EQ Boost menjadi teknologi tercanggih Mercedes-Benz Indonesia untuk meningkatkan tenaga. Medcom.id/Ekawan Raharja
EQ Boost menjadi teknologi tercanggih Mercedes-Benz Indonesia untuk meningkatkan tenaga. Medcom.id/Ekawan Raharja

EQ Boost, Doping Tenaga Mercedes-Benz

Otomotif teknologi otomotif mercedes-benz
Ekawan Raharja • 07 Februari 2019 14:54
Jakarta: Teknologi motor listrik harus diakui memang ampuh untuk meningkatkan tenaga mobil, terlebih ketika dikombinasikan dengan mesin pembakaran dalam. Selain untuk menambah tenaga, teknologi ini juga bisa meningkatkan efisien bahan bakar serta mengatasi beberapa problema di mesin-mesin konvensional.
 
Department Manager Public Relations PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Dennis A Kadaruskan, menjelaskan Mercedes-Benz Indonesia sudah memperkenalkan teknologi EQ Boost yang disematkan di C 200 EQ Boost, E 350 EQ Boost, dan CLS 350 EQ Boost. Secara keseluruhan ketiga mobil tersebut ditambahkan alternator yang dapat mensuplai sejumlah tenaga ke mesin ketika berakselerasi.
 
"EQ Boost jadi sistem mendapatkan tenaga tambahan dari alternator yang memasok ke mesin melalui belt drive. Listri di alternator dipasok dari aku khusus 48 Volt," ujar Dennis Kamis (7/2/2019) di Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


EQ Boost, Doping Tenaga Mercedes-Benz
 
"Untuk tenaga yang dipasok dari alternator ini akan ketambahan sekitar 16 daya kuda dan torsi 160 nm. Kemudian tenaga tersebut ditambahkan oleh tenaga yang dihasilkan mesin konvensional."
 
Untuk mobil-mobil yang sudah dilengkapi dengan teknologi EQ Boost, diakui memiliki dua unit aki berukuran 48 Volt dan 12 Volt. Secara umum teknologi ini sudah tergolong ke dalam skema mild hybrid karena menggunakan dua aki di satu mobil.
 
Penggunaan altenator juga diakui oleh Rival BMW ini bisa mengatasi masalah turbo lag ketika mesin berteknologi turbo berada di putaran bawah. Perihal sendatan yang biasa dialami, bisa diatasi dengan dorongan tenaga yang dimiliki oleh alternator.
 
EQ Boost, Doping Tenaga Mercedes-Benz
 
Sedangkan membahas efisiensi bahan bakar, diklaim akan membuat mobil lebih hemat 10 persen. Catatan konsumsi bahan bakar untuk E 350 EQ Boost mencapai 10-11 kilometer per liter di jalur luar kota.
 
"Para insinyur Mercedes-Benz ketika mengembangkan teknologi EQ Boost, ada tiga hal yang perhatikan. Pertama menambah tenaga, mengatasi turbo lag, dan meningkatkan efisiensi bahan bakar," ujar Dennis.
 
Secara keseluruhan skema EQ Boost yang ditawarkan Mercedes-Benz ini mirip dengan sistem Integrated Motor Assist (IMA) yang ditawarkan oleh Honda. Sistemnya sama-sama menggunakan komponen tambahan bertenaga listrik untuk meningkatkan tenaganya.
 
Hanya saja mobil-mobil Honda yang dilengkapi IMA tergolong mobil-mobil hybrid. Perbedaannya terletak dari komponen yang digunakan, EQ Boost dengan sebuah alternator sedangkan IMA dengan motor listrik.
 
Bagi yang tertarik merasakan sensasi tenaga listrik tersebut, bisa juga datang ke acara Mercedes-Benz Weekend Test Drive 2019 di Kawasan Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Di sana tersedia C 200 EQ Boost, E 350 EQ Boost, dan CLS 350 EQ Boost yang bisa di uji coba.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif