Ilustrasi hujan. MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi hujan. MI/Rommy Pujianto

Safety Driving

7 Hal yang Harus Dihindari Saat Mengemudi di Musim Hujan

Otomotif tips mobil safety driving tips otomotif
Ekawan Raharja • 28 November 2020 09:00
Jakarta: Mengemudi di saat musim hujan memiliki tantangan tersendiri, dan membuat pengemudi harus ekstra hati-hati. Satu kesalahan kecil bisa mengakibatkan kecelakaan ketika hujan turun lantaran kondisi jalan berbeda dari normal.
 
Tentu pengemudi harus mengindari kesalahan-kesalahan kecil yang harus dilakukan ketika mengemudi di musim hujan. Auto2000 membeberekan setidaknya ada 7 hal yang harus dihindari saat mengemudi di musim hujan, yaitu;

1. Tidak Menjaga Kondisi Ban

Ban merupakan komponen mobil yang sangat penting karena hanya ban yang melakukan kontak langsung dengan jalan. Oleh karenanya, pastikan kondisi ban dengan memeriksa tekanan angin, telapak, alur, dan dinding ban dari potensi aus dan rusak. 

2. Tidak Memeriksa Komponen Mobil

Selain ban, masih ada komponen mobil lain yang wajib diperiksa seperti lampu dan wiper, termasuk cairan pembersih kaca. Lampu depan yang tidak berfungsi dengan baik justru mengganggu pandangan. Lampu senja, sein, dan rem yang mati membuat pengguna jalan lain tidak bisa memantau manuver selama di jalan.

3. Tidak Mengukur Kemampuan Mobil

Mengemudi mobil di jalan basah akibat hujan tidak bisa disamakan dengan mengemudi dj jalan kering. Sangat dianjurkan untuk mengurangi kecepatan mobil agar lebih mudah memantau kondisi sekitar dan mengendalikan mobil kala melewati genangan air.

4. Tidak Menjaga Perilaku Berkendara

Saat hujan turun, kinerja komponen penting seperti rem dan ban akan menurun drastis. Jangan terpancing emosi dengan melakukan manuver berbahaya seperti memacu mobil atau pindah jalur tiba-tiba. Apalagi bila kondisi jalan macet, kesabaran pengemudi akan diuji supaya tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang merugikan banyak pihak.

5. Tidak Waspada Melewati Genangan Air

Jaga kewaspadaan dan kurangi kecepatan ketika melalui genangan air. Perhatikan baik-baik dengan mengamati mobil yang ada di depan dan tidak melakukan pengereman mendadak yang bisa membuat mobil hilang kendali. Cukup angkat kaki dari pedal gas dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain di depan.

6. Menyalakan Lampu Hazard

Lampu hazard hanya dipakai saat berhenti di kondisi darurat. Misal saat berhenti di bahu jalan tol untuk mengganti ban yang bocor. Lampu hazard justru mengganggu pandangan dan membuat bingung pengguna jalan lain jika digunakan tidak semestinya. Cukup nyalakan lampu senja atau fog lamp waktu hujan turun, atau jika pandangan terbatas bisa dibantu lampu utama. 

7. Tidak Rutin Servis Berkala

Sederhana saja, servis berkala memastikan seluruh komponen mobil dapat berfungsi optimal, temasuk saat hujan turun. Selain itu, spare parts yang sudah waktunya diganti karena usia pakai, aus atau rusak akan diganti dengan yang baru untuk menjaga kinerja mobil.
 
(ERA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif