Kendaraan kelebihan muatan diberi stiker ODOL. Jasmar
Kendaraan kelebihan muatan diberi stiker ODOL. Jasmar

130 Kendaraan Terjaring Operasi ODOL di Tol Cipularang

Otomotif lalu lintas
M. Bagus Rachmanto • 13 September 2019 08:26
Bandung: PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi menyiapkan skema operasi Over Dimension dan Over Load (ODOL) untuk truk yang memasuki Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi). Operasi ODOL dilakukan untuk memastikan kendaraan jenis truk laik melalui jalan tol.
 
Untuk itu Jasa Marga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jabar mengadakan operasi ODOL di KM 120 Jalan Tol Cipularang arah Jakarta.
 
Kanit I PJR Polda Jawa Barat (Jabar), Otong Rustandi mengatakan, operasi ODOL dilakukan selama satu bulan ke depan. Kendaraan besar menjadi target pemeriksaan ketika memasuki Tol Purbaleunyi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sanksi yang dijatuhkan kepada pengemudi yang melakukan ODOL kita lakukan penindakan tilang. Ke depannya akan disediakan lahan untuk dilakukan tindakan penurunan muatan berlebih atau di keluarkan di gerbang tol terdekat dimana saat ini untuk pengemudi yang ditilang akibat ODOL, kami arahkan untuk keluar di Gerbang Tol (GT) Cikamuning dan tidak dapat melanjutkan perjalanan”, ujar Otong.
 
Operasi ini dilakukan selama satu bulan pada hari kerja yang dimulai pada Senin kemarin, 9 September 2019, mulai pukul 09.00 - 15.00 WIB. Selama tiga hari operasi, terjaring 130 kendaraan dengan pelanggaran. Jumlah ini mencapai 40% dari total seluruh kendaraan yang diperiksa.
 
Jenis pelanggaran yang ditindak antara lain 36 kendaraan over load, 39 kendaraan over dimension, 6 kendaraan over load dan over dimension, 31 pelanggaran dokumen kendaraan dan 18 pelanggaran Tata Cara Penarikan (TCP). Dalam operasi ini juga ditemukan kendaraan yang sangat membahayakan, dengan over load hampir 300%, yaitu 35 ton dari batas maksimal sebesar 12 ton serta pelanggaran over dimension setinggi 1,6 m dari batas maksimal 1 m.
 
General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Dwi Winarsa juga menjelaskan, bahwa pihaknya juga telah melakukan penambahan sarana prasarana keselamatan terutama yang masuk ke dalam titik rawan kecelakaan (black spot).
 
"Rambu-rambu tambahan sudah terpasang mulai dari Km 100 jauh sebelum titik krusial. Ke depannya, kami akan menambah delapan rambu kembali, melakukan pengecatan ulang pada MCB, menambah Rumble Strips, memasang 40 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), serta penambahan tinggi dan lebar Guard Rail. Untuk keadaan darurat, kami juga akan membuat tambahan emergency escape lane atau lajur darurat di Km 92 dan Km 91,” jelas Dwi dalammelalui keterangan resminya, Kamis (12/9/2019).
 
Selain jalan yang berkeselamatan, Dwi juga mengharapkan kerja sama dari berbagai pihak untuk mewujudkan keselamatan berkendara. Karena menurut Dwi, dalam pelaksanaanya ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi yaitu jalan berkeselamatan, kendaraan berkeselamatan, dan pengguna jalan berkeselamatan.

 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif