Jamar Andre Johnson menjaringkan delapan poin dan tujuh poin lain disumbangkan Wuysang Mario, sehingga mengakhiri kuarter pertama dengan 21-12 untuk keunggulan CLS Knights.
Pemain Satria Muda memperkecil ketertinggalan pada kuarter kedua menjadi enam poin (31-37). CLS Knights kembali melebarkan selisih poin pada kuarter ketiga (63-53).
Mengusung misi menang, anak asuh Cokorda Raka mulai menjaringkan bola lewat tembakan tiga angka, two shoot, dan lay up. Namun, penampilan gemilang Jamar Johnson kembali diperlihatkan setelah melakukan aksi slam dunk pada akhir kuarter ketiga. Kuarter keempat anak asuh Wahyu Widayat Jati menutup game 80-66.
"Pemain tampil dengan kerja sama bagus, tapi ada beberapa yang perlu dievalusi. Saya apresiasi kepemimpinan wasit malam ini," kata patih CLS Knights, Wahyu Widayat, usai pertandingan.
Kekalahan dari CLS menjadi pukulan telak bagi Satria Muda. Kurang baiknya transisi defense dan terlalu banyak melakukan turnovers."Semoat memperkecil ketertinggalan, namun pemain lawan tampil lebih baik," ungkap Pelatih SMP yang biasa disapa, Wiwin.
Jamarr Johnson menjadi pencetak angka terbanyak untuk CLS dengan 21 poin. Sementara dari kubu SMP, Yosua dan Arki Dakia Winsu sama-sama mencetak 12 poin. Sebelumnya, CLS Knights Surabaya berhasil meredam pasukan Garuda Bandung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News