Rencananya, IOC akan menentukan cabor yang akan dipertandingkan pada pekan depan atau satu bulan lebih cepat dari jadwal yang dirilis.
Di antara 60 proposal yang masuk, cabor bola basket 3 on 3 menjadi cabor yang dipertimbangkan untuk Olimpiade 2020. Sejumlah pendapat komite IOC akan didengarkan untuk menentukan apakah basket 3 on 3 layak masuk Olimpiade.
"Sekarang, setelah ada pertemuan dewan eksekutif pada 9 Juni ada kesempatan untuk membahas cabor. Selain itu, keputusan awal jelas akan bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat," demikian pernyataan IOC.
Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) yakin basket 3 on 3 cocok untuk Olimpiade. Apalagi, olahraga tersebut sudah digandrungi oleh masyarakat modern.
"Olahraga terbaik untuk orang perkotaan adalah bola basket 3 on 3. Pasti akan sangat cocok," ujar Sekretaris Jenderal FIBA, Patrick Baumann.
Kepastian apakah basket 3 on 3 mengikuti Olimpiade memang harus menunggu keputusan IOC. Selain basket 3 on 3, sejumlah proposal dari cabor lain juga diterima IOC. Proposal yang sudah masuk ialah Kano, Dayung, dan Menembak. Rata-rata proposal dari tiga cabor itu menginginkan jumlah atlet wanita diperbanyak. (NBA.com)
Video: Warriors Taklukan Cavaliers 132 - 113
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News