Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, sudah mencoba menaiki mobil yang diisi solar D-100. Kemenperin
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, sudah mencoba menaiki mobil yang diisi solar D-100. Kemenperin

Bahan Bakar

Mengenal Komposisi Solar D-100 Milik Pertamina

Otomotif pertamina bahan bakar gas
Ekawan Raharja • 25 Juli 2020 12:55
Jakarta: Pertamina sudah memperkenalkan bahan bakar terbarunya untuk kendaraan mesin diesel yang diberi nama D-100. Mereka mengklaim bahan bakar ini berbeda dengan bahan bakar umumnya karena terbuat dari 100 persen bahan nabati.
 
Bahan bakar D-100 ini merupakan hasil Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) produksi PT Pertamina (Persero). RBDPO adalah minyak kelapa sawit atau CPO yang telah diproses lebih lanjut sehingga hilang getah, impurities dan baunya.
 
D-100 yang diproduksi Pertamina memiliki spesifikasi Cetane Number yang sangat tinggi, yaitu hingga 79 sehingga diyakini dapat menghasilkan performa kendaraan yang lebih baik sebagai campuran bahan bakar. Mereka pun sudah melakukan uji coba melalui uji jalan dan bisa berjalan dengan baik. Sat uji coba dilakukan, Pertamina menggunakancampuran D-100 sebanyak 20 persen, Dexlite sebanyak 50 persen, dan FAME sebanyak 30 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Menurut hasil uji lab kami, terukur bahwa angka Cetane Number bahan bakar campuran D-100 pada Dexlite dan FAME yang digunakan tersebut mencapai angka minimal 60 atau lebih tinggi dari bahan bakar diesel yang ada saat ini. Demikian juga hasil uji emisi kendaraan menunjukkan Opacity (kepekatan asap gas buang) turun menjadi 1,7 persen dari sebelumnya 2,6 persen saat tidak dicampur dengan D-100,” ujarnya," ungkap Deputy CEO PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Budi Santoso Syarif, dikutip dari situs resmi Pertamina.
 
Budi menambahkan, hasil Uji Performa yang bagus ini juga membuktikan bahwa D-100 yang diproduksi Perdana di Kilang Dumai Pertamina dapat menjawab kebutuhan green energy di Indonesia. Hal ini karena D-100 dibuat dari 100% bahan nabati turunan dari CPO atau kelapa sawit yang banyak terdapat di Indonesia.
 
PT Pertamina mampu menghasilkan produk RBDPO 100 persen mencapai 1.000 barel per hari di fasilitas existing Kilang Dumai. Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar dapat mengoptimalkan sumber daya alam untuk menciptakan kedaulatan energinya sendiri.
 
“Ini adalah yang pertama di Indonesia dan hanya sedikit perusahaan yang dapat melakukannya. Kami membuktikan bahwa Pertamina berhasil melakukannya di Kilang Dumai, dengan dibantu oleh Katalis Merah Putih yang merupakan kerjasama Research & Technology Center Pertamina dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Suatu kebanggaan bagi kami dapat menciptakan solusi untuk Indonesia,” tambahnya
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif