Sementara itu, Bandung menghadirkan dua juara baru. SDN 075 Jatayu merebut gelar KU 10, sedangkan SDN 021 Ciporeat menjadi yang terbaik di KU 12.
Turnamen sepak bola putri usia dini yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut kembali memperlihatkan persaingan antarsekolah yang kompetitif. Sejumlah pemain juga tampil menonjol, termasuk Keyvara Malayeka dan Agnia Nurul Fadhila Rohman yang menjadi pencetak gol terbanyak di Surabaya.
SDN Manukan Kulon Pertahankan Gelar KU 10
Final KU 10 MLSC Surabaya menghadirkan pertandingan ulangan antara SDN Manukan Kulon dan SDN Dr. Sutomo V/327. Kedua sekolah kembali bertemu di partai puncak setelah bersaing pada final seri sebelumnya.
SDN Manukan Kulon langsung menunjukkan dominasinya. Keyvara Malayeka membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan satu menit. Pemain bernomor punggung 7 itu kemudian menggandakan keunggulan pada menit ketujuh melalui tendangan keras yang mengarah ke sudut kanan gawang lawan.
SDN Dr. Sutomo V/327 berusaha bangkit dan berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Shezan Azarine Fahima pada menit ke-11. Namun, hingga babak pertama berakhir, skor tetap 2-1 untuk keunggulan SDN Manukan Kulon.
Memasuki babak kedua, SDN Manukan Kulon tetap berusaha menambah gol. Pertahanan rapat lawan sempat membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih.
Gol penentu akhirnya hadir menjelang pertandingan berakhir. Annasya Eka Aprilia mencetak gol melalui sepakan kaki kanan untuk memastikan kemenangan 3-1 sekaligus mengantarkan SDN Manukan Kulon mempertahankan gelar KU 10.
Keyvara Malayeka juga tampil sebagai pencetak gol terbanyak kategori tersebut dengan koleksi 31 gol. Sementara itu, Shezan Azarine Fahima terpilih sebagai pemain terbaik dan Aleysia Latifah Zahra meraih penghargaan penjaga gawang terbaik.
SDN Kalirungkut I/264 Juara KU 12
Pada final KU 12, SDN Kalirungkut I/264 berhasil menaklukkan SDN Dr. Sutomo V/327 dengan skor 2-1.
SDN Kalirungkut I/264 tampil dominan sejak awal pertandingan. Namun, mereka sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan berkat penampilan apik penjaga gawang SDN Dr. Sutomo V/327, Nayla Nur Hafizah.
Sejumlah peluang yang dibangun Agnia Nurul Fadhila Rohman dan rekan-rekannya berhasil digagalkan Nayla. Kedua tim pun menutup babak pertama tanpa gol.
SDN Kalirungkut I/264 meningkatkan tekanan selepas turun minum. Agnia beberapa kali mengancam gawang lawan, termasuk melalui tendangan bebas dan sepakan yang sempat membentur tiang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22. Kesalahan antisipasi saat mengamankan bola backpass membuat SDN Kalirungkut I/264 memperoleh gol pembuka. Almira Anindira Arisanti kemudian menggandakan keunggulan melalui kemelut di depan gawang.
SDN Dr. Sutomo V/327 sempat memperkecil ketertinggalan melalui tendangan jarak jauh Adiba Utomo Putri satu menit sebelum pertandingan berakhir. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan.
Pelatih Kepala SDN Kalirungkut I/264, Rico Rochmad Kurniawan, bersyukur timnya mampu melewati persaingan hingga menjadi juara. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras para pemain yang telah menghadapi lawan-lawan tangguh sejak fase penyisihan.
Rico juga menjelaskan bahwa timnya mengandalkan kekuatan fisik dan kemampuan menembak sejumlah pemain untuk menghadapi final.
"Untuk strategi di final hari ini, memang saya punya keunggulan di beberapa pemain yang kuat secara fisik dan punya power tendangan. Jadi kepada tim, saya instruksikan untuk tidak banyak dribble, dapat bola langsung shoot. Alhamdulillah kami menang dan keberuntungan ada di tim kami," kata Rico.
Agnia, yang menjadi motor serangan SDN Kalirungkut I/264, turut bersyukur atas keberhasilan timnya. Ia juga meraih predikat pencetak gol terbanyak KU 12 dengan koleksi 21 gol.
"Yang pasti saya sangat senang kami bisa menang. Pertandingan hari ini sangat sulit, kiper lawan juga bagus, tapi saya bilang sama tim untuk terus semangat dan fokus. Terima kasih teman-teman karena tidak pantang menyerah di lapangan," ujar Agnia.
Bandung Hadirkan Dua Juara Baru
Persaingan di Bandung juga melahirkan cerita berbeda. Dua sekolah berhasil merebut gelar juara pada masing-masing kategori usia.
SDN 075 Jatayu menjadi kampiun KU 10 setelah mengalahkan SDN 065 Cihampelas dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan Jatayu dicetak Felisha Mikhayla Hernawan, sedangkan Nefi Putri Seftian menyumbangkan gol untuk SDN 065 Cihampelas.
Felisha juga berbagi predikat pencetak gol terbanyak KU 10 dengan Glory Grennita Melani Utama dari SDN Cipada Cikalong Wetan dan Nefi Putri Seftian. Ketiganya sama-sama mengoleksi 15 gol.
Sementara itu, SDN 021 Ciporeat merebut gelar KU 12 setelah menaklukkan SD Pelita dengan skor 2-1. Kayla Anisa Salsabila membuka keunggulan pada menit ke-12, kemudian Shafira Ramadhani menambah gol dua menit berselang. SD Pelita hanya mampu membalas melalui Annisa Febriany pada menit ke-18.
Naquita Syahmina Guntara dari SD Pelita menjadi pencetak gol terbanyak KU 12 dengan koleksi 22 gol.
Ribuan Peserta Ramaikan MLSC Surabaya dan Bandung
Antusiasme peserta kembali terlihat dalam penyelenggaraan MLSC Seri 1 2026/2027 di Surabaya dan Bandung.
Di Surabaya, kompetisi diikuti 1.598 atlet putri dari 88 SD dan MI. Sebanyak 23 sekolah di antaranya merupakan peserta baru. Persaingan berlangsung selama enam hari sejak 27 Oktober 2026, dengan 50 tim berlaga di KU 10 dan 94 tim di KU 12.
Sementara itu, MLSC Bandung melibatkan 1.517 atlet dari 78 SD dan MI, termasuk 12 sekolah debutan. Sebanyak 43 tim berkompetisi di KU 10 dan 99 tim bersaing di KU 12. Pertandingan digelar di Stadion Sidolig dan Lapangan Seskoad sejak 27 Oktober 2026.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Satia Chandra Wiguna, menilai tingginya partisipasi dan peningkatan kualitas permainan menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.
Ia juga menyoroti keberhasilan dua sekolah yang baru mengikuti kompetisi untuk menjadi juara di Bandung. Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi tim pencari bakat untuk menemukan pemain potensial yang dapat dikembangkan melalui program MLSC All-Stars.
"Di MLSC Surabaya dan Bandung, Alhamdulillah antusiasme sangat tinggi. Kualitasnya juga terlihat menonjol, bahkan di Bandung juara di KU 10 dan KU 12 adalah sekolah baru. Ini jadi tugas bagi para tim talent scouting untuk MLSC All-Stars. Semoga kami kembali bisa menjaring bibit-bibit unggul untuk dibawa ke kancah tim nasional nantinya," ujar Satia.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge Extra Training Surabaya, Sai Dong, juga melihat perkembangan positif dari para pemain muda. Ia menyebut enam peserta asal Surabaya jebolan MLSC terpilih untuk berlaga di Singa Cup 2026.
Menurut Sai Dong, kesempatan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan sepak bola putri usia dini mulai membuka jalan bagi pemain-pemain potensial untuk mendapatkan pengalaman di level internasional.
Festival SenengSoccer Kenalkan Sepak Bola Sejak Dini
Selain pertandingan kompetitif KU 10 dan KU 12, MLSC Seri 1 2026/2027 juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk anak perempuan usia 6-8 tahun.
Di Surabaya, kegiatan tersebut diikuti 86 siswi dari 20 SD dan MI. Sementara di Bandung, terdapat 59 peserta dari 13 sekolah.
Festival SenengSoccer dirancang sebagai kegiatan pengenalan sepak bola yang mengutamakan keceriaan tanpa pertandingan kompetitif. Para peserta mengikuti beragam aktivitas untuk mempelajari teknik dasar, seperti lari zig-zag, melewati rintangan, melempar bola ke target, menggiring bola, melompat, hingga menendang bola ke gawang.
Melalui penyelenggaraan di 15 kota, MilkLife Soccer Challenge terus membuka ruang bagi siswi sekolah dasar untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan bermain sepak bola.
Kompetisi ini menggunakan format tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside. Durasi pertandingan pada babak penyisihan hingga perempat final adalah 2 x 10 menit, sedangkan semifinal dan final berlangsung 2 x 15 menit.
Pada edisi 2026/2027, ukuran lapangan KU 10 juga disesuaikan menjadi 42 x 26 meter, sama dengan KU 12. Sebelumnya, KU 10 menggunakan lapangan berukuran 40 x 24 meter.