Ilustrasi ekspor mobil. Suzuki
Ilustrasi ekspor mobil. Suzuki

Industri Otomotif

Filipina Terapkan Safeguard Impor Kendaraan Indonesia, Ini Tanggapan Menperin

Otomotif industri otomotif
Ekawan Raharja • 13 Januari 2021 14:00

Jakarta: Pemerintah Filipina memberlakukan tindakan pengamanan (safeguard) terhadap kendaraan impor kendaraan penumpang dan niaga ringan. Secara tidak langsung, kebijakan tersebut berpengaruh terhadap ekspor kendaraan bermotor Indonesia yang menjadikan Filipina sebagai salah satu tujuan pengiriman.
 
Penerapan safeguard ini akhirnya memancing tanggapan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dia menilai seharusnya Filipina membuktikan memang terjadi tekanan terhadap industri otomotif di Filipina akibat impor produk sejenis dari Indonesia.
 
“Ini disebabkan karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di WTO,” jelas Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan resminya.
 
Safeguard yang dilakukan oleh Pemerintah Filipina berupa pengenaan jaminan tunai, sebesar PHP (Peso) 70 ribu atau setara Rp20,2 juta per mobil penumpang dan PHP110 ribu atau sekitar Rp31,8 juta per mobil niaga ringan.
 
"Penerapan safeguard tersebut menunjukkan bahwa Industri otomotif Indonesia di atas Filipina,” lanjutnya.
 
Produksi kendaraan roda empat Indonesia pada tahun 2019 mencapai 1,286,848 unit kendaraan. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan dengan produksi Filipina yang hanya mencapai 95,094 unit kendaraan.
 
Lebih lanjut, Menteri Perindustrian mengatakan, perkembangan otomotif Indonesia menunjukkan tren yang menggembirakan. “Dalam catatan saya, setidaknya akan masuk investasi senilai lebih dari Rp30 Triliun ke Indonesia untuk sektor otomotif,” kata Menperin.
 
Selain itu, industri otomotif global memiliki Global Value Chain yang tinggi, sehingga perbedaan harga antarnegara relatif rendah. Dalam hal ini, Indonesia diuntungkan karena saat ini telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200.000 unit per tahun. “Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia,” imbuhnya.
 
Pada Januari hingga November 2020, Indonesia telah mengapalkan sebanyak 206.685 unit kendaraan Completely Build Up (CBU), 46.446 unit Completely Knock Down (CKD), serta 53,6 juta buah komponen kendaraan.


 
(ERA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif