Presiden Jokowi mengunjungi pabrik Hyundai di Korea Selatan. BPMI Setpres
Presiden Jokowi mengunjungi pabrik Hyundai di Korea Selatan. BPMI Setpres

BKPM Dorong Pabrik Hyundai Gunakan Komponen Lokal

Otomotif industri otomotif hyundai
Ekawan Raharja • 27 November 2019 11:10
Seoul: Hyundai memastikan akan membangun pabrik di Indonesia, lebih tepatnya di Kawasan Industri Delta Mas Jawa Barat. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong pabrik Hyundai ini banyak gunakan komponen lokal untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi.
 
Kepala BPKM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan merek asal Korea Selatan ini akan berinvestasi di Indonesia dengan melakukan pembangunan pabrik yang berlokasi di Jawa Barat. Disebutkan bahwa pabrik ini akan memproduksi mobil, bukan hanya sekadar fasilitas perakitan yang salama ini sudah ada di kawasan Pondok Ungu Jawa Barat.
 
“Hyundai akan melakukan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik dengan investasi kurang lebih sekitar 1,5 miliar US Dolar. Mereka akan running pada Januari 2020, di Cikarang, Jawa Barat,” ucap Bahlil melalui keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, nantinya investasi yang dilakukan pabrikan asal Asia ini bisa memberikan nilai tambah yang besar untuk perekonomian Indonesia, seperti penyerapan 3.500 tenaga kerja dan pengembangan pusat pelatihan, penelitian, serta pengembangan mobil listrik.
 
Agar manfaat tersebut bisa didapat lebih maksimal, Bahlil mengatakan, ia akan meminta kepada pihak induk dari Kia dan Genesis itu agar dalam berproduksi memaksimalkan penggunaan bahan baku dari Indonesia dan bekerjasama dengan pengusaha lokal. “Seperti menggunakan bahan baterai dari Morowali, ban dan karet dari dalam negeri, sehingga nantinya semua mobil listrik yang di produksi di Indonesia menggunakan bahan dari dalam negeri,” kata Bahlil.
 
Realisasi investasi Hyundai Motor Company di Indonesia direncanakan akan dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahun 2019–2021 dan tahun 2022–2030. Pada fase pertama akan berfokus pada investasi pabrik pembuatan mobil dan akan mengekspor setidaknya 50 persen dari total produksi.
 
Sementara itu, fase kedua akan berfokus pada pengembangan pabrik pembuatan mobil listrik, pabrik transmisi, penelitian dan pengembangan (R&D), pusat pelatihan, dan produksi akan diekspor sebanyak 70 persen. Hyundai akan mulai berproduksi pada tahun 2021, dengan kapasitas 70.000-250.000 unit per tahun, termasuk mobil listrik ke depannya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif