NEWSTICKER
Pabrik Toyota di Indonesia memproduksi kendaraan bermotor utuh dan sejumlah komponen utama seperti mesin. ANTARAFOTO/Wahyu Putro A
Pabrik Toyota di Indonesia memproduksi kendaraan bermotor utuh dan sejumlah komponen utama seperti mesin. ANTARAFOTO/Wahyu Putro A

Industri Otomotif

Toyota Indonesia Khawatir Dampak Virus Korona

Otomotif toyota industri otomotif Virus Korona
Ekawan Raharja • 20 Februari 2020 07:49
BSD City: Serangan Virus Korona di Tiongkok memiliki efek yang sangat luas, hingga ke industri otomotif global. Toyota Indonesia kini bahkan sedang harap-harap cemas menanti kondisi perkembangan Virus Korona di Tiongkok karena diakui bisa mengganggu produksi mobil di Tanah Air.
 
Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandi, menjelaskan gangguan produksi mobil di Indonesia karena adanya masalah pasokan komponen dari Tiongkok. Mengingat kemarin Toyota dan perusahaan komponen di Tiongkok sempat berhenti produksi, dan ini bisa berpengaruh terhadap proses produksi di Tanah Air.
 
"Produksi pabrik Toyota di Tiongkok tanggal 17 Februari kemarin sudah mulai. Rata-rata masih satu shift, jadi belum penuh. Jadi kita masih koordinasi dengan prinsipal soal ketersediaan komponen untuk produksi maupun ketersediaan suku cadang," ungkap Anton Jimmy Suwandi di sela-sela Astra Auto Fest 2020 di BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (19/2/2020).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diaku memang ada beberapa komponen yang didatangkan dari Tiongkok untuk tier 1, tier 2, dan tier 3, meski pemasok ini tidak dari Kota Wuhan yang menjadi pusat penyebaran Virus Korona. Selain itu, salah satu kunci Toyota Indonesia bisa bertahan produksi sekarang ini karena diklaim kandungan komponen lokal di mobil-mobil produksi Toyota Indonesia sudah cukup tinggi.
 
Toyota, termasuk pemasok komponen suku cadang, di Tiongkok saat ini sedang berusaha untuk memenuhi ketertinggalan produksinya mengingat sempat berhenti produksi selama dua bulan. Mereka menjanjikan bahwa segala kebutuhannya ini bisa diselesaikan pada akhir Maret 2020.
 
"Harapan kita produksi di Tiongkok bisa segera normal dan ketersediaan komponen untuk produksi serta suku cadang tidak terganggu. Kalau mereka bisa kejar produksi untuk komponen itu, mudah-mudahan tidak ada masalah. Kuncinya kita lihat di Maret," sambung Anton Jimmy Suwandi.
 
"Kalau virusnya stabil atau membaik, walaupun ada masalah tidak terlalu besar. Jika masalahnya (virus) malah semakin besar, saya rasa akan ada masalah di suplai," tegasnya.
 
Serangan Virus Korona pada dari Awal tahun 2020 hingga sekarang cukup memprihatinkan karena sudah menyebabkan korban jiwa. Hasilnya, pemerintah mengambil sikap untuk membatasi kegiatan masyarakat untuk beraktivitas, termasuk berhentinya produksi industri otomotif di Negeri Tirai Bambu tersebut.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif