Hasil ini melampaui target pemerintah yang sebelumnya menetapkan tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Indonesia juga memenuhi sasaran untuk menembus 10 besar dalam pesta olahraga atlet disabilitas terbesar di Asia tersebut.
Berdasarkan laporan ANTARA dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Indonesia memastikan posisi kedelapan setelah menyelesaikan seluruh pertandingan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Medali emas terakhir Indonesia datang dari cabang olahraga boccia. Tim beregu campuran BC1/BC2 yang diperkuat Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha mengalahkan Thailand dengan skor 11-3.
Kemenangan tersebut melengkapi koleksi Indonesia menjadi 15 medali emas atau lebih dari dua kali lipat target awal.
Boccia Jadi Penyumbang Emas Terbanyak
Boccia menjadi cabang olahraga dengan kontribusi emas terbanyak bagi Indonesia di Asian Para Games 2026. Total empat emas diraih melalui nomor tunggal putri BC1, tunggal putri BC2, tunggal putra BC2, serta beregu campuran BC1/BC2.
Tiga medali emas lainnya berasal dari para atletik, para bulu tangkis, dan para renang. Masing-masing cabang tersebut menyumbangkan tiga emas bagi kontingen Merah Putih.
Di para atletik, Indonesia meraih emas melalui I Kadek Yasa pada lempar cakram putra F57, Karisma Evi Tiarani pada lari 100 meter putri T63, serta Partin Muhlisin pada lari 100 meter putra T63.
Sementara itu, tiga emas para bulu tangkis dipersembahkan pasangan Muh Al Imran/Suryo Nugroho, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, serta Subhan/Rina Marlina.
Dari para renang, Maulana Rifky Yavianda meraih dua emas pada nomor 100 meter gaya punggung S12 dan 100 meter gaya bebas S12. Emas lainnya diraih Abdil Majid Rahman pada nomor 100 meter gaya dada SB7.
Indonesia juga mendapatkan emas dari para balap sepeda melalui Muhammad Fadli Imammuddin dan para tenis meja lewat pasangan Barce Layaba/Leli Marlina.
Indonesia di Bawah Thailand
Dalam klasemen akhir, Indonesia berada tepat di bawah Thailand yang menempati peringkat ketujuh dengan koleksi 19 emas, 40 perak, dan 66 perunggu.
Tiongkok keluar sebagai juara umum Asian Para Games 2026 dengan raihan 207 emas, 117 perak, dan 111 perunggu. Tuan rumah Jepang menempati posisi kedua dengan 64 emas, 60 perak, dan 62 perunggu, sedangkan Uzbekistan berada di peringkat ketiga dengan 45 emas, 49 perak, dan 51 perunggu.
Indonesia mengakhiri kompetisi dengan total 73 medali dari 12 cabang olahraga yang diikuti oleh 103 atlet. Hasil ini menunjukkan target medali yang ditetapkan pemerintah berhasil dilampaui.

Masih di Bawah Pencapaian Asian Para Games 2022
Meski melampaui target awal, perolehan Indonesia di Aichi-Nagoya masih berada di bawah hasil Asian Para Games Hangzhou 2022. Pada edisi sebelumnya, Indonesia finis di peringkat kelima dengan 29 emas, 30 perak, dan 37 perunggu.
Di Aichi-Nagoya 2026, jumlah emas Indonesia turun dari 29 menjadi 15, sementara total medali berkurang dari 96 menjadi 73.
Hasil di Jepang menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan atlet disabilitas nasional. Indonesia perlu mempertahankan prestasi di cabang-cabang penyumbang medali sekaligus memetakan potensi atlet untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya, termasuk ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028.