Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman. Foto: Istimewa
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman. Foto: Istimewa

Wabah Virus Korona

Atlet Jenuh, KONI Minta Pelatih Buatkan Program Latihan Baru

Olahraga koni olah raga Virus Korona virus corona
Antara • 03 Juni 2020 20:59
Para pelatih harus bisa memprogram kembali latihan para atlet yang disiapkan untuk kejuaraan agar bisa mencapai puncaknya pada 2021.
 
Jakarta: Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman, meminta kepada semua pelatih cabang olahraga untuk membuat program latihan baru memasuki tatanan new normal, yang akan diterapkan setelah pandemi korona.
 
Sebagian atlet saat ini terpaksa berlatih secara mandiri di rumah setelah dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Kondisi tersebut, menurut Marciano, akan berdampak pada persiapan mereka menuju kejuaraan single maupun multi event, yang padat di tahun depan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, pelatih harus bisa membuat program latihan baru menyesuaikan dengan kondisi saat ini.
 
"Yang penting para pelatih harus bisa memprogram kembali latihan para atlet yang disiapkan untuk kejuaraan agar bisa mencapai puncaknya pada 2021," kata Marciano dalam telekonferensi pers di Jakarta, Rabu 3 Juni 2020.
 
"Atlet-atlet daerah disiapkan untuk PON 2021, lalu ada juga yang difokuskan SEA Games. Pelatih harus memprogram ulang latihan sehingga di Vietnam tahun depan (atlet) bisa mengulang prestasi seperti di Manila," katanya.
 
Pada kesempatan yang sama, para atlet juga mengeluhkan tantangan ketika harus latihan mandiri di rumah. Program latihan yang sudah direncanakan sejak awal oleh jajaran pengurus besar cabang olahraga banyak yang gagal terlaksana.
 
Seperti yang diungkapkan pemanah asal Riau, Ega Agatha. Ega menyampaikan bahwa dia dan rekan-rekannya seharusnya menjalani uji coba ke luar negeri pada Maret lalu. Namun karena adanya pandemi, kejuaraan tersebut resmi dibatalkan.
 
Kondisi pandemi yang tak kunjung berakhir juga membuat PP Perpani belum menentukan dimulainya kegiatan Pelatnas, sehingga program latihan, kata Ega, masih mengikuti arahan pelatih di daerah.
 
Sementara, atlet wushu Edgar Xavier Marvelo, mengeluhkan kesulitan yang ia hadapi ketika harus berlatih di rumah dengan ruang gerak yang sangat terbatas.
 
"Kendala agak banyak. Wushu membutuhkan tempat latihan yang luas dan empuk. Latihan tidak maksimal dan hanya latihan dasar saja," kata Edgar.
 
Hal senada disampaikan atlet taekwondo Defia Rosmaniar, yang mengatakan bahwa berlatih sendiri di rumah tanpa lawan tanding cukup membosankan.
 
"Latihan sendiri dan tidak ada lawan tanding jadi sedikit bosan. Atlet satu daerah juga masih takut-takut untuk keluar," ujarnya.
 
Video: HIIT Workout di Rumah Aja tanpa Menggunakan Alat

 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif