Industri Otomotif

Permintaan Tiongkok Anjlok, Jaguar Land Rover Tutup Pabrik

Ekawan Raharja 12 Oktober 2018 11:22 WIB
industri otomotif
Permintaan Tiongkok Anjlok, Jaguar Land Rover Tutup Pabrik
Mourinho pernah berkunjung ke Pabrik JLR di Solihull Inggris. JLR
Conventry: Jaguar Land Rover (JLR) mengumumkan akan menutup pabrik mereka di Solihull, Inggris, selama dua pekan. Hal ini dikarenakan permintaan di pasar Tiongkok anjlok.

Menurut motor1, penjualan mereka di Tiongkok turun hampir 50 persen. Penurunan ini dikarenakan kebijakan impor di Tiongkok sedang diperketat dan dampak dari perang Tiongkok melawan perdagangan Amerika Serikat.

Sebagai gambaran saja, Tiongkok memegang peranan penting penjualan JLR. Selama 2017 saja, pasar Tiongkok menyerap seperempat penjualan global JLR.

Pengetatan impor dari Tiongkok tentu menambah masalah pabrikan asal Inggris tersebut. Sebelumnya mereka sedang mengalami penjualan akibat Brexit.


Kini JLR harus menutup pabrik di Solihull, Inggris, per 22 Oktober mendatang. Pabrik yang mempekerjakan 9.000 orang tersebut akan menghentikan produksi model-model seperti Range Rover dan Land Rover Discovery.

“Sebagai bagian dari keberlanjutan strategi perusahaan untuk mencapai pertumbuhan yang menguntungkan, Jaguar Land Rover fokus menggapai efisiensi operasi dan akan menyesuaikan suplai sesuai dengan permintaan global,” jelas pernyataan dari JLR.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id