Sprint Rally 2018

Kelas 1500 cc, 'Nongol' di Kejurnas Sprint Rally Banten

Ahmad Garuda 10 Oktober 2018 17:12 WIB
balap mobil
Kelas 1500 cc, 'Nongol' di Kejurnas Sprint Rally Banten
Mobil-mobil berkapasitas 1500 cc bakal dilombakan mulai di Kejurnas Sprint Rally Banten. IMI
Jakarta: Ikatan Motor Indonesia (IMI) baru mengumumkan regulasi kelas baru di ajang balap Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally tahun 2019. Kelas tersebut bernama F1 2019 dan bakal jadi kelas pendukung dalam ajang Kejurnas Sprint Rally 2018 putaran kelima yang bersamaan dengan Indonesia eXtreme Offroad Championship (IXOR) 2018 putaran ketiga.

Pelaksanaan event di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten pada Sabtu (29/10) dan Minggu (30/10) mendatang itu, bakal mempertontonkan mobil berkapasitas 1.500 cc (dengan spesifikasi yang serupa mobil ITCC). Mobil ini bakal entry level yang sangat baik dari sebuah kendaraan rally.

Tak hanya itu, kendaraannya pun mudah didapat dikarenakan para pembalap ITCC di ajang ISSOM selalu mengganti kendaraannya secara up to date setiap kali APM melakukan facelift. Hal ini diungkapkan langsung oleh R. Aji Stok, pembalap kelas Indonesia Touring Car Championship (ITCC) di ajang Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) yang siap ikut serta di kelas baru tersebut tahun depan.


“Perubahan regulasi yang dilakukan oleh IMI ini memiliki konsep yang sangat menarik dan memudahkan para pebalap touring seperti saya untuk dapat mencicipi ajang sprint rally yang terlihat sangat seru dan memacu adrenalin,” ungkap Aji.

Rifat Sungkar dan Hervian Soejono yang masing-masing menjabat sebagai Ketua Komisi Rally dan Ketua Komisi Sprint Rally IMI Pusat, juga telah mengajukan hal ini ke Ketua Harian IMI DKI yang juga ketua event ini, Bimo Pradikto. Tentu untuk mewujudkan masuknya kelas pendukung ini.  

Meski statusnya kelas pendukung, IMI berharap agar calon peserta kelas F1 di 2019 mendatang bisa menyempurnakan kendaraan mereka masing-masing. Mengingat riset dan pengembangan mobil juga harus terus dilakukan agar tahun edpan benar-benar siap.

“Semoga dengan supporting race ini, kelas F1 di tahun depan bisa berlangsung dengan sangat kompetitif dan menarik banyak peserta-peserta untuk bergabung,” jelas Rifat.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id