Suasana ajang MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. (Foto: Istimewa)
Suasana ajang MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026. (Foto: Istimewa)

2.270 Pelajar Ramaikan MilkLife Athletics Challenge 2026, Pembinaan Atletik Kini Dimulai dari KU-8

Kautsar Halim • 18 Juli 2026 19:21
Ringkasnya gini..
  • MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 diikuti 2.270 pelajar dari 196 sekolah di Kudus dan wilayah sekitarnya.
  • Jalur pembinaan diperluas melalui lima kelompok usia, yakni KU-8, KU-10, KU-12, KU-15, dan KU-18 dengan total 23 nomor perlombaan.
  • MTsN 1 Kudus mempertahankan gelar juara umum KU 15, sementara Adyatama Fawwaz Oktoraza menjaga peluang menuju Pelatnas setelah menjuarai lari 400 meter putra.
Kudus: Sebanyak 2.270 pelajar mengikuti MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli hingga Sabtu, 18 Juli 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Kompetisi atletik pelajar tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Kabupaten Kudus.
 
Para peserta berasal dari 196 lembaga pendidikan yang tersebar di Kudus dan wilayah sekitarnya. Sekolah yang terlibat mencakup Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, hingga Sekolah Menengah Kejuruan.
 
Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa olahraga atletik mulai memperoleh ruang yang lebih luas di lingkungan sekolah. Ajang ini bukan hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga pintu awal untuk menemukan pelajar yang memiliki potensi pada nomor lari, lompat, lempar, dan jalan cepat.
 

Jalur Pembinaan Atletik Diperluas dari KU-8 hingga KU-18


MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 menghadirkan lima kategori kelompok usia (KU), yakni KU-8, KU-10, KU-12, KU-15, dan KU-18. Penambahan KU-8 menjadi salah satu pembaruan penting dalam penyelenggaraan tahun ini.

Deputy Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Welly Arisanto, mengatakan perluasan kategori usia dilakukan agar proses regenerasi atlet dapat dimulai lebih dini.
 
Menurutnya, usia anak menjadi periode penting dalam perkembangan koordinasi motorik. Karena itu, pengenalan atletik perlu disajikan melalui aktivitas yang kompetitif, aman, dan tetap menyenangkan.
 
"Dengan menghadirkan kelompok usia 8 tahun pada seri pertama 2026 ini, kami ingin memotong garis awal pembinaan agar lebih dini lagi. Di usia emas anak-anak, koordinasi motorik mereka sedang berkembang pesat," ujar Welly.
 
Ia menjelaskan bahwa MilkLife Athletics Challenge dirancang untuk membantu anak mengenal fondasi atletik tanpa kehilangan unsur permainan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun ketertarikan sekaligus keberanian anak untuk mengikuti kompetisi.
 

Sebanyak 23 Nomor Atletik Dipertandingkan


Total terdapat 23 nomor cabang olahraga yang dipertandingkan dalam MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026.
 
Nomor tersebut meliputi lari 40 meter, 60 meter, 80 meter, 100 meter, 400 meter, 800 meter, 1.000 meter, dan 1.500 meter. Kompetisi juga mempertandingkan jalan cepat 2.000 meter dan 3.000 meter.
 
Pada nomor beregu, peserta mengikuti estafet 8 x 50 meter campuran, estafet 5 x 80 meter, estafet 4 x 100 meter, serta estafet 4 x 400 meter campuran.
 
Sementara itu, nomor lainnya mencakup Kanga’s Escape, Formula 1, Frog Jump, Turbo Throw, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lempar lembing, dan lempar cakram.
 
Variasi perlombaan tersebut disesuaikan dengan kategori usia peserta. Nomor yang diberikan kepada kelompok usia dini lebih menekankan unsur dasar seperti kecepatan, kelincahan, koordinasi, daya ledak, dan kerja sama tim.
 

Nomor Perlombaan Disesuaikan dengan Tumbuh Kembang Anak


Penyelenggara melakukan sejumlah penyegaran dalam pemilihan nomor perlombaan. Lari 800 meter dan lompat tinggi mulai dimasukkan untuk membantu mengukur potensi dasar peserta secara lebih beragam.
 
Pada saat bersamaan, penyelenggara menjadi lebih selektif terhadap nomor yang memerlukan ketahanan fisik ekstrem atau memiliki risiko lebih besar terhadap sendi anak.
 
Welly mencontohkan, lari 3.000 meter untuk kelompok usia tertentu dan lompat jangkit tidak lagi menjadi fokus utama dalam kompetisi usia dini.
 
"Kami ingin peserta fokus pada nomor atletik yang adaptif dan sesuai dengan porsi tumbuh kembang mereka, sehingga proses pencarian bakat berjalan lebih aman dan terarah," katanya.
 
Penyesuaian tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Anak-anak tidak semata-mata didorong mengejar kemenangan, tetapi juga diarahkan untuk mengenali kemampuan tubuh dan nomor atletik yang paling sesuai dengan potensinya.
 

PASI Kudus Optimistis Lahir Generasi Atletik Baru


Ketua PASI Kabupaten Kudus, Firdaus, menilai pembinaan atletik usia dini di Jawa Tengah menunjukkan perkembangan positif sejak MilkLife Athletics Challenge rutin digelar pada 2024.
 
Konsep kompetisi yang dipadukan dengan permainan edukatif dinilai berhasil mengubah anggapan bahwa atletik merupakan olahraga yang sulit dan menakutkan bagi anak.
 
"Perkembangan kualitas anak-anak dari seri ke seri sangat luar biasa. Kompetisi yang reguler seperti ini berhasil mengubah pandangan bahwa atletik itu menakutkan menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan bagi anak sekolah," ujar Firdaus.
 
Menurutnya, kompetisi reguler memberi kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan kemampuan, membangun mental bertanding, dan mengevaluasi hasil latihan.
 
PASI Kudus optimistis atlet-atlet yang muncul dari kompetisi tersebut dapat berkembang menjadi wakil Jawa Tengah dalam Pekan Olahraga Provinsi, Pekan Olahraga Pelajar Nasional, maupun kejuaraan nasional lainnya.
 
Firdaus juga berharap MilkLife Athletics Challenge pada tahun berikutnya dapat diselenggarakan dalam cakupan tingkat provinsi. Perluasan jangkauan dianggap penting agar proses pencarian atlet berbakat tidak hanya terpusat di satu daerah.
 

Pembinaan Lanjutan Disiapkan bagi Atlet Potensial


Bakat yang ditemukan melalui kompetisi tidak akan berhenti setelah peserta meninggalkan arena perlombaan.
 
PASI Kudus bersama pihak terkait menyiapkan pembinaan lanjutan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan. Atlet potensial akan diarahkan untuk mengikuti latihan terpusat serta memperoleh lebih banyak pengalaman bertanding.
 
"Tugas kami adalah memastikan bakat-bakat yang terjaring dari ajang ini mendapatkan pembinaan lanjutan yang berkesinambungan dan terpusat," kata Firdaus.
 
Penambahan jam terbang dinilai krusial karena kemampuan teknis saja belum cukup. Atlet muda juga memerlukan kematangan mental, kemampuan mengendalikan tekanan, dan pengalaman menghadapi situasi perlombaan resmi.
 

MTsN 1 Kudus Pertahankan Gelar Juara Umum KU-15


Kebahagiaan dirasakan kontingen MTsN 1 Kudus setelah kembali dinobatkan sebagai juara umum kategori KU-15.
 
Sekolah tersebut berhasil mempertahankan gelar yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya dengan koleksi tujuh medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.
 
Dimas Maulana, guru perwakilan MTsN 1 Kudus, mengatakan MilkLife Athletics Challenge telah menjadi wadah yang tepat untuk mengasah kemampuan atletik peserta didik. Kompetisi ini juga membantu sekolah menanamkan kedisiplinan, keberanian, dan sportivitas.
 
"MilkLife Athletics Challenge ini adalah ajang yang sangat luar biasa. Anak-anak ternyata mempunyai bakat di bidang atletik," ujarnya.
 
Pihak sekolah berupaya mendukung perkembangan para siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler pada sejumlah nomor atletik. Prestasi yang diperoleh diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada kompetisi berikutnya.
 

Adyatama Fawwaz Menjaga Asa Menuju Pelatnas


Salah satu atlet yang mencuri perhatian dari kategori KU-18 adalah Adyatama Fawwaz Oktoraza.
 
Siswa MAN 2 Kudus tersebut meraih podium tertinggi pada nomor lari 400 meter putra. Ia juga menjadi pelari terakhir dalam tim estafet 4 x 400 meter campuran yang membawa sekolahnya meraih kemenangan.
 
Adyatama sebelumnya pernah mewakili Kabupaten Kudus dalam Pekan Olahraga dan Seni Jawa Tengah 2025. Ia menilai MilkLife Athletics Challenge menjadi ruang penting untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
 
"Untuk sekarang dan ke depannya, saya bakal lebih fokus ke nomor 400 meter. Semoga ini juga menjadi salah satu jalan bagi saya untuk lolos ke Pelatnas dan menjadi bagian dari tim nasional atletik," ungkapnya.
 
Kemenangan tersebut menjadi pijakan awal bagi Adyatama untuk mengejar target yang lebih tinggi. Dari lintasan sekolah, asa menuju pemusatan latihan nasional mulai tumbuh.
 

Mengenal Nomor Perlombaan MilkLife Athletics Challenge 2026


Lari Cepat
 
Nomor lari cepat terdiri atas lari 40 meter untuk KU-8, lari 60 meter untuk KU-10 dan KU-12, lari 80 meter untuk KU-15, serta lari 100 meter dan 400 meter untuk KU-18.
 
Peserta dituntut berlari dengan kecepatan maksimum dari garis awal hingga garis akhir. Selain kecepatan, nomor ini menguji reaksi saat memulai perlombaan, teknik langkah, dan kemampuan mempertahankan ritme.
 
Lari Jarak Menengah
 
Lari 800 meter dipertandingkan untuk KU-15, lari 1.000 meter untuk KU-12, dan lari 1.500 meter untuk KU-18.
 
Nomor ini membutuhkan kombinasi kecepatan, daya tahan, strategi, dan kemampuan mengatur ritme. Peserta perlu menjaga tenaga agar tidak habis terlalu awal, tetapi tetap mampu meningkatkan kecepatan menjelang garis akhir.
 
Estafet 8 x 50 Meter dan 5 x 80 Meter
 
Estafet 8 x 50 meter campuran dipertandingkan untuk KU-10 dan KU-12. Satu regu terdiri atas delapan pelari, yakni empat peserta putra dan empat peserta putri.
 
Sementara itu, estafet 5 x 80 meter untuk KU 15 dimainkan oleh lima pelari. Setiap peserta membawa tongkat dan menyerahkannya kepada rekan satu tim pada zona pergantian.
 
Ketepatan pergantian tongkat menjadi unsur yang sangat menentukan selain kecepatan berlari.
 
Estafet 4 x 100 Meter
 
Estafet 4 x 100 meter dipertandingkan untuk KU-18. Satu regu terdiri atas empat pelari yang masing-masing menempuh jarak 100 meter.
 
Setiap pelari harus menjaga kecepatan dan melakukan pergantian tongkat di zona yang telah ditentukan. Kesalahan kecil ketika menyerahkan tongkat dapat menghilangkan momentum tim.
 
Estafet 4 x 400 Meter Campuran
 
Nomor estafet 4 x 400 meter campuran memiliki total jarak 1.600 meter. Satu regu terdiri atas empat pelari putra dan putri.
 
Setiap anggota tim menempuh satu putaran penuh lintasan 400 meter. Nomor ini menuntut daya tahan, pembagian tenaga, konsistensi ritme, dan pergantian tongkat yang aman.
 
Jalan Cepat
 
Jalan cepat 2.000 meter diperuntukkan bagi KU-15, sedangkan jalan cepat 3.000 meter dipertandingkan untuk KU-18.
 
Peserta harus bergerak dengan kecepatan tinggi tanpa berlari. Salah satu kaki wajib tetap menyentuh permukaan lintasan. Postur tubuh, gerakan pinggul, langkah kaki, dan ayunan lengan menjadi unsur penting dalam perlombaan.
 
Kanga’s Escape
 
Kanga’s Escape dipertandingkan untuk KU-10 dan KU-12. Perlombaan ini menggabungkan lari cepat dan lompat gawang pada lintasan sepanjang 40 meter.
 
Terdapat empat penghalang setinggi sekitar 50 sentimeter yang harus dilewati peserta. Nomor beregu beranggotakan tiga atlet ini diarahkan untuk menemukan bibit potensial pada nomor lari gawang.
 
Formula 1
 
Formula 1 menggunakan lintasan menyerupai sirkuit sepanjang 80 meter. Peserta harus melakukan sprint, berguling, melompati gawang, dan berlari melewati jalur berkelok.
 
Permainan beregu ini menggabungkan kecepatan, kelincahan, kekuatan, koordinasi, dan keberanian. Karakter gerakannya memiliki kemiripan dengan kebutuhan dasar pada nomor lari gawang 400 meter.
 
Frog Jump
 
Frog Jump atau lompat katak dipertandingkan untuk KU-10.
 
Peserta melakukan tiga lompatan beruntun ke depan dengan menggunakan kedua kaki. Perlombaan tersebut berfungsi mengembangkan daya ledak otot tungkai sebagai fondasi menuju nomor lompat jauh.
 
Turbo Throw
 
Turbo Throw juga dipertandingkan untuk KU-10. Peserta melempar alat berbentuk roket sepanjang sekitar 30 sentimeter sejauh mungkin.
 
Alat tersebut terbuat dari bahan ringan dan aman untuk anak. Nomor ini melatih koordinasi gerak, teknik melempar, serta kekuatan otot tangan sebagai dasar menuju nomor lempar lembing.
 
Tolak Peluru
 
Tolak peluru dipertandingkan untuk KU-12, KU-15, dan KU-18.
 
Peserta mendorong peluru dari bagian bahu menggunakan satu tangan untuk memperoleh jarak sejauh mungkin. Kekuatan, teknik, keseimbangan tubuh, dan posisi kaki sangat menentukan hasil tolakan.
 
Lompat Jauh
 
Lompat jauh dipertandingkan untuk KU-15 dan KU-18.
 
Peserta melakukan awalan lari sebelum bertolak menggunakan satu kaki. Setelah melayang di udara, atlet harus mendarat dengan aman di dalam bak pasir. Kecepatan awalan dan kekuatan tolakan menjadi faktor penting dalam pencapaian jarak.
 
Lempar Lembing
 
Lempar lembing dipertandingkan untuk KU-15 dan KU-18.
 
Peserta berusaha melempar lembing sejauh mungkin dengan memadukan kecepatan awalan, kekuatan lengan, koordinasi tubuh, sudut lemparan, dan teknik pelepasan.
 
Lempar Cakram
 
Lempar cakram juga dipertandingkan untuk KU-15 dan KU-18.
 
Peserta melempar cakram berbentuk bundar pipih untuk memperoleh jarak terjauh. Nomor ini membutuhkan kekuatan, keseimbangan, koordinasi, dan penguasaan teknik putaran tubuh.
 
Lompat Tinggi
 
Lompat tinggi dipertandingkan untuk KU-15 dan KU-18.
 
Atlet harus melewati mistar horizontal pada ketinggian tertentu tanpa menjatuhkannya. Peserta memperoleh kesempatan untuk meningkatkan ketinggian mistar secara bertahap sesuai ketentuan perlombaan.
 
Nomor ini menguji kecepatan awalan, kekuatan tolakan, kelenturan, koordinasi tubuh, dan keberanian atlet saat melewati mistar.
 

MilkLife Athletics Challenge jadi Fondasi Regenerasi Atlet


MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 memperlihatkan bahwa pembinaan atlet tidak harus menunggu seseorang memasuki usia remaja.
 
Pengenalan gerak dasar sejak KU-8 membuka kesempatan yang lebih panjang bagi anak untuk menemukan cabang olahraga yang sesuai. Sementara itu, keberadaan kategori hingga KU-18 menciptakan jalur pembinaan yang lebih berkesinambungan.
 
Kompetisi rutin, dukungan sekolah, latihan yang terarah, dan pembinaan lanjutan menjadi rangkaian penting dalam melahirkan atlet berprestasi.
 
Dari 2.270 pelajar yang berlari, melompat, berjalan cepat, dan melempar di Supersoccer Arena, boleh jadi terdapat nama-nama yang kelak membawa Indonesia berdiri di podium olahraga dunia.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan