Petenis tunggal putra, Novak Djokovic dan petenis tunggal putri, Serena Williams tentunya menjadi pemeran utama dalam kisah dunia tenis pada tahun ini. Bagaimana tidak? Kedua petenis tersebut sukses mendominasi perhelatan dunia tenis sepanjang musim 2015 berlangsung.
Dari mana buktinya? Prestasi mereka yang tercatat pada ranking ATP dan WTA sudah cukup membuktikan betapa hebatnya kedua petenis tersebut. Saat ini, Djokovic sukses menempati peringkat pertama dunia ATP dengan mengoleksi 16.585 poin, sementara Serena berada di peringkat pertama dunia WTA dengan mengoleksi 9.945 poin. Hebatnya, mereka mampu mempertahankan posisi ini sejak Januari.
Djokovic bisa dikatakan petenis paling superior pada tahun ini. Tercatat, petenis asal Serbia tersebut berhasil menyabet 11 gelar dari 17 turnamen yang dilakoni sepanjang tahun ini. Di antaranya Australian Open, Indian Wells Masters, Miami Open, Monte Carlo Masters, Italian Open, Wimbledon, US Open, China Open, Shanghai Masters, Paris Masters, ATP Finals.
Torehan gelar ini mungkin lebih banyak ketimbang Serena. Namun, petenis asal Amerika Serikat itu berhasil memenangkan lima gelar turnamen besar seperti Australian Open, Miami Open French Open, Wimbledon, dan Cincinnati Masters. Selain itu, ia juga menunjukkan performa konsisten dengan mengalahkan petenis-petenis unggulan lainnya.
Meski perjalanan kedua petenis ini menjadi kisah menarik dalam dunia tenis tahun ini, namun ada juga kisah menarik kehidupan para petenis yang lainnya ketika di luar kompetisi. Dari, cerita pertemuan Rafael Nadal dengan mantan pesepakbola Inggris, David Beckham hingga Serena yang pernah terjun ke dunia model.
Berikut kisah menarik dunia tenis sepanjang tahun 2015 yang dirangkum Metrotvnews.com:
JANUARI: Federer Main Tenis di Atas Speedboat, Serena Juarai Australian Open, Samai Rekor Legenda AS
Kisah unik terjadi pada 13 Januari 2015. Ketika itu, petenis asal Swiss Roger Federer bermain tenis di atas speedboat bersama petenis asal Australia Lleyton Hewitt. Momen ini dilakukan Federer selang dua hari setelah meraih gelar turnamen ATP Brisbane, sekaligus menorehkan kemenangan ke-1000 di sepanjang karier pada babak final.
Pada 22 Januari, kabar duka menyelimuti dunia tenis dengan meninggalnya talenta muda asal Rusia, Violetta Degtiarev di usianya yang ke-23. Kepergian Degtiarev dari dunia menjadi suatu kehilangan bagi dunia tenis, terutama bagi negara Rusia. Pasalnya, ia disebut-sebut sebagai penerus seniornya, Anna Kournikova.
Sementara itu, selang sembilan hari kemudian, suasana sukacita dirasakan petenis nomor satu dunia tunggal putri, Serena Williams. Tepatnya pada 31 Januari, petenis asal Amerika Serikat itu sukses menyabet gelar Grand Slam yang ke-19 usai memenangkan turnamen Australian Open 2015. Dengan torehan ini, Serena sukses menyamai rekor seniornya, Helen Wills Moody.
Di partai final Australian Open, Serena berhasil mengalahkan rivalnya, Maria Sharapova yang menempati peringkat kedua dunia saat itu. Gelar ini juga merupakan torehan yang keenam bagi Serena pada ajang Australian Open di sepanjang kariernya.
FEBRUARI: Djokovic Sabet Gelar Perdana Tahun 2015 di Australian Open, Posisi Murray Melesat ke Tiga Besar
Pada 1 Februari, raja tenis dunia Novak Djokovic telah membuktikan ketangguhannya pada awal musim 2015 dengan memenangkan gelar Australian Open. Prestasi itu berhasil diraih petenis asal Serbia tersebut usai mengalahkan Andy Murray di final lewat pertarungan empat set 7-6, 6-7, 6-3, 6-0. Ini merupakan gelar perdananya pada tahun 2015.
12 Februari: Petenis asal Spanyol Rafael Nadal mengundang perhatian jelang tampil di turnamen Rio de Janeiro. Ia sengaja tiba di kota Rio enam hari jelang turnamen karena ingin menyaksikan pertunjukan karnaval yang sudah menjadi tradisi dan terkenal di dunia.
Prestasi apik ditorehkan petenis Britania Raya, Andy Murray pada 24 Februari. Ia mampu menembus peringkat ketiga dunia sekaligus menggusur posisi Rafael Nadal. Pencapaian Murray ini terbilang istimewa lantaran dia berhasil dua kali naik peringkat pada bulan Februari. Sebelumnya, ia sukses menyodok peringkat keempat selang beberapa hari turnamen Australian Open 2015.
Namun, setelah meraih prestasi itu, Murray secara mengejutkan kalah dari wonderkid asal Kroasia, Borna Coric pada babak perempat final ATP Dubai, 27 Februari.
MARET: Nadal Raih Gelar Perdana Musim 2015 di Argentina, Bertemu Beckham, Petenis AS Dihukum 15 Tahun
Rafael Nadal sukses meraih gelar perdananya pada musim 2015 di turnamen Argentina Open, 2 Maret. Trofi itu didapat petenis asal Spanyol tersebut usai mengalahkan petenis tuan rumah Juan Monaco. Pencapaian ini terbilang istimewa bagi Nadal karena ia sudah tidak mencicipi gelar dalam sembilan bulan terakhir.
Sukacita pun juga dirasakan petenis asal Jepang Kei Nishikori. Ia secara mengejutkan mampu menembus peringkat keempat pada ranking ATP pada 3 Maret, sekaligus menyalip posisi Andy Murray. Meraih peringkat keempat adalah prestasi terbaik Nishikori di sepanjang kariernya.
Pada 19 Maret, petenis Amerika Serikat Wayne Odesnik terjerat kasus doping. Ia ketahuan memakai doping setelah ia melakukan tes urin dalam periode Desember hingga Januari. Akibatnya, ia pun mendapat sanksi 15 tahun bermain oleh Federasi Tennis Internasional dan Badan Anti Doping Amerika Serikat.
Momen unik dialami Nadal ketika menghadiri pesta ulang tahun perancang busana Tommy Hilfiger di Miami, Selasa 25 Maret. Kala itu, ia bertemu dengan David Beckham. Momen itu pun langsung diabadikan Nadal dengan mengambil foto bersama Beckham dan penyanyi Meksiko Thalia.
APRIL: Murray Menikah, Djokovic Kalahkan CR7 Raih Penghargaan Atlet Terbaik Dunia
7 April: Petenis Kanada Eugenie Bouchard mengambil waktu liburan dengan salah satu model Amerika Serikat, Hannah Davis usai tersingkir dari Miami Open 2015. Keduanya mengunjungi sebuah acara promosi di Crandon Park Tennis Center yang merupakan tempat berlangsungnya kompetisi Miami Terbuka. Pada kesempatan itu, Bouchard dan Davis menyempatkan diri untuk bermain tenis bersama.
12 April: Andy Murray akhirnya resmi menikahi kekasihnya Kim Sears. Pernikahan itu berlangsung pada salah satu gereja di Skotlandia, Dunbane Cathedral. Menurut laporan, momen spesial ini dihadiri 150 tamu yang terdiri dari kedua belah pihak keluarga dan juga beberapa bangsawan.
15 April: Novak Djokovic untuk kedua kalinya terpilih sebagai atlet putra terbaik tahun ini. Petenis Serbia itu berhasil menggeser bintang sepak bola Portugal Cristiano Ronaldo untuk mendapatkan penghargaan Laureus 2015. Pengumuman itu disampaikan pada sebuah upacara Shanghai, Tiongkok, Rabu 15 April.
Tak hanya Ronaldo, Djokovic juga berhasil menyisihkan para atlet ternama di dunia seperti Lewis Hamilton (F1), Marc Marquez (MotoGP), dan Rory McIlroy (golf).
MEI: Federer Akhiri Penantian Tiga Tahun Gelar Tanah Liat di Istanbul Open, Murray Taklukkan Nadal di Tanah Liat
Roger Federer berhasil mengakhiri penantian gelar pada kompetisi tanah liat dengan memenangkan turnamen Istanbul Open 2015, Senin 4 Mei. Prestasi tersebut diraih petenis nomor dua dunia ini usai menaklukkan unggulan ketiga, Pablo Cuevas pada babak final.
Pencapaian ini terasa istimewa bagi Federer lantaran ia sudah tiga tahun tidak meraih gelar di kompetisi tanah liat.
Hanya selang sepekan atau tepat pada 11 Mei, Andy Murray berhasil mengikuti jejak Federer. Petenis Britania Raya itu juga berhasil memenangkan gelar di kompetisi tanah liat, yakni Madrid Open 2015. Menariknya, Murray berhasil menaklukkan Rafael Nadal yang dijuluki King of Clay atau Raja Tanah Liat itu.
JUNI: Wawrinka Gagalkan Ambisi Djokovic Raih Gelar Perdana French Open
8 Juni: Stanislas Wawrinka sukses mengakhiri dominasi Djokovic. Ya, ia berhasil menaklukkan Djokovic yang tengah tampil apik musim ini di turnamen Grand Slam, French Open 2015 pada babak final.
Hasil ini membuat Wawrinka berhak membawa pulang trofi French Open. Dengan prestasi ini pula ia juga menggagalkan ambisi Djokovic meraih gelar perdananya di French Open.
Beberapa jam setelah menjuarai turnamen itu, Wawrinka langsung menikmati hasil manis itu di peringkat dunia. Posisinya pun langsung melonjak tinggi dengan menempati peringkat keempat.
Di saat bersamaan, prestasi buruk dialami Rafael Nadal. Petenis asal Spanyol tersebut harus merosot ke peringkat kesepuluh dunia.
JULI: Serena & Djokovic Sabet Gelar Wimbledon, Sharapova Putus dengan Dimitrov
Serena Williams sukses menunjukkan performa impresifnya pada turnamen Grand Slam 2015. Hal itu dibuktikannya setelah petenis nomor satu dunia itu meraih gelar Wimbledon 2015 pada 11 Juli waktu setempat. Ini merupakan gelar Grand Slam-nya yang ke-21 di sepanjang kariernya setelah memenangkan dua gelar di ajang Australian Open dan French Open sebelumnya.
Prestasi tersebut juga berhasil ditorehkan petenis nomor satu dunia tunggal putra, Novak Djokovic. Ia mampu menyabet gelar Wimbledon usai menaklukkan rivalnya, Roger Federer pada 12 Juli waktu setempat.
25 Juli menjadi momen kesedihan bagi pasangan kekasih Maria Sharapova dan Grigor Dimitrov. Setelah dua tahun menjalani hubungan asmara, keduanya akhirnya harus pisah jalan. Entah apa penyebabnya, namun sejumlah media meyakini adanya orang ketiga membuat keduanya memutuskan untuk mengakhiri hubungan cinta mereka.
AGUSTUS: Djokovic Tak Berkutik, Nadal-Murray-Federer Torehkan Gelar
8 Agustus: Rafael Nadal mengawali bulan Agustus dengan manis. Setelah berulang kali gagal di beberapa turnamen besar, petenis asal Spanyol tersebut akhirnya berhasil meraih gelar Hamburg Open 2015 pada 8 Agustus. Keberhasilan ini didapat usai ia mengalahkan petenis Italia, Fabio Fognini lewat straight set 7-5, 7-5. Gelar tersebut merupakan gelar kedua Nadal pada ajang Hamburg Open dan gelar ketiga pada ajang ATP 2015.
17 Agustus: Giliran Andy Murray yang mencatatkan prestasi apik pada Agustus. Tepat pada 17 Agustus, petenis Britania Raya tersebut meraih gelar Rogers Cup 2015 usai menundukkan Novak Djokovic lewat tiga set 6-4, 6-4, 6-3. Kemenangan atas Djokovic menjadi prestasi istimewa bagi Murray. Pasalnya, ia selalu kalah dari petenis asal Djokovic ketika bertanding pada turnamen besar. Terakhir, Murray berhasil meraih kemenangan saat berhadapan dengan Djokovic pada kejuaraan Wimbledon 2013.
24 Agustus: Menyusul prestasi Nadal dan Murray, Roger Federer turut mencicipi gelar pada Agustus ini. Ia mampu meraih gelar Cincinnati Masters 2015 usai menaklukkan Djokovic lewat dua set langsung 7-6(1), 6-3.
SEPTEMBER: Vinci Gagalkan Serena Samai Rekor Steffi Graf, Serena Terjun ke Dunia Fashion
12 September, Petenis Amerika Serikat Serena Williams harus menelan hasil pahit setelah kalah dari petenis asal Italia Roberta Vinci pada babak semifinal US Open 2015 lewat tiga set 2-6, 6-4, 6-4. Kekalahan tersebut tentu membuat ia tersingkir dan gagal meraih gelar US Open. Tak hanya itu, kegagalan Serena membuat ia gagal menyamai rekor legenda Jerman Steffi Graf, yakni memenangkan empat gelar Grand Slam dalam kurun setahun dan meraih 22 gelar di sepanjang karier.
Sedangkan hasil ini menjadi suatu kebanggaan bagi Vinci. Pasalnya, kemenangan atas Serena merupakan kali pertama bagi Vinci dalam empat pertemuan terakhir.
Pada 13 September, rekor baru diciptakan Flavia Pennetta pada turnamen US Open 2015. Petenis asal Italia tersebut sukses meraih gelar pertama di US Open. Ini juga merupakan pertama kalinya bagi Pennetta meraih gelar pada ajang Grand Slam. Pencapaian terbaiknya yang diraih sebelumnya adalah menembus babak perempat final US Open 2014 dan Australian Open 2014.
Tak lama setelah meraih gelar US Open, keputusan mengejutkan diambil Pennetta. Ketika itu, ia merencanakan gantung raket pada akhir tahun.
Selang sehari kemudian, 14 September, giliran petenis putra nomor satu dunia, Novak Djokovic menorehkan prestasi di US Open. Ia berhasil meraih gelar ajang tersebut setelah mengalahkan rival beratnya, Roger Federer lewat empat set 6-4, 5-7, 6-4, 6-4. Ini merupakan gelarnya yang kesepuluh di ajang Grand Slam. Torehan itu juga membuat petenis asal Serbia itu menjadi petenis ketujuh yang berhasil mengoleksi sepuluh gelar.
16 September, Serena Williams terjun ke dunia fashion dan tampil sebagai model pada salah satu acara fashion yang digelar di Amerika Serikat. Hal ini dilakukan Serena untuk menghibur diri dan melupakan kegagalannya dari ajang US Open 2015.
18 September, Petenis Britania Raya Andy Murray melakukan perbuatan amal untuk para imigran Suriah. Saking peduli, Juara Wimbledon 2013 itu berjanji akan menyumbangkan 50 poundsterling (sekitar Rp1,1 juta) untuk setiap pukulan ace kepada para pengungsi.
Menurut laporan, Murray akan menyumbang dana kepada UNICEF untuk disalurkan kepada para pengungsi Suriah yang saat ini sudah menyebar di sejumlah negara Eropa. Setiap donasi akan disesuaikan dengan asuransi miliknya Standard Life. Tak hanya itu, Murray juga akan bekerja sama dengan Asosiasi Tenis Profesional dan Asosiasi Tenis Lawn untuk bantuan tersebut.
OKTOBER: Venus Torehkan Gelar WTA Ke-47, Juara AS Terbuka Dikalahkan Petenis Peringkat 414 Dunia dan Umumkan Pensiun
Pada 3 Oktober, Petenis putri Amerika Serikat (AS) Venus Williams sukses menyabet gelar WTA-nya yang ke-47 usai keluar sebagai juara Wuhan Open 2015 di Tiongkok. Venus meraih gelar terbesarnya itu dalam lima tahun terakhir setelah mengalahkan runner-up Wimbledon, Garbine Muguruza.
10 Oktober, Juara AS Terbuka dan unggulan teratas turnamen Tianjin Terbuka, Flavia Pennetta secara mengejutkan tersingkir di babak pertama, Selasa 13 Oktober, usai dikalahkan petenis papan bawah peringkat 414, Lyudmyla Kichenok.
Pada 30 Oktober, Pennetta akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kariernya di dunia tenis saat berkiprah pada ajang WTA Finals. Pahitnya, keputusan itu diambil setelah ia kalah dari Maria Sharapova pada babak ketiga kualifikasi Grup Merah.
NOVEMBER: Agnieszka Kampiun WTA Finals, Djokovic Tutup Tahun 2015 dengan Memenangkan ATP Finals
Awal November menjadi momen spesial bagi petenis Polandia Agnieszka Radwanska. Pada 2 November, petenis jelita itu keluar sebagai pemenang WTA Finals 2015 usai menundukkan Petra Kvitova lewat pertarungan tiga set 6-2, 4-6, dan 6-3. Kemenangan ini merupakan trofi WTA Finals pertama bagi Radwanska di sepanjang kariernya. Sementara bagi Kvitova, hasil ini membuat dia gagal meraih gelar kedua usai menang pada 2011.
Satu catatan prestasi kembali ditorehkan Novak Djokovic saat tampil di ajang Paris Masters 2015, Kamis 5 November. Petenis nomor satu dunia itu sukses lolos ke perempat final turnamen Paris Masters usai mengalahkan petenis Prancis Gilles Simon. Catatan positif ini membuat ia berhasil meraih 19 kemenangan beruntun pada tahun 2015. Membuat petenis Serbia ini belum terkalahkan satu set pun sejak awal September lalu.
23 November, Novak Djokovic menutup tahun ini dengan sempurna. Petenis asal Serbia itu meraih 11 gelar penting dalam kurun waktu 12 bulan. Gelar ATP World Tour Final yang diraih Djokovic, Minggu 22 November, menjadi pelengkap kesuksesannya tahun ini. Di final, ia mengalahkan Roger Federer.
DESEMBER: Djokovic dan Serena Sabet Petenis Terbaik Tahun Ini
Petenis asal Serbia, Novak Djokovic menyabet gelar petenis terbaik dunia tahun ini untuk kategori putra. Penghargaan itu disampaikan oleh Federasi Tenis Dunia (ITF), Rabu 23 Desember 2015. Djokovic mengakhiri tahun ini sebagai petenis nomor satu pria untuk keempat kalinya. Di saat yang sama, petenis nomor satu dunia putri Serena Williams juga mendapatkan penghargaan petenis terbaik tahun ini.
Catatan Prestasi Serena Williams dan Novak Djokovic tahun 2015:
Serena Williams
Ranking: 1
Total Poin: 9.945 poin
Total Turnamen: 16
Gelar: Australian Open, Miami Open, French Open, Wimbledon, Cincinnati Masters (5)
Novak Djokovic
Ranking: 1
Total Poin: 16.585 poin
Total Turnamen: 17
Gelar: Australian Open, Indian Wells Masters, Miami Open, Monte Carlo Masters, Italian Open, Wimbledon, US Open, China Open, Shanghai Masters, Paris Masters, ATP Finals (11)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News