Namun, selain memberikan bonus, pemerintah juga menyiapkan pendampingan literasi finansial agar para atlet dapat mengelola dana yang diterima dengan baik.
"Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia akan memberikan pendampingan literasi dan perencanaan keuangan," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, dikutip Selasa (17/3).
Erick menambahkan, bonus tersebut tidak hanya merupakan bentuk apresiasi negara atas kerja keras para atlet, tetapi juga ditujukan untuk mendukung keamanan finansial mereka. Karena itu, pendampingan dinilai penting agar bonus dapat dikelola menjadi tabungan yang bermanfaat di masa depan.
Baca Juga :
Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair Hampir Rp365 Miliar, Erick Thohir: Bentuk Keadilan Negara!
"Agar para atlet dapat mengelola bonus yang diterima dengan baik," imbuh dia.
Erick melanjutkan, pemerintah telah menyalurkan total Rp365 miliar dalam bentuk bonus bagi atlet ASEAN Para Games yang menyumbangkan medali, serta para pelatih. Pada ajang tersebut, Indonesia meraih 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu.
Ia menjelaskan, pemerintah memberikan bonus sebesar Rp1 miliar untuk peraih medali emas nomor perorangan, Rp800 juta untuk medali emas nomor ganda, dan Rp500 juta untuk medali emas nomor beregu.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bonus sebesar Rp300 juta kepada pelatih nomor perorangan dan Rp400 juta untuk pelatih nomor beregu.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi negara atas perjuangan para atlet sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga di Indonesia untuk terus berprestasi. Terima kasih atas perjuangan luar biasa para atlet Indonesia yang telah berkorban jiwa dan raga," pungkas Erick.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News