Timnas balap sepeda Indonesia memacu kecepatan sepedanya saat mengikuti pemusatan latihan di Jakarta International Velodrome. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Timnas balap sepeda Indonesia memacu kecepatan sepedanya saat mengikuti pemusatan latihan di Jakarta International Velodrome. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

PB ISSI Kecewa Balap Sepeda Dicoret dari PON 2020

Olahraga balap sepeda pon 2020 olahraga bersepeda
Kautsar Halim • 13 Oktober 2019 19:28
Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) kecewa dengan keputusan KONI dan PB PON yang tidak mempertandingkan balap sepeda di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. Keputusan itu tetap diambil meskipun balap sepeda termasuk cabang olahraga (cabor) Olimpiade.
 
Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari menjelaskan, pihaknya tidak banyak banyak diajak membahas kendala maupun tantangan Papua sebagai tuan rumah PON, begitu pula seputar persiapan lokasi pertandingan balap sepeda. Padahal, ISSI Pengprov Papua sudah memberikan sinyal positif.
 
"Untuk lokasi pertandingan, Ketua ISSI Pengprov Papua sudah melapor ke saya bahwa siap untuk membangun khususnya untuk BMX. Lokasinya di Keerom. Tapi, kondisi sekarang sudah berbeda. Balap sepeda dicoret dan tidak dipertandingkan. Kecewa jelas. Kami menyebut ini diskriminasi cabang
olimpik," kata pria yang akrab disapa Okto itu saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (13/10/2019)
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pria yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia itu menyebut tidak dipertandingkannya balap sepeda pada PON 2020 bisa berpengaruh terhadap rantai olahraga yang harus dilakukan secara berkaitan. Apalagi, Pra PON Papua untuk balap sepeda juga sudah digelar.
 
"Kami menilai PB PON tidak mengerti jika balap sepeda
sangat penting untuk prestasi dunia," kata pria yang juga seorang promotor tinju profesional itu.
 
Prestasi balap sepeda Indonesia, lanjut Okto, terbukti mengalami perkembangan. Untuk level SEA Games mampu meraih emas lewat nomor BMX dan saat Asian Games juga menyabet emas lewat nomor MTB (downhill).
 
"Dari Asian Para Games juga mempersembahkan medali emas. Makanya kami cukup kecewa dengan keputusan yang ada," kata pria yang belum mendapatkan persetujuan untuk mundur dari Ketua Umum PB ISSI itu.
 
Sebelumnya, Ketua KONI Pusat Marciano Norman meneken Surat Keputusan (SK) terkait cabang olahraga yang akan
dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 pada Jumat 11 Oktober lalu. Dalam SK tersebut ditetapkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga, 679 nomor pertandingan/perlombaan dan kuota atlet sebanyak 6.442 orang. (ANT)

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif