Masyarakat di Eropa inginkan mobil listrik memiliki suara seperti mobil konvensional. Medcom.id/Ahmad Garuda
Masyarakat di Eropa inginkan mobil listrik memiliki suara seperti mobil konvensional. Medcom.id/Ahmad Garuda

Suara Mobil Listrik Sebaiknya Mirip dengan Mobil Konvensional

Otomotif mobil listrik
Ekawan Raharja • 18 November 2019 14:20
Jakarta: Salah satu keunggulan mobil listrik adalah tidak adanya suara mesin karena ketiadaan mesin dan menggunakan motor listrik yang minim suara. Meski mobil ini tidak memberikan polusi suaranya, nyatanya banyak masyarakat yang inginkan kalau mobil ini tetap memiliki suara layaknya mobil konvensional bermesin bakar.
 
Perusahaan solusi otomotif di UK, Venson Automotive Solutions, melakukan survey kepada masyarakat di Inggris mengenai suara untuk mobil listrik. Hasilnya adalah 43 persen responden ingin mendengar suara yang mirip dengan mobil konvensional, 23 persen inginkan suara desibel rendah terus-menerus, dan 6 persen memilih suara yang unik seperti musik klasik, gelombang laut, dan suara lainnya.
 
Selain itu, 70 persen responden juga inginkan suara klakson yang sama dengan mobil konvensional. Kemudian 72 persen responden juga ingin semua suara-suara mobil kovensional distandarkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suara Mobil Listrik Sebaiknya Mirip dengan Mobil Konvensional
 
Survey ini dilakukan sebagai respon peraturan sistem peringatan kendaraan akustik (AVAS/acoustic vehicle alert system) yang berlaku pada 1 Juli 2019. Semua mobil listrik yang ada di Uni Eropa harus dilengkapi dengan suara, dan pada Juli 2021 suara itu harus disegaramkan di semua mobil listrik.
 
“Integrasi AVAS ke dalam kendaraan hybrid dan listrik adalah langkah yang sangat positif. Mobil listrik dan hybrid yang hampir sunyi membuat para pengguna jalan rentan dalam risiko, terutama anak-anak dan tuna netra. Karena semakin banyak pengemudi memilih model listrik bebas emisi, mereka akan lega mengetahui bahwa dengan diperkenalkannya AVAS, pilihan mereka tidak akan lagi membahayakan pengguna jalan,” kata Marketing Director for Venson Automotive Solutions, Alison Bell, dikutip dari situs resminya.
 
Di bawah undang-undang Uni Eropa mulai tahun 2021, para pengemudi EV akan dapat secara manual memicu suara peringatan seperti bunyi klakson untuk memperingatkan pejalan kaki dan pengguna jalan lain akan keberadaan mereka. 70 persen yang disurvei mengatakan mereka ingin mendengar suara klakson mirip dengan yang dibuat oleh kendaraan bermesin bensin atau diesel. Hanya 13 persen yang ingin mendengar frasa seperti 'mobil listrik mendekat', namun 6 persen lainnya lebih suka suara binatang seperti auman, gonggongan, atau kwek-kwek-kwek daripada klakson kendaraan tradisional.
 
Di Indonesia hingga saat ini memang belum memiliki peraturan yang detail seperti ini, termasuk mengatur suara klakson. Namun pemerintah berencana memasukan minimal desibel atau minimal kekuatan suara sebagai salah satu syarat homologasi mobil listrik di Indonesia.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif