Hype Supersport tercatat sudah mengalami tiga kekalahan dan satu kemenangan dalam empat laga yang telah dilakoni. Hasil tersebut belum cukup untuk membawa Hype Supersport ke perempat final.
Manajer Hype Supersport, Chaerul Anwar Azis, mengatakan bahwa tidak ada yang perlu disesali dari perjalanan timnya di ajang ini. Sebaliknya, semua pemain diharapkannya tetap menegakkan kepala.
Sebab, menurut Chaerul, para pemain Hype Supersport telah menunjukkan perjuangan maksimal dengan bersaing melawan tim berpengalaman yang memiliki postur dan mental lebih baik.
Setelah kalah di laga perdana atas tim Malaysia, Hype Supersport sempat bangkit dan memenangkan pertandingan kedua melawan Macau Wolf United dengan skor 9-7.
Tapi setelah itu, Hype Supersport gagal memanfaatkan peluang ke perempat final karena kalah dari Taipei Footers (14-22) dan wakil tuan rumah Elephant Pilot (16-22).
“Tidak ada yang membuat kami menundukkan kepala. Para pemain selalu berjuang keras di setiap game. Mereka juga selalu berhasil memimpin di setiap game,” jelas Chaerul dalam keterangan resminya.
“Namun pada akhirnya, memang faktor pengalaman dan stamina yang menjadi momok bagi tim Hype Supersport. Tetap semangat dan hasil yang terbaik sudah dicapai oleh tim debutan, Hype-Supersport,” lanjutnya.
Bagi Hype Supersport, ini adalah ajang internasional pertama yang diikuti. Sejatinya, tim ini memang dikirim untuk memberi tambahan jam terbang dan menguatkan mental para pemain muda.
Berbeda dengan tim lawan yang diisi para pemain berpengalaman, termasuk wakil Malaysia yang diperkuat pemain peringkat 10 besar negaranya. Hype Supersport turun dengan kekuatan pemain peringkat 50 besar di ranking domestik.
“Tapi para pemain tidak pernah minder dengan kekurangannya. Mereka tetap fight dan berjuang sehingga kita mampu mengemas satu kemenangan dan sempat membuka kans ke quarter final. Ini catatan yang layak diapresiasi,” tutur Chaerul.
Sementara itu, Ketua Pengprov Perbasi Jawa Barat, Epriyanto, turut mengapresiasi kinerja para pemain Hype Supersport. Menurutnya, mereka telah berjuang keras tanpa lelah melawan tim-tim yang berpengalaman.
Epriyanto mengungkapkan, skuad yang memperkuat Hype Supersport merupakan pemain binaannya sendiri. Mereka telah digembleng sejak 6 bulan terakhir karena memang dipersiapkan juga untuk berkompetisi di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut.
“Hasil latihan selama 6 bulan bisa berikan hasil cukup baik di turnamen Tiongkok. Meski ada kekalahan, spirit para pemain sudah luar biasa kalau dari spiritnya, luar biasa. Para pemain berjuang keras dan dalam pertandingan faktor lucky menentukan 70 persen," ujar Epriyanto.
Dengan permainan yang ditunjukkan para pemain di Tiongkok, Epriyanto pun yakin para pemainnya bisa berbicara lebih banyak di PON nanti.
“Target kami emas, tapi minimal menjadi finalis di PON nanti,” tutur Epriyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News