Jakarta: Ketua Umum Indonesian Olympian Association (IOA) Yayuk Basuki menanggapi alasan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) soal sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA) kepada atlet Indonesia. Pihak Kemenpora beralasan, keterlambatan pengiriman sampel antidoping atlet Indonesia terhambat pandemi.
"Kalau kita bicara pandemi, seluruh dunia kan kena pandemi. Jadi saya rasa, jangan jadikan pandemi alasan untuk tidak memenuhi kewajiban tersebut," ujar Yayuk dalam Primetime News Metro TV, Kamis, 21 Oktober 2021.
Ia menyayangkan langkah Menpora yang tidak sigap menanggapi teguran dari WADA. Padahal menurut pengalaman Yayuk sebagai seorang atlet, pengecekan sampel doping pada atlet sudah berjalan rutin sejak dulu.
"Banyak program Kemenpora yang tidak jelas, misalnya senam poco-poco. Sementara, hal krusial seperti tes doping ini tidak dilakukan," imbuhnya.
Sebelumnya, Indonesia dinilai tidak patuh Badan Anti Doping Dunia (WADA) karena tak memenuhi target pemeriksaan doping atlet. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjelaskan Tes Doping Plan (TDP) terkendala pandemi covid-19. (Mentari Puspadini)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan