Ilustrasi. Lifepal
Ilustrasi. Lifepal

Industri Otomotif

Peraturan Belum Turun, Banyak yang Salah Hitung Relaksasi PPnBM

Otomotif penjualan mobil industri otomotif daihatsu
Ekawan Raharja • 22 Februari 2021 10:00
Jakarta: Pemerintah memang berencana untuk memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor, namun hingga sekarang ini detail peraturan belum dikeluarkan. Masyarakat jelas menantikan hal ini, tapi sayangnya ada yang sudah tidak sabar dan salah dalam melakukan perhitungan insentif PPnBM.
 
Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, menyayangkan banyak beredar cara perhitungan relaksasi PPnBM yang salah. Terlebih, cara menghitung yang salah ini dilakukan oleh influencer dunia maya, sehingga banyak masyarakat yang tertipu dengan hitungannya tersebut.
 
“Ada beberapa reviewer menghitung dan salah. Misalnya dia menghitung LCGC (PPnBM-nya sekarang) 3 persen. jadi ada relaksasi untuk 3 persen itu. Padahal saat ini LCGC dan kendaraan komersial ringan seperti pikap dan blind van itu sudah 0 persen (PPnBM-nya)," ungkap Amelia melalui jumpa pers daring.
 
Peraturan mengenai kendaraan yang akan mendapatkan relaksasi PPnBM mobil baru sejauh ini yang diketahui baru untuk bermesin 1.500 cc ke bawah, dengan komponen lokal 70 persen, sedan atau kendaraan berpenggerak roda dua.
 
“Ekspektasi konsumen sekarang melihat (informasi harga) akan turun segini, segitu. Sementara kami juga punya hitungannya. Oleh karena itu kami mau keluarkan hitungan yang pasti, tak akan ditarik dan diralat lagi,” tambah Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International–Daihatsu Sales Operation (AI–DSO), Hendrayadi Lastiyoso, di kesempatan yang sama.
 
Halaman Selanjutnya
  Di kesempatan yang lain,…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif