Veda Ega Pratama konsisten naik podium di Moto3. ist
Veda Ega Pratama konsisten naik podium di Moto3. ist

Ekosistem Motorsport Dorong Prestasi Pembalap Indonesia di Level Internasional

Adri Prima • 27 Maret 2026 15:19
Ringkasnya gini..
  • Ekosistem motorsport nasional mulai menunjukkan hasil melalui prestasi pembalap Indonesia di ajang internasional.
  • Keberhasilan pembalap lahir dari pembinaan berjenjang, peran Ikatan Motor Indonesia, kejuaraan nasional, sponsor, serta dukungan pemerintah.
  • Investasi jangka panjang dalam infrastruktur dan event seperti MotoGP menjadi fondasi penting untuk melahirkan pembalap Indonesia kelas dunia.
Jakarta: Ekosistem motorsport nasional mulai menunjukkan hasil lewat prestasi membanggakan para rider Indonesia di kancah balapan dunia. Hal ini tak lepas dari fondasi penting, salah satunya keberadaan Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi sarana pembalap Indonesia untuk berlatih dan berkembang di level internasional.
 
Diresmikan pada 2021, Sirkuit Mandalika pertama kali digunakan untuk ajang World Superbike 2021, dan sejak 2022-2025 secara konsisten menjadi tuan rumah MotoGP. Tahun ini, MotoGP Mandalika akan digelar pada tanggal 9-11 Oktober 2026 nanti.
 
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga memberikan dukungan moral kepada pembalap Indonesia. Menpora Erick Thohir memperkenalkan Mario Aji dan Veda Ega Pratama untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, pada 30 September 2025.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, yang memberikan motivasi langsung kepada para pembalap Indonesia. 
 

Ekosistem motorsport sebagai pembinaan


Keberhasilan para pembalap Indonesia menembus level dunia melalui proses yang sangat panjang dengan didukung ekosistem motorsport yang memadai. 
 
Eddy Saputra selaku CEO Pride promotor Kejuaraan Nasional Pertamina Mandalika Racing Series mengatakan prestasi yang diraih para pembalap Tanah Air merupakan hasil dari proses panjang dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem motorsport nasional. 
 
Menurutnya, keberhasilan pembalap Indonesia bukan lahir secara tiba-tiba, melainkan hasil dari proses pembinaan berjenjang, kejuaraan nasional yang konsisten, regulasi dan pengawasan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), dukungan sponsor, serta pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.
 
“Prestasi pembalap Indonesia di level dunia adalah hasil dari ekosistem yang dibangun bersama. Ada pembinaan pembalap, kejuaraan nasional, peran IMI sebagai regulator, dukungan sponsor, serta peran pemerintah dalam membangun infrastruktur seperti Sirkuit Mandalika,” ujar Eddy Saputra.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, hasil dari ekosistem ini mulai terlihat nyata. Nama-nama seperti Veda Ega Pratama di Moto3, Mario Aji di Moto2, hingga Aldi Satya Mahendra yang berhasil meraih gelar juara dunia World Supersport300, menjadi bukti bahwa fondasi motorsport Indonesia mulai bekerja secara efektif. 
 
Ekosistem Motorsport Dorong Prestasi Pembalap Indonesia di Level Internasional
 
Eddy menambahkan, setidaknya ada beberapa elemen utama yang menopang capaian pembalap muda Indonesia. Faktor-faktor pendukung tersebut antara lain dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur sirkuit dan pembinaan, peran Ikatan Motor Indonesia (IMI), penyelenggaraan kejuaraan nasional yang berkualitas, keberadaan tim balap yang profesional sebagai tempat berkembangnya talenta. 
 
Kemudian elemen lainnya adalah keberadaan akademi balap, pembinaan dari pabrikan Honda dan Yamaha, serta dukungan sponsor dan industri.
 
“Tanpa salah satu elemen ini, pembalap akan sangat sulit untuk naik ke level dunia,” tegasnya.
 
Eddy Saputra juga menekankan kepada masyarakat tentang peran penting investasi besar di sektor motorsport dengan prestasi atlet.
 
Banyak netizen yang menilai kehadiran event internasional seperti MotoGP Mandalika ikut mendorong eksposur global pembalap Indonesia sekaligus menarik sponsor. Hal ini tentu tidak lepas dari dukungan pemerintah yang juga termasuk dalam ekosistem tersebut. 
 
“Semua saling terhubung dalam satu ekosistem,” jelas Eddy Saputra.
 

Investasi membangun ekosistem


Eddy Saputra menegaskan bahwa investasi besar seperti pembangunan Sirkuit Mandalika dan penyelenggaraan MotoGP dan Asia Road Racing Championship (ARRC) harus dilihat sebagai fondasi jangka panjang. Infrastruktur, exposure global, serta keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci lahirnya lebih banyak pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level dunia.
 
“Kalau dilihat jangka pendek memang tidak selalu terlihat hasilnya. Tapi dalam jangka panjang, inilah yang akan melahirkan pembalap-pembalap Indonesia kelas dunia,” ungkap Eddy Saputra.
 
Karena itu, ia menekankan pentingnya pentingnya pemahaman yang sama antara pemerintah, pelaku motorsport, dan masyarakat bahwa membangun ekosistem motorsport yang melahirkan pembalap berprestasi di tingkat global melibatkan banyak pihak.
 
“Dalam konteks pembangunan ekosistem, pemerintah sejatinya telah menyiapkan dua aspek penting sekaligus, yakni hardware dan software. Infrastruktur fisik seperti sirkuit dan fasilitas pendukung menjadi hardware, sementara regulasi, penyelenggaraan event, hingga pembinaan menjadi bagian dari software,” jelas Eddy Saputra.
 
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap pembalap memiliki tahapan atau milestone yang harus dilalui sebelum mencapai level dunia. Tidak ada jalan pintas dalam proses tersebut. 
 
Proses tersebut pada akhirnya tidak hanya melahirkan individu pembalap berprestasi, tetapi juga membentuk sebuah industri motorsport yang berkelanjutan.
 
“Pada akhirnya, ini akan menjadi sebuah industri motorsport yang melibatkan semua stakeholder. Mulai dari pemerintah, regulator, pabrikan sepeda motor, sponsor, tim balap, promotor, hingga berbagai pihak lain yang terlibat dalam ekosistem ini,” pungkas Eddy Saputra. 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan