Para Mahasiswa berharap pengisian ulang akan memakan waktu dua sampai empat menit pada 2022. thinsktock
Para Mahasiswa berharap pengisian ulang akan memakan waktu dua sampai empat menit pada 2022. thinsktock

Pengecasan Mobil Listrik, Nantinya Cuma 2 Menit

Otomotif teknologi otomotif mobil listrik
Ekawan Raharja • 17 Juni 2019 13:37
Eindhoven: Perkembangan mobil listrik terus dilakukan, dari segi mobilnya hingga infrastruktur penunjangnya. Salah satu yang terus dipersiapkan dan dikembangkan secara intensif mengenai kecepatan pengecasan baterai untuk mobil listrik.
 
Sebuah tim mahasiswa di Eindhoven University of Technology, InMotion mengembangkan tekknologi pengecasan yang disebut Electric Refueling technology. Mereka mengklaim dengan teknologi ini memungkinkan pemilik mobil listrik bisa melakukan pengecasan hanya dua menit. Sayangnya belum dibeberkan mengenai detail pengecasan yang ditawarakan para mahasiswa Belanda ini.
 
Pengembangan ini didasarkan bahwa konsumen bisa dengan nyaman melakukan pengecasan mobil listrik. Sehingga pengecasan bisa sama cepatnya dengan pengisian bahan bakar minyak mobil konvensional/

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demi merealisasikan teknologi tersebut, InMotion sudah mengembangkan baterai yang dapat diisi ulang dalam waktu 7,5 menit. Rencananya baterai itu siap digunakan pada musim panas 2020 mendatang.
 
Selain itu, tim juga memiliki rencana untuk mengisi ulang baterai lebih cepat di masa mendatang. Selanjutnya mereka berharap pengisian ulang akan memakan waktu dua sampai empat menit pada 2022.
 
Nantinya, InMotion akan memamerkan potensi pengisian ulang bahan bakar listrik pada 2023 dengan mengambil bagian di Garage 56 dalam gelaran 24 Jam Le Mans dan akan digunakan pada setiap mobil listrik balap untuk diuji ketahanannya.
 
Alat pengecasan super cepat juga dikembangkan oleh Tesla Motors dengan menghadirkan V3 Supercharging. Melalui sistem pengecasan terbaru ini, Tesla Model 3 bisa menjelajah sejauh 120 menit hanya dengan melakukan pengecasan lima menit (pengisian dari baterai kosong). Teknologi ini akan memangkas waktu 50 persen lebih cepat waktu pengisian dibandingkan dengan rata-rata alat pengecasan yang ada saat ini.
 
Menurut laman resmi Tesla Motors, pengembangan V3 Supercharging tidak terlepas dari pemenuhan kebutuhan dan target di masa mendatang. Mengingat saat ini Tesla sudah memiliki lebih dari 12 ribu supercharger yang tersebar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif