Dok. PT LIB
Dok. PT LIB

BRI Liga 1: Bali United Menatap Back to Back Juara, Zona Degradasi Masih Sengit

Alfa Mandalika • 24 Maret 2022 23:18
Jakarta: Perhelatan kompetisi BRI Liga 1 2021 -- 2022 yang diikuti 18 klub hampir rampung, setelah dimulai secara resmi pada 28 Agustus 2021.
 
Kedelapan belas tim sudah 32 kali bertanding.  Mereka saling memperebutkan posisi terbaik dalam klasemen dan berjuang agar tidak terdegradasi musim depan.
 
Kini, tinggal menyisakan dua laga untuk mengakhiri kompetisi yang harus dilakoni setiap tim guna memperbaiki peringkat atau lepas dari ancaman degradasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di papan atas klasemen, sementara ada dua klub dengan perolehan poin yang sangat mencolok, yakni Bali United di puncak klasemen dengan 72 poin, diikuti Persib Bandung pada posisi kedua dengan 67 poin.
 
Tim-tim di bawahnya terpaut terlalu jauh untuk mengejar perolehan poin, seperti Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, dan Arema FC, sehingga harus memupuskan harapan menjadi juara.
 
Namun, perjuangan Persib untuk mengejar gelar kampiun tidaklah mudah, apalagi dengan selisih perolehan poin yang tidak sedikit, yakni lima poin.
 
Ditambah lagi, Serdadu Tridatu, julukan Bali United, memiliki catatan lebih baik dari dua kali head to head dengan Persib, yakni satu kali menang dan sekali imbang.
 
Hasil seri 2-2 diraih Bali United saat menghadapi Persib Bandung pada pertandingan BRI Liga 1 2021 pekan ketiga dan menang tipis 1-0 pada laga pekan ke-19.
 
Artinya, Bali United berhak menjuarai kompetisi musim ini seandainya memiliki jumlah poin yang sama dengan tim berjuluk Pangeran Biru tersebut hingga pertandingan terakhir.
 
Mau tidak mau, Persib harus menyapu bersih dua laga sisa, yakni melawan Persik Kediri dan Barito Putera untuk menyalip Bali United dan berharap tim asuhan Stefano Cugurra tak bisa meraih poin dalam dua laga tersisa melawan Persebaya (25/3) dan Persik Kediri (31/3).
 
Padahal, Bali United cukup membutuhkan satu poin untuk menjadi juara untuk dapat mengukir sejarah sebagai tim pertama yang back to back juara sejak era Liga Indonesia pada 1994.
 
Peluang Bali United memang lebih besar tampil sebagai juara kompetisi musim ini, tetapi bagaimanapun Maung Bandung juga masih memiliki sedikit harapan.

Siapa yang terdegradasi?


Sedikit berbeda, persaingan sengit terjadi di papan bawah karena ada beberapa tim yang harus berjuang keras menghindarkan ancaman degradasi, yakni Persipura Jayapura, Barito Putera, PSS Sleman, dan PSM Makassar.
 
Dua tim sudah lebih dulu dipastikan tersingkir, yakni Persiraja Banda Aceh dan Persela Lamongan, setelah selisih perolehan poin mereka teramat jauh dan tak mungkin mengejarnya dari laga tersisa.
 
Persipura kini berada pada posisi ke-16 klasemen BRI Liga 1 2021/2022 dengan simpanan 33. Mereka baru saja mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 4-0 dan masih menjaga asa tampil di Liga 1.
 
Di atas Persipura, ada PSM Makassar yang posisinya digeser Barito Putera yang mampu mengalahkan Persita dengan skor 2-0.
 
Siapa yang akan terdegradasi menemani Persiraja dan Persela? Tergantung bagaimana upaya tim dalam memaksimalkan performa dan kepada siapa Dewi Fortuna berpihak.


Pendatang baru Liga 1


Ada degradasi, ada juga promosi, termasuk Liga 1 musim depan yang akan kedatangan tiga klub Liga 2, yakni Persis Solo, RANS Cilegon FC, dan Dewa United.
 
Ketiga klub tampil sebagai juara pertama hingga ketiga pada kompetisi Liga 2 2021 yang belum lama usai sehingga berhak promosi ke divisi utama, Liga 1.
 
Persis Solo menjuarai Liga 2 setelah mengalahkan RANS Cilegon FC dalam laga final yang berlangsung di Stadion Pakansari Bogor pada 30 Desember tahun lalu dengan skor tipis 2-1.
 
Keberhasilan promosi ke Liga 1 itu menjadi yang pertama bagi Laskar Samber Nyawa dalam 14 tahun karena Persis terakhir kali berada di liga utama pada 2007.
 
Sedangkan RANS Cilegon FC menjadi juara kedua kompetisi Liga 2, disusul Dewa United yang sukses mengamankan tiket terakhir untuk promosi ke Liga 1 musim depan.
 
Tiga klub yang lolos ke Liga 1 musim depan bukanlah tim sembarangan, tetapi sering disebut tim sultan, seperti Persis yang mayoritas 40 persen sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep, putra Presiden RI Joko Widodo.
 
Ada pula nama pengusaha muda Kevin Nugroho yang bersama Menteri BUMN Erick Thohir memegang saham klub yang bermarkas di Solo, Jawa Tengah itu.
 
Tidak kalah dari itu, RANS Cilegon FC diakuisisi oleh Raffi Ahmad, pesohor yang dikenal dengan julukan akrab Sultan Andara, dari sebelumnya bernama Cilegon FC.
 
Langkah Raffi dan Kaesang mengakuisisi klub sepak bola kala itu membuat sejumlah pesohor beramai-ramai mengikuti langkah mereka.
 
Sebut saja Atta Halilintar yang membeli saham mayoritas PSG Pati dan mengubah nama klub ini menjadi AHHA PS Pati FC yang bermain juga dalam Liga 2 2021.
 
Tentu saja, kehadiran tim-tim baru itu menjadi angin segar bagi persepakbolaan tanah air dan diharapkan semakin meningkatkan semangat, performa, dan sportivitas dalam kompetisi Liga 1 musim depan.
 
Mudah-mudahan pandemi COVID-19 juga segera berlalu sehingga gaung kompetisi musim depan bisa diramaikan kembali oleh suporter yang tentunya sudah rindu menonton langsung tim idolanya di dalam stadion.
 
Bergulirnya BRI Liga 1 juga memberikan dampak positif pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produksi jersey dan merchandise klub yang meningkat menjadi angin segar bagi UMKM di bidang tekstil, sablon, dan industri terkait. Tak hanya itu, berjalannya liga juga turut meningkatkan perekonomian sektor yang terkait dengan sepak bola, semisal hak siar, perhotelan, dan jasa boga (katering).
 
 
 
(ASM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif