Menko PMK Muhadjir Effendy saat menilik rumput Stadion Papua Bangkit yang akan dijadikan venue pembukaan dan penutupan PON XX. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
Menko PMK Muhadjir Effendy saat menilik rumput Stadion Papua Bangkit yang akan dijadikan venue pembukaan dan penutupan PON XX. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)

Jelang PON XX 2020

Atlet PON XX akan Divaksinasi Malaria

Olahraga tuan rumah pon 2020 pon 2020
Roylinus Ratumakin • 26 Januari 2020 19:04
Jayapura: Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, wilayah Provinsi Papua adalah wilayah endemik tertinggi malaria di Indonesia. Untuk itu, Papua harus bebas dari penyakit malaria, sebelum penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020.
 
“Jangan main-main dengan malaria. Kelihatanya sepele, tapi perlu diwaspadai. Malaria bisa dibawa atlet atau tamu yang datang ke wilayah Papua. Tapi, malaria juga ada di wilayah Papua,” kata Muhadjir saat kunjungannya ke Jayapura.
 
Untuk itu, Muhadjir ingin semua kontingen dari luar maupun di Papua sendiri perlu diberikan vaksinasi malaria, agar bebas dari malaria sebelum pelaksanaan PON.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau memang dokter dipandang kurang minta bantuan dari provinsi lain, terutama provinsi yang berdekatan,” ujarnya.
 
Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS, TB, dan Malaria (ATM), Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Beeri Wopari mengatakan, target eliminasi malaria di Indonesia pada 2030 mendatang tergantung Provinsi Papua.
 
“Jadi kita akan lebih cepat dua tahun dari eliminasi nasional. Karena kasus malaria terbanyak kontribusinya datang dari Papua, sehingga Indonesia tidak akan bisa eliminasi malaria kalau Papua belum eliminasi,” katanya.
 
Pasalnya, kata Wopari, eliminasi malaria ini sangat mendesak sehingga perlu didirikan Malaria Center di setiap wilayah adat agar dapat menjadi pusat kontrol atau koordinasi bagi setiap kabupaten dan kota.
 
“Di Papua sendiri ada sejumlah kabupaten yang kasus malarianya masih tinggi seperti Kabupaten Jayapura, Sarmi dan Mimika. Khusus di wilayah La Pago sendiri, kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo masih dirasa cukup tinggi,” ujar Wopari.

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif