Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh CEO Campus League Ryan Gozali dan Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relations UPH, Dr. Andry M. Panjaitan.
Kolaborasi ini menjadikan UPH sebagai perguruan tinggi ketiga yang bermitra dengan Campus League setelah sebelumnya bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
UPH Teken MoU Olahraga Pertama dalam Sejarah Kampus
Kerja sama dengan Campus League memiliki arti khusus bagi UPH. Pasalnya, ini menjadi MoU pertama yang secara khusus dilakukan kampus tersebut di bidang olahraga.
Dr. Andry M. Panjaitan menyebut kerja sama ini sejalan dengan komitmen UPH dalam mengembangkan student-athlete yang mampu berprestasi di bidang akademik maupun olahraga.
"Ini adalah kesempatan pertama kami menandatangani MoU dalam bidang olahraga. Campus League adalah secercah masa depan bagi olahraga Indonesia. Bagi kami, ini kesempatan untuk melangkah lebih jauh," ujar Andry.
Menurutnya, Campus League tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekosistem olahraga kampus yang lebih modern dan berkelanjutan.
Kompetisi juga Ruang Pendidikan dan Penelitian
Andry menjelaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas daripada sekadar penyelenggaraan kompetisi olahraga.
Melalui ekosistem Campus League, UPH berpotensi memanfaatkan berbagai data dan aktivitas kompetisi untuk mendukung pembelajaran, penelitian, hingga program pengabdian kepada masyarakat.
"Campus League pasti punya database besar yang bisa dimanfaatkan untuk pelajaran, pengabdian, dan penelitian yang lebih bermakna," katanya.
Ia menilai keberadaan Campus League mampu membantu perguruan tinggi dalam menjalankan tridharma pendidikan tinggi secara lebih relevan dan aplikatif.
Campus League Siapkan Sistem Home and Away Antar Kampus
Di sisi lain, CEO Campus League Ryan Gozali menegaskan bahwa kemitraan dengan berbagai universitas merupakan bagian dari visi jangka panjang organisasi tersebut.
Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, Campus League berencana menerapkan sistem home and away, di mana setiap kampus peserta akan menjadi tuan rumah pertandingan secara bergantian.
Menurut Ryan, konsep tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi kampus.
"Fanbase akan terbentuk secara organik, alumni semakin terlibat mendukung almamater, dan kampus memiliki peluang untuk memperoleh pendapatan dari sponsorship," jelas Ryan.
Kampus Berpeluang Raih Pendapatan dari Sponsorship dan Merchandise
Ryan menambahkan, potensi pendapatan yang diperoleh kampus melalui sponsorship dapat digunakan untuk mendukung operasional tim olahraga.
Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk membiayai perjalanan tandang, menggaji pelatih, hingga meningkatkan kualitas pembinaan atlet kampus.
Selain itu, tim kampus juga memiliki peluang mengembangkan identitas dan basis penggemar melalui penjualan merchandise resmi.
"Revenue itu bisa digunakan untuk mengongkosi tim, menggaji pelatih, atau membiayai perjalanan tim untuk away. Tim kampus juga bisa menjual merchandise," ujarnya.
Infrastruktur Kampus Didorong Semakin Modern
Implementasi sistem home and away juga diyakini akan mendorong kampus untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas olahraga yang dimiliki.
Mulai dari lapangan pertandingan, fasilitas penunjang atlet, hingga venue yang ramah untuk kebutuhan siaran dan produksi konten digital.
Dengan begitu, ekosistem olahraga kampus di Indonesia diharapkan semakin profesional dan mampu menjadi jalur pembinaan atlet masa depan.
"Ini adalah hal yang baik. Semoga kita semua bisa memperoleh manfaatnya," tutup Dr. Andry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News