Pelantikan yang berlangsung di Hallf Pati Unus, Jakarta Selatan, menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem esports Indonesia. PB ESI ingin mengoptimalkan potensi generasi muda agar mampu berprestasi di tingkat internasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri gim lokal.
Ketua Umum PB ESI M. Herindra menegaskan, kemajuan esports membutuhkan kolaborasi lintas sektor, bukan hanya mengandalkan satu organisasi. Pemerintah, dunia olahraga, industri kreatif, dan ekosistem digital perlu bersinergi untuk membangun fondasi yang kuat.
"Esports bukan lagi urusan satu organisasi, tetapi kolaborasi bersama pemerintah, dunia olahraga, industri kreatif, dan ekosistem digital bangsa," kata Herindra.
Menurut Herindra, besarnya potensi generasi muda Indonesia harus diimbangi dengan kesempatan yang adil untuk berkembang dan meraih prestasi. Karena itu, kepengurusan baru PB ESI diharapkan mampu mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan di panggung internasional.
"Pelantikan ini adalah awal tanggung jawab bersama untuk memastikan anak-anak muda Indonesia memperoleh kesempatan yang adil untuk berkembang dan meraih prestasi. Lebih dari 60% penduduk kita adalah generasi digital, dan mandat kami adalah mengubah potensi besar ini menjadi kekuatan yang mengharumkan nama bangsa di panggung dunia," ujarnya.
PB ESI Perkuat Jalur Prestasi dan Pembinaan Atlet
Untuk meningkatkan daya saing atlet, PB ESI akan memperkuat jalur prestasi berjenjang dan pelatihan nasional (pelatnas) berkelanjutan. Pembinaan berbasis sport science juga menjadi prioritas agar pengembangan kemampuan atlet dapat dilakukan secara lebih terukur.
Selain pembinaan teknis, Herindra menyoroti pentingnya perlindungan regulasi dan kontrak atlet. PB ESI juga ingin menjaga integritas kompetisi melalui upaya pencegahan perjudian dan kecurangan.
"Kita harus memperkuat daya dukung infrastruktur esports Indonesia melalui jalur prestasi yang jelas dan pelatnas berkelanjutan, pembinaan berbasis sport science, perlindungan regulasi dan kontrak atlet, hingga menjaga integritas dari perjudian dan kecurangan," jelas Herindra.
PB ESI turut mendorong kementerian terkait untuk mendukung perkembangan ekosistem esports, termasuk melalui kemudahan perizinan dan penguatan jaringan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang lebih besar bagi talenta lokal untuk berkembang.
KONI Dorong Gim Lokal dan Pengawasan Judi Online
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengapresiasi pencapaian atlet, pelatih, dan jajaran PB ESI yang telah membawa nama Indonesia di berbagai kompetisi internasional.
Marciano juga menyoroti keberhasilan tim esports Indonesia meraih dua medali perak pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Dua medali tersebut dipersembahkan oleh tim Pokémon UNITE dan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).
"Saya beri penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketum PB ESI, jajaran pengurus, atlet, dan pelatih yang selalu membuat Indonesia bangga. Baru saja tim esports merebut dua medali perak di Asian Games dan menjadi juara umum di tingkat Asia Tenggara," ujar Marciano.
Selain mengejar prestasi, Marciano mendorong agar gim buatan Indonesia mendapat ruang lebih besar dalam penyelenggaraan kompetisi esports. Menurutnya, dukungan terhadap produk lokal penting untuk memperkuat industri gim nasional.
Ia juga mengingatkan perlunya pengawasan terhadap praktik perjudian online agar tidak merusak ekosistem esports.
"Saya menitipkan untuk memberi ruang kepada event esports produk anak bangsa sendiri agar industri kita semakin jaya. Kepada Menkomdigi, mari kita kawal bersama agar esports tidak disalahgunakan terkait judi sehingga menjadi cabang olahraga yang tidak membuat orang tua khawatir," tegasnya.
Pemerintah Dorong Pelatnas Jangka Panjang dan Kesejahteraan Atlet
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan pemerintah berkomitmen mendukung pembinaan atlet dalam jangka panjang. Menurutnya, olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan prestasi, tetapi juga memperkuat citra Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Erick menyebut Indonesia memiliki potensi besar di bidang gim dengan jumlah pemain yang mencapai 154 juta orang. Potensi tersebut, menurutnya, perlu didukung sistem pembinaan yang konsisten agar atlet dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Bapak Presiden melihat olahraga ini sebagai alat penting national branding sekaligus pengembangan ekonomi nasional. Potensi kita luar biasa dengan 154 juta gamers, dan Bapak Presiden berkomitmen bahwa pelatnas tidak lagi bersifat jangka pendek," ungkap Erick.
Erick menambahkan, dukungan terhadap atlet juga perlu mencakup kesejahteraan dan jaminan masa depan setelah mereka mengakhiri karier kompetitif. Pemerintah berharap program dana pensiun atlet dapat mulai direalisasikan pada 2027.
"Mulai tahun depan diharapkan sudah ada dana pensiun atlet. Olahraga adalah investasi pembangunan bangsa, kesehatan masyarakat, serta perekonomian melalui sinergi sport tourism dan sport industry," pungkasnya.
PB ESI Beri Penghargaan kepada Peraih Perak Asian Games 2026
Dalam rangkaian acara tersebut, PB ESI juga menyerahkan penghargaan kepada atlet esports Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Penghargaan diberikan kepada tim Pokémon UNITE dan MLBB yang masing-masing menyumbangkan satu medali perak bagi kontingen Indonesia.
Capaian tersebut menjadi salah satu modal bagi esports Indonesia untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan daya saing di kompetisi internasional berikutnya.
Pelantikan kepengurusan PB ESI periode 2026–2030 turut dihadiri Menpora Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.