Skema arus mudik 2019 untuk jalur tol, dipermudah dengan regulasi satu arah pada waktu tertentu. Dephub
Skema arus mudik 2019 untuk jalur tol, dipermudah dengan regulasi satu arah pada waktu tertentu. Dephub

Cegah Kemacetan di Musim Mudik, Skema Arus Tol jadi Satu Arah

Otomotif lalu lintas tarif tol
Ekawan Raharja • 12 Mei 2019 17:11
Jakarta: Pemerintah sudah mempersiapkan rekayasa lalu lintas untuk menghadapi musim mudik 2019. Rencananya pemerintah, melalu Kementerian Perhubungan dan Kepolisian Republik Indonesia, akan memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah di beberapa ruas tol Trans Jawa.
 
Keputusan tersebut berdasarkan kesepakatan antara Kakorlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Jasa Marga. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, langkah ini diambil untuk memperlancar arus lalu lintas selama arus mudik dan arus balik mudik 2019.
 
"Kami sepakat menggunakan sistem ‘one way’. Kenapa ‘one way’? Karena ada kecenderungan masyarakat mudik dengan rombongan, bisa dua hingga tiga mobil kemudian kalau ada yang (bernomor) ganjil dan yang genap pasti akan terpisah mobilnya,” kata Budi Setiyadi dikutip dari Antara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cegah Kemacetan di Musim Mudik, Skema Arus Tol jadi Satu Arah
 
Sistem satu arah ini akan diberlakukan untuk arus mudik mulai dari Cikarang Utama sampai dengan KM 262 Brebes Barat. Ini mulai berlaku pada tanggal 30 Mei hingga 2 Juni dan berlangsung selama 24 jam.
 
Sementara untuk arus balik, rencananya akan diberlakukan selama tiga hari mulai dari 8-10 Juni 2019 mulai dari KM 189 Palimanan hingga KM 29 Cikarang Utama. Waktu rekayasa lalu lintas pun sama, dimulai dari pukul 06.00 WIB selama 24 jam penuh.
 
Rekayasa lalu lintas satu arah akan diberlakukan untuk antisipasi peningkatan kemacetan arus mudik dan balik. Pasalnya, animo masyarakat jelang mudik lebaran 2019 diperkirakan bakal meningkat hingga 30-40 persen dibanding tahun sebelumnya.
 
"Kita melakukan analisa, evaluasi, dan perkiraan yang paling tepat untuk saat ini kita lakukan one way pada tanggal, hari dan mungkin jam-jam tertentu pada ruas-ruas tertentu, baik pada saat mudik maupun balik," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, di kesempatan terpisah.
 
Pihaknya juga mengusulkan agar pemerintah mencanangkan 31 Mei menjadi cuti bersama. Bersamaan dengan cuti bersama pada 3, 4, dan 7 Juni 2019.
 
"Kita juga mengusulkan kepada pemerintah, tanggal 31 (Mei) yang belum diliburkan, mudah-mudahan bisa jadi cuti bersama dengan tanggal 3, 4, dan 7 (Juni), harapan kita seperti itu," ujarnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif