS 2018. AFP/Bay Ismoyo

Industri Otomotif

Kalau Mobil Baru Kena pajak 0%, Harganya Turun Berapa Persen?

Otomotif industri otomotif
Ekawan Raharja • 23 September 2020 00:00
Jakarta: Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian, sedang mengajikan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). Kebijakan ini nyatanya sangat dinantikan oleh para produsen mobil di Indonesia, termasuk Honda dan Suzuki.
 
Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, menyatakan mereka menyambut baik dengan rencana yang sedang dikaji ini. Menurutnya kebijakan ini bisa memberikan angin segar bagi pasar otomotif, dan mempermudah konsumen dalam melakukan pembelian kendaraan.
 
"Tentunya rencana ini dapat menjadi Stimulasi positif bagi pasar otomotif. Tentunya kami perlu mempelajari lebih jauh untuk dapat melihat seberapa besar dampaknya bagi industri," ungkap Yusak Billy kepada Medcom.id melalui pesan singkatnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi tren pasar otomotif sekarang ini sedang meningkat dan mulai melakukan pemulihan pasca dihantam badai Covid-19. Terlebih sejumlah pihak pendukung industri otomotif sudah memberikan sejumlah kelonggaran kepada konsumen yang ingin membeli mobil baru.
 
"Dalam beberapa bulan terakhir pasar otomotif masih menunjukkan tren yang meningkat karena didukung oleh roda ekonomi yang mulai bergerak, kelonggaran yang diberikan Lembaga pembiayaan, dan berbagai program penjualan yang memudahkan pembelian."
 
Sayangnya mereka belum bisa memberikan informasi seberapa besar penurunan harga apabila wacana relaksasi pajak ini diberikan. "Saat ini kami lebih fokus untuk tetap menyediakan program-program penjualan yang tetap memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian mobil."

Suzuki Yakini Pajak 0 Persen Dongkrak Penjualan Mobil

Reaksi positif atas relaksasi yang sedang digodok oleh pemerintah ini juga disampaikan oleh Suzuki. Bahkan mereka yakin relaksasi pajak 0 persen ini secara positif mendongkrak penjualan volume penjualan.
 
"Di tengah pandemi seperti ini, memang daya beli cenderung menurun dikarenakan masyarakat menjaga kestabilan ekonominya masing masing sehingga kemampuan masyarakat mulai bergeser. Untuk menstimulasi daya beli tersebut, dari sisi kami yaitu melakukan strategi salah satunya dengan memberikan beragam promo atau DP dan cicilan ringan,” ucap Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, kepada Medcom.id melalui pesan singkatnya.
 
Selain itu, dia juga menyarankan wacana tersebut juga diikuti oleh sejumlah stimulus lainnya. Dia menyebutkan pengurangan elemen Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang tentunya semakin memberikan harapan pasar akan berkontraksi positif.
 
Lantas seberapa besar turunnya harga mobil kalau relaksasi pajak disetujui? "Saat ini belum bisa kami pastikan karena ada beberapa variabel yang menentukan harga mobil," jawab Donny.
 
(ERA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif