IKM Logam otomotif di Tegal salah satu usaha yang terdampak Pandemik Covid-19. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/nz/18
IKM Logam otomotif di Tegal salah satu usaha yang terdampak Pandemik Covid-19. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/nz/18

Industri Otomotif

Kemenperin jadi 'Mak Comblang' IKM Logam Otomotif

Otomotif industri otomotif
Ekawan Raharja • 30 Juni 2020 13:28
Tegal: Di tengah kondisi pandemik Covid-19 yang menghantam industri otomotif nasional, membuat Kementerian Perindustrian bergerak untuk misi penyelamatan. Salah satu yang cara yang mereka lakukan adalah membuat program perjodohan untuk Industri Kecil Menengah (IKM) logam otomotif.
 
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, menjelaskan sudah melakukan upaya berupa menggelar program link and match antara IKM dengan perusahaan besar. Hal ini harus dilakukan demi menjaga kondisi IKM logam otomotif yang ada di Tegal bisa bertahan di tengah badai sekarang ini.
 
“Di masa pandemi ini, sejumlah IKM di sentra logam Tegal yang telah menjadi mitra Agen Pemegang Merek (APM) sebagai tier 1 dan tier 2 mengalami penurunan omzet hingga 90 persen dikarenakan sempat berhenti beroperasi beberapa waktu lalu. “Salah satu upaya untuk menjembatani IKM di sentra logam Tegal dalam menjajaki pasar baru di sektor industri otomotif, kami telah menggelar program link and match antara IKM dengan perusahaan besar,” ungkap Gati dikutip dari situs resmi Kemenperin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bak gayung bersambut melalui kegiatan perjodohan tersebut, substitusi impor yang dilakukan PT Sinar Agung Selalu Sukses (SASS) di masa pandemik ini menjadi harapan baik bagi pelaku IKM di sentra logam Tegal. SASS merupakan salah satu perusahan manufaktur otomotif yang memproduksi suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan empat untuk pasar original equipment manufacturer (OEM) maupun aftermarket.
 
Kemenperin jadi 'Mak Comblang' IKM Logam Otomotif
 
IKM di sentra logam Tegal berhasil mendapatkan purchase order (PO) dari SASS untuk membuat produk substitusi impor berupa handle socket LT 10 ton, handle socket LT 5 ton, dan handle socket LT 30,32 ton. Selain itu, mereka juga akan mendapat pesanan tangkai spion dari SASS. Adapun IKM yang akan mengerjakan produk substitusi impor tersebut adalah PT. Bimuda Karya Teknik yang didukung oleh IKM lainnya seperti PT Mitra Karya Tegal dan PT Tiga Bersaudara.
 
Produk-produk itu nantinya akan diproduksi menggunakan mesin stamping. “Namun, IKM perlu melakukan investasi untuk pembuatan dies (cetakan) dengan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, program restrukturisasi mesin dan peralatan yang kami miliki diharapkan dapat membantu meringankan pelaku IKM dalam investasi pembuatan dies tersebut,” imbuh Gati.
 
Selain mendapatkan pasar baru, IKM di sentra logam Tegal didorong untuk saling bahu-membahu dengan membagi pekerjaan. Seperti yang dilakukan oleh PT Mitra Karya Tegal dengsn berbagi pekerjaan kepada IKM logam lainnya dalam memproduksi aksesoris kendaraan roda dua.
 
Dalam memenuhi kebutuhan bahan baku logam, IKM di sentra logam Tegal telah didukung oleh Material Center yang hadir atas inisiasi dan kerja sama Ditjen IKMA dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal. “Berfungsi sebagai penyedia bahan baku logam, Material Center di Tegal mampu menyediakan bahan baku dengan harga kompetitif bagi IKM sehingga dapat memperkuat daya saing IKM, terlebih pada masa pandemik covid-19 saat ini,” papar Gati.
 
Dalam memasuki fase new normal, kolaborasi untuk bersama-sama membangun kemajuan IKM perlu diperkuat dan terus dilakukan melalui pelaksanaan berbagai program yang terarah dan berkelanjutan. “Pemerintah pusat dan daerah harus selalu hadir dalam mendukung peningkatan daya saing IKM serta untuk memperkuat IKM di dalan rantai pasok industri nasional maupun global,” tegas Gati.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif