Pemain Timnas U-19 (biru) dan senior saat menjalani latihan perdana di Lapangan Madya, Senayan, Jumat 7 Agustus 2020 (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Pemain Timnas U-19 (biru) dan senior saat menjalani latihan perdana di Lapangan Madya, Senayan, Jumat 7 Agustus 2020 (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Timnas Latihan Perdana.. Akhirnya...

Olahraga timnas indonesia
Achmad Firdaus • 08 Agustus 2020 00:19
Setelah dua pekan tak ada kepastian, Timnas Indonesia U-19 dan senior akhirnya melakoni sesi latihan. Sesi perdana digelar di Lapangan Madya, Senayan, Jumat 7 Agustus 2020.
 
Dengan protokol kesehatan, para pemain akhirnya bisa berlatih di lapangan. Turun dari bus, mereka yang kompak mengenakan masker harus dicek suhu tubuhnya dan kemudian menggunakan hand sanitizer, sebelum akhirnya masuk ke lapangan.
 
Awak media yang ingin memantau langsung sesi latihan pun harus membawa surat hasil rapid test untuk diperbolehkan melakukan peliputan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sesi latihan selama kurang dari dua jam berjalan dengan intensitas ringan. Pelatih Shin Tae-yong hanya memberikan porsi latihan berupa pemanasan, lari keliling lapangan lalu memainkan mini games, rondo atau kucing-kucingan.
 
<i>Timnas Latihan Perdana.. Akhirnya...</i>
Penggawa Timnas U-19 saat menjalani latihan perdana di Lap. Madya, Senayan, Jumat 7 Agustus 2020. (Rendy Renuki/Medcom.id)
 
Selesai latihan, awak media langsung memberondong pertanyaan kepada Shin Tae-yong dan juga Ketum PSSI, Mochamad Iriawan yang ikut memantau jalannya latihan. Soal dugaan adanya pemain timnas yang positif Covid-19 langsung ditanyakan.
 
Wajar, jika wartawan langsung mengonfirmasi hal ini. Sebab, sejak Timnas dikumpulkan di hotel pada 23 Juli, sesi pemusatan latihan tak kunjung terjadi. PSSI selaku pemberi informasi juga sulit dikonfirmasi.
 
Apalagi, di sesi latihan tadi, ada sejumlah pemain yang absen. Di timnas senior misalnya; dari total 29 pemain yang dipanggil, hanya 24 pemain yang ikut latihan.
 
Lima pemain yang absen yakni, Ilija Spasojevic (belum bergabung karena alasan keluarga), lalu Zulfiandi (masih cedera) dan Osvaldo Haay yang kabar terakhir menyatakan masih di Papua.
 
Adapun, dua pemain lain yang sebelumnya sudah bergabung dengan tim di Jakarta, yakni Muhammad Arfan dan Asnawi Mangkualam Bahar tidak ada kabar soal alasan mereka absen.
 
Di timnas U-19 lebih banyak lagi pemain yang absen. Tercatat, ada sembilan pemain yang absen dari total 46 pemain yang dipanggil mengikuti TC. Salah satunya adalah Amiruddin Bagas Kaffa. Tidak diketahui mengapa ia dan delapan pemain lainnya absen.
 
Terkait hal ini, pelatih Shin Tae-yong yang memimpin langsung sesi latihan, tidak bisa memberikan jawaban. "Kalau untuk pertanyaan itu (alasan pemain absen) tanyakan saja ke PSSI," ujar Shin yang dibantu penerjemahnya saat ditemui usai latihan.
 
Di tempat yang sama, Ketum PSSI Mochamad Iriawan secara tak langsung membantah ada pemain positif covid. Dia beralasan, absennya pemain lebih dikarenakan mereka harus menjalani karantina selama 14 hari, karena memang kedatangan mereka ke Jakarta tidak berbarengan.
 
"Pertanyaannya ke situ terus (pemain positif covid), jadi kami ini 14 hari karantina, memang protokol kesehatan seperti itu, dengan melakukan tiga kali swab test," kata pria yang karib disapa Iwan Bule tersebut.
 
<i>Timnas Latihan Perdana.. Akhirnya...</i>
Ketum PSSI, Mochamad Iriawan memberikan keterangan kepada wartawan saat memantau latihan perdana Timnas di Lap. Madya, Senayan, Jumat 7 Agustus 2020. (Rendy Renuki/Medcom.id)
 
Sejak dikumpulkan pada 23 Juli lalu, para pemain Timnas ini diketahui sudah menjalani satu kali rapid test dan tiga kali swab test. Tes usap terakhir kali dilakukan pada 30 Juli 2020.
 
Soal keputusan PSSI untuk melakukan swab test hingga tiga kali memang agak berlebihan. Sebab, rilis WHO pada 17 Juni lalu, mengatakan bahwa pasien Covid-19 tidak perlu melewati dua kali swab test (negatif) untuk dinyatakan sembuh.
 
Awalnya, WHO memang sempat mengharuskan pasien Covid-19 memiliki dua hasil swab test negatif dari sampel berurutan yang diambil setidaknya 24 jam terpisah.
 
PSSI mungkin punya pertimbangan lain soal ini. Tapi, harapan saya tidak ada yang memang sengaja ditutup-tutupi. Semoga, ke depan PSSI bisa lebih memperbaiki pola komunikasi, juga penyampaian informasi. Agar tak ada lagi kegaduhan di sepak bola kita.

 
(ACF)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif