Ketum PSSI, Mochamad Iriawan dan Shin Tae-yong. (Foto: AFP/Tjahyadi Ermawan)
Ketum PSSI, Mochamad Iriawan dan Shin Tae-yong. (Foto: AFP/Tjahyadi Ermawan)

Akhir Drama Shin Tae-yong dan PSSI, Saatnya Fokus Mengejar Prestasi

Olahraga pssi Shin Tae-yong
Alfa Mandalika • 23 Juli 2020 15:03
DRAMA Korea akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Terlebih, cerita-cerita yang disajikan sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.
 
Salah satu drakor (drama korea) yang sempat viral ialah The World of The Married. Poin utama drakor itu ialah tentang perceraian keluarga lantaran hadirnya orang ketiga dan dampak pada kehidupan berikutnya.
 
Tapi, tunggu dulu, kita tidak membahas tentang alur cerita drakor yang disebut-sebut bikin baper (terbawa perasaan) tersebut. Namun, kita akan membahas tentang Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang sudah kembali ke Indonesia untuk melatih Timnas Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ya, kabar Shin Tae-yong kembali ke Indonesia sekaligus mengakhiri drama dengan PSSI. Sebelumnya, tepat pada bulan lalu, Shin Tae-yong menggegerkan publik sepak bola Indonesia.
 
Kepada media Korea, Shin Tae-yong membuncahkan curahan hatinya. Dimulai dari masalah gaji hingga tudingan dikhianati PSSI. Bahkan, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri sempat mengritik sikap Shin Tae-yong.
 
Tidak berhenti sampai di situ, Satuan Tugas (Satgas) Timnas, Asosiasi Provinsi PSSI se-Indonesia juga turut mengecam sikap Shin Tae-yong.

Baca: Shin Tae-yong Kritik Sikap tidak Profesional PSSI

Awal mula friksi

Shin Tae-yong diketahui meninggalkan Tanah Air lantaran situasi pandemi virus korona (Covid-19). Namun, tiba-tiba, Shin Tae-yong membuat pernyataan yang mengejutkan kepada media Korea.
 
Dia menyebut, PSSI tidak profesional. Dari permasalahan gaji hingga lokasi training camp (TC) Timnas U-19. Dalam road map yang telah dipresentasikannya pada Mei 2020, Shin meminta dukungan PSSI untuk menggelar TC di luar negeri (Korsel) mulai bulan Juli hingga September.
 
Selama 6-8 minggu TC, Shin berencana menggelar sejumlah laga uji coba melawan tim-tim Korea yang levelnya di atas Timnas U-19. Tujuan Shin sangat jelas. Pemain dan tim bisa berkembang ketika melawan tim-tim yang lebih kuat. Selain itu, Shin Tae-yong mempertimbangkan kasus korona di Indonesia yang masih tinggi.
 
Namun, PSSI yang dulu memberikan dukungan penuh, kini berbalik arah. Shin diminta membatalkan rencana tersebut dan kembali ke Indonesia untuk menggelar TC di Indonesia, dengan melawan klub-klub lokal.
 
Akhir Drama Shin Tae-yong dan PSSI, Saatnya Fokus Mengejar Prestasi
Shin Tae-yong bersama Indra Sjafri. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)
 
Ketua Satgas Timnas Syarif Bastaman menyebut, keinginan Shin Tae-yong yang tetap memaksa menggelar TC di Korsel tidak logis. Pasalnya, tidak ada jaminan jika TC digelar di Korea akan terhindar dari korona.
 
"Kalau upaya terbaik jangan negosiasi, jadi tidak ada ruang untuk negosiasi. Karena takut Covid, saya maunya di Korea. Memangnya di Korea tidak ada Covid? Seluruh dunia ada Covid," kata Ketua Satuan Tugas Timnas Indonesia, Syarif Bastaman saat jumpa pers di FX Sudirman, Kamis 18 Juni.
 
"Kita juga manusia waras, tidak lebih rendah patokannya dari orang Korea. Itu sikap kalau benar sangat disayangkan, dan PSSI harus stand up untuk itu," sambungnya.
 
Setelah beberapa hari pernyataan Shin Tae-yong ramai dibicarakan, akhirnya PSSI memutuskan untuk melakukan komunikasi. Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengaku sudah melakukan komunikasi secara virtual dengan Shin Tae-yong. Hasilnya, Shin Tae-yong dan PSSI sepakat melupakan konflik.
 
"Malam ini 26 Juni (Jumat malam) mulai pukul 20.00 WIB saya bertemu secara virtual dengan Shin Tae-yong dan hanya didampingi penerjemah. Inti pertemuan itu adalah kami menyadari ada komunikasi yang tersumbat karena Covid-19. Komunikasi menjadi tidak lancar. Namun, kami sudah menyepakati untuk melupakan polemik. Beliau ingin terus membangun sepak bola Indonesia khususnya tim nasional," ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Kantor PSSI, Jakarta,

Baca: PSSI dan Shin Tae-yong Akhirnya Sepakat Lupakan Polemik

Menurut Iriawan, Shin Tae-yong tetap berkomitmen melatih tim nasional Indonesia baik U-19, U-23 dan senior seperti kesepakatan awal ketika juru taktik asal Korea Selatan itu dikontrak oleh PSSI.
 
"Saya menyampaikan kepada Shin, umur kamu 52 tahun dan saya 58 tahun. Berarti kamu adik saya. Shin cukup senang dan bahkan dia memanggil saya kakak," kata pria yang karib disapa Iwan Bule.
 
Kemudian, Iriawan melanjutkan, diskusi dengan Shin Tae-yong juga menghasilkan kesepakatan soal peta jalan (road map) tim nasional yang mengalami perubahan karena pandemi Covid-19.

Menanti strategi jitu Shin Tae-yong

Mempersiapkan sebuah timnas yang hebat pada masa pandemi seperti ini menjadi tantangan tersendiri. Pun begitu yang dirasakan oleh pelatih sekaliber Shin Tae-yong.
 
Sebagai langkah awal, dia sudah memanggil 29 pemain Timnas Senior dan 46 pemain Timnas U-19. Sesuai jadwal yang dirilis, Sabtu 25 Juli akan dimulai TC di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
 
TC Timnas senior merupakan persiapan tampil di ajang Piala AFF 2020, 23 November sampai 31 Desember. Timnas senior juga masih akan melakoni tiga partai tersisa di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.
 
Sementara bagi Timnas U-19, TC ini menjadi persiapan tampil di Piala Asia U-19 pada 14-31 Oktober. Serta sebagai persiapan dini tampil di Piala Dunia U-20 2021 mendatang.
 
Eks pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 itu sudah tiba di Indonesia kemarin. Dia pun disambut hangat oleh Ketum PSSI. Melalui saluran telepon, Iriawan menyapa Shin Tae-yong.
 
"Kedatangan pelatih Shin Tae-yong bukan saja ditunggu oleh kami (PSSI), tetapi seluruh pecinta sepak bola di Indonesia yang berharap prestasi timnas Indonesia lewat sentuhannya," ujar Iriawan.
 

 
Ya, kami memang berharap sentuhan nyata dari pelatih yang pernah mengalahkan Jerman di Piala Dunia.
 
Saya pernah bertemu dan mewawancarai langsung Shin Tae-yong dalam suatu kesempatan pada awal tahun. Kala itu saya bertanya, filosofi sepak bola seperti apa yang ingin diterapkan untuk Timnas Indonesia. Dia menjawab, "Saya ingin tim bermain bagus, dengan tidak kebobolan dan terus menyerang hingga menang," ujar Shin Tae-yong.
 
Pada kesempatan tersebut, Shin Tae-yong juga menyoroti fisik dan mental pemain timnas. "Perbedaannya (dengan timnas Korea) cuma fisik dan mental. Korea punya tipikal berjuang sampai akhir," sambungnya.
 
Memang tugas Shin Tae-yong tidak mudah. Apalagi, secara kebugaran pemain, tidak seperti biasanya. Selain hanya berlatih secara daring, kompetisi pun terhenti dan baru akan berlanjut Oktober.
 
Meski terasa sulit, kita harus tetap mendukung dan optimistis Shin Tae-yong bisa membawa perubahan.
 
(ASM)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif