Honda menegaskan belum ada konsumen mereka beralih dari Honda ke merek Tiongkok. DFSK
Honda menegaskan belum ada konsumen mereka beralih dari Honda ke merek Tiongkok. DFSK

Merek Otomotif Tiongkok Agresif, Honda Tak Merasa Tersaingi

Otomotif mobil baru honda mobil
Ekawan Raharja • 08 Mei 2019 12:45
Jepara: Kehadiran merek-merek Tiongkok di Indonesia memang memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen di Indonesia. Meski demikian, Honda sebagai salah satu pemain lama di pasar roda empat di tanah air, merasa aman dan tidak ada masalah dengan kehadiran merek-merek asal Tiongkok.
 
Marketing & After Sales Service Director Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy, berujar bahwa sampai saat ini segmen konsumen yang diusung oleh Honda berbeda dengan merek-merek Tiongkok. Pria berbadan tegap ini menegaskan belum ada konsumen mereka beralih dari Honda ke merek Tiongkok.
 
"Sampai saat ini kami merasa konsumennya tidak sama. Dalam survey tak pernah ada bahwa dia (konsumen) pilih ini (BR-V) pembandingnya itu (mobil tiongkok)," jelas Jonfis Fandy di Jepara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Disebutkan kalau membahas irisan segmen tentu kemungkinan tetap ada. "Tapi kalau dia benar-benar mau beli Honda CR-V pindah (ke SUV Tiongkok) karena harga, saya tidak yakin."
 
Merek Otomotif Tiongkok Agresif, Honda Tak Merasa Tersaingi
 
Jonfis menjelaskan saat ini Honda membagi konsumen di Indonesia ke dalam tiga jenis. Mulai dari Loyal user, smart buyer, dan trend seeker.
 
Sedangkan untuk konsumen terbanyak ada sigmen trend seeker sebanyak 80 persen. Sehingga konsumen di Indonesia banyak yang ikut-ikutan ketika sebuah segmen sedang ramai.
 
"Sisanya 20 persen itu konsumen kami dan harus dilindungi. Kami tak bisa masuk ke segmen trend seeker karena mereka bandingkan (merek atau model) juga tidak."
 
Kendaraan-kendaraan merek Tiongkok ini hadir di Indonesia dengan memberikan fitur yang lengkap dengan harga yang bersaing. Tidak ayal harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dari mobil-mobil produksi Jepang.
 
Sebagai contoh saja DFSK Glory 560 memiliki harga mulai kisaran dari Rp189 jutaan. Sedangkan dari segi ukuran, SUV ini tidak terpaut jauh dari Honda HR-V yang ditawarkan mulai dari Rp284,5 juta.
 
Jonfis menambahkan salah satu efek yang akan terjadi ketika mobil memiliki harga yang terlalu rendah adalah resale value atau nilai jual kembali. Harga mobil yang semakin turun setiap tahunnya, membuat semakin murah ketika hendak dijual kembali. Jika mobil di awal pembelian, maka harganya akan sangat rendah ketika hendak di jual dan menyulitkan jikalau hendak upgrade ke mobil.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif