Prospek industro otomotif di Indonesia tetap cerah meski ada badai Pandemik Covid-19. Medcom.id/Ahmad Garuda
Prospek industro otomotif di Indonesia tetap cerah meski ada badai Pandemik Covid-19. Medcom.id/Ahmad Garuda

Industri Otomotif

Prospek Industri Otomotif Masih Menjanjikan di Masa Pandemik

Otomotif industri otomotif
Ekawan Raharja • 21 Juli 2020 09:39
Jakarta: Industri otomotif di masa pandemik Covid-19 memang sedang lesu akibat penurunan penjualan yang cukup signifikan. Tetapi Kementerian Perindustrian menilai industri otomotif tetap prospektif di tengah pandemik virus korona.
 
Hal ini tercermin dari menggeliatnya kembali volume penjualan, pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan, dan masih tingginya kapasitas produksi dengan didukung populasi kelas menengah. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika, juga menyoroti mengenai kedalaman industri otomotif nasional, khususnya struktur perakitan industri yang menyerap banyak tenaga kerja.
 
"Saat ini Indonesia memiliki 22 perusahaan industri KBM (penjualan kendaraan bermotor) roda 4 atau lebih yang memiliki fasilitas perakitan dan atau manufaktur di dalam negeri dengan kapasitas produksi sekitar 2,2 juta unit per tahun, menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 75 ribu orang, serta tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,5 juta orang," ungkap Putu Juli Ardika melalui keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di samping itu, saat ini ada sekitar 1.550 perusahaan industri bahan baku dan komponen otomotif dalam negeri, yang terdiri atas 550 perusahaan industri tier 1, dan 1.000 perusahaan industri merupakan tier 2 dan 3. Dari jumlah tersebut, 237 perusahaan industri tergabung dalam GIAMM (Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor) dan 128 perusahaan industri tergabung dalam PIKKO (Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif).

Performa Industri Otomotif di 2019

Prospek industri otomotif, khususnya sebelum pandemik virus korona merebak, memang cukup menjanjikan. Putu membeberkan sejumlah pencapaian yang cukup membanggakan serta sangat membantu perekonomian negara.
 
Menurut data yang dipaparkannya, Pada 2019 produksi kendaraan roda empat mencapai 1,28 juta unit kendaraan (setara USD 13,17 miliar) atau turun 4,2 persen dari tahun sebelumnya. Penjualan kendaraan bermotor (KBM) roda empat atau lebih masih didominasi jenis kendaraan multifungsi (MPV) di bawah 1.500 cc sebanyak 442 ribu unit atau menyumbang sekitar 43 persen dari total penjualan nasional, dan jenis kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) di bawah 1.200 cc sebanyak 217 ribu unit atau menyumbang sekitar 21 persen dari total penjualan nasional.
 
Namun demikian, kinerja ekspor kendaraan bermotor tahun 2019 baik dalam bentuk CBU (mobil dalam keadaan utuh) maupun CKD (mobil dirakit di dalam negeri) mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun sebelumnya yaitu untuk ekspor CBU sebanyak 332 ribu unit meningkat 25,7 persen dari tahun sebelumnya dan ekspor CKD sebanyak 511 ribu set atau meningkat 523 persen dari tahun sebelumnya.
 

(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif