Universal Robots (UR) yang menawarkan collaborative robot (Cobot). Forwot
Universal Robots (UR) yang menawarkan collaborative robot (Cobot). Forwot

Teknologi Robotik Tingkatkan Efisiensi Industri Otomotif

Otomotif industri otomotif
Ekawan Raharja • 16 Agustus 2019 10:20
Jakarta: Besarnya potensi industri otomotif Indonesia menjadi daya tarik bagi industri robot atau otomasi global. Implementasi industri 4.0, industri otomotif membutuhkan proses produksi yang lebih efektif dan efisien supaya bisa memasarkan produk lebih cepat ke pasar.
 
Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, mengakui pabrikan otomotif di Indonesia sudah mengadopsi teknologi robot atau otomasi. Beberapa bagian pekerjaan yang sudah menggunakan robot seperti pengelasan (welding), painting, body, dan sebagainya.
 
“Industri otomotif Indonesia makin kompetitif daya saingnya, karena sudah banyak menggunakan teknologi robot. Namun, memang proses adopsinya dilakukan secara bertahap. Karena tetap juga dihitung nilai keekonomiannya saat digunakan dalam satu tahapan produksi kendaraan,” ujar Kukuh bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Kukuh, industri otomotif Indonesia merupakan salah satu industri strategis di Indonesia. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia 2018 mencapai 1,76 persen atau setara Rp 260,9 triliun.
 
Teknologi Robotik Tingkatkan Efisiensi Industri Otomotif
 
Dari sisi penjualan, sejak 2012 hingga 2018, penjualan mobil di Indonesia berada di level satu jutaan unit. Pada tahun ini, Gaikindo memprediksi penjualannya mencapai 1,1 juta unit.
 
"Industri otomotif juga masuk kelompok 10 besar investasi asing langsung di Indonesia pada 2018 senilai US$ 1 miliar," ujarnya.
 
Pengamat otomotif, Agus Thajajana, memaparkan beberapa pabrikan otomotif Indonesia memang sudah memanfaatkan teknologi robot, seperti Daihatsu, Toyota, dan Honda (mobil). Beberapa bagian yang sudah dikerjakan robot, antar lain pengecatan bodi mobil, pemasangan sealer kaca, pengelasan komponen bodi, pemasangan bagian mesin, dan sebagainya.
 
"Bila harus diproduksi lebih dari 500 unit mobil per hari, untuk menjamin kualitas pekerjaan yang sama, hanya bisa dikerjakan oleh robot," ujar Agus Thajajana yang juga menjadi komisaris di PT Inalum (Persero).
 
Teknologi Robotik Tingkatkan Efisiensi Industri Otomotif
 
Di dunia sudah banyak pemain indsustri robotik dunia seperti Mitsubishi Heavy Industries, Kawasaki Heavy Industries, hingga Universal Robots (UR) yang menawarkan collaborative robot (Cobot). Perusahaan teknologi robot asal Denmark, UR, ini mulai menyasar pabrikan kendaraan bermotor roda empat di Indonesia yang terus berevolusi dalam proses produksinya dengan memanfaatkan teknologi.
 
General Manager Universal Robots, Sakari Kuikka, mengatakan potensi pasar Indonesia menjanjikan karena rasio penggunaan robot di industri manufaktur Indonesia secara keseluruhan masih rendah. Rasionya, 5 robot per 10 ribu karyawan. Artinya 5 robot dioperasikan oleh 10 ribu karyawan. Sedangkan negara lain rasionya lebih tinggi, seperti Singapura yang memiliki rasio 658 robot per 10 ribu karyawan. Bahkan rata-rata dunia rasio penggunaan robotnya 85 per 10 ribu karyawan.
 
"Rasio penggunaan robot Malaysia dan Thailand lebih tinggi dibandingkan Indonesia, yakni 40-50 robot per 10 ribu karyawan. Negara lain, seperti Filipina dan India, berada satu level dengan Indonesia dengan rasio 3-4 robot per 10 ribu karyawan," ujarnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif