Mobil melintas di jalan tol Jombang-Mojokerto. Antara/Syaiful Arif.
Mobil melintas di jalan tol Jombang-Mojokerto. Antara/Syaiful Arif.

Lalu Lintas

Pemerintah Bakal Tutup Akses Tol Luar Kota?

Otomotif lalu lintas Coronavirus
M. Bagus Rachmanto • 29 Maret 2020 19:36
Jakarta: Pemerintah diminta menutup akses dari Jakarta dan menuju daerah. Sebab, imbauan agar tidak pulang ke kampung halaman di tengah wabah tak digubris masyarakat.
 
"Saya minta jalur transportasi ke berbagai daerah segera ditutup. Sebab, imbauan itu tidak cukup melarang orang mudik, harus ada tindakan," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi kepada Medcom.id, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Kebijakan menutup akses dari dari daerah paling parah terdampak ini penting demi menyelamatkan daerah, khususnya desa-desa yang belum terpapar virus korona. Desa merupakan wilayah yang menjadi sumber produksi pangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Desa harus diselamatkan dari wabah penyakit sebelum berkembang karena merupakan sumber logistik," kata dia.
 
Dia menyebut semakin banyak orang dari Jakarta dan sekitarnya mudik ke kampung halaman jelang Ramadan yang segera datang. Potensi penularan virus dikhawatirkan semakin besar dan orang dalam pemantauan (ODP) kian meningkat.
 
Dedi khawatir jika jalur transportasi tidak segera ditutup, pemerintah tidak bisa lagi menahan masyarakat yang hendak pulang. Sehingga, kata dia, pencegahan virus yang pertama kali menjangkit Wuhan, Tiongkok itu sulit dilakukan.
 
AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso mengatakan bahwa hari ini sempat dilakukan penutupan akses di sekitar Gerbang Karang Tengah Barat oleh Kepolisian Wilayah, namun saat ini sudah dibuka kembali.
 
"Lalu lintas di akses Gerbang Tol Karang Tengah Barat, atau di Jalan Tol Jakarta-Tangerang serta seluruh ruas2 lain yang dikelola Jasa Marga pada hari Minggu sore ini, beroperasi secara normal. Pembatasan pergerakan adalah wewenang pemerintah. Kami sebagai salah satu operator transportasi jalan tol, jasa marga, mendukung apapun nanti putusan pemerintah," kata Dwimawan melalui pesan singkatnya, Munggu (29/3/2020).
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif