Pekerja menyapu jalanan jelang pertandingan Timnas U-23 Indonesia vs Thailand di Stadion Rizal Memorial, Manila. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Pekerja menyapu jalanan jelang pertandingan Timnas U-23 Indonesia vs Thailand di Stadion Rizal Memorial, Manila. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Badai Kammuri Ancam Pembukaan SEA Games 2019

Olahraga SEA Games 2019 Filipina
Kautsar Halim • 29 November 2019 06:02
Manila: Hujan yang disertai badai tropis bernama Kammuri diperkirakan turun di beberapa bagian Filipina pada pekan depan. Jika benar terjadi, bisa saja mengganggu pembukaan SEA Games 2019 di Philippine Arena, Bulacan, Sabtu 30 November malam mendatang.
 
Dilansir dari Philstar, ahli cuaca Administrasi Layanan Geofisika dan Astronomi Filipina (PAGASA) Benison Estaraja mengungkapkan, sebagian wilayah di Filipina akan berawan dan turun hujan. Badai Kammuri atau Tisoy itu diperkirakan melanda Filipina sejak Sabtu hingga Minggu pekan ini.
 
Estareja mengatakan, badai Kammuri berpotensi meningkat menjadi angin topan. Badai itu bahkan sudah terlihat di wilayah Visayas dengan kecepatan angin mencapai 115 km/jam, Rabu 27 November lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Estareja menuturkan bahwa akan terjadi beberapa skenario, salah satunya badai tersebut akan sampai Metro Manila dengan membawa hujan intensitas sedang hingga deras dan angin kencang pada 2-4 Desember.
 
Meski dihantui hujan badai, Kantor Sipil (OCD) Filipina yang ditunjuk sebagai unit keselamatan dankeamanan SEA Games sudah siaga. Mereka membentuk kelompok kerja bersama (JTGEPR) yang bertugas mengawasi dan menangani kemungkinansituasi darurat yang terjadi selama upacara pembukaan.
 
OCD saat ini juga tengah memantau badai Kammuri yang berada di atas Samudra Pasifik karena kemungkinan memasuki sebagian wilayah di Filipina, termasukMetro Manila pada 30 November.
 
"Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan untuk memantau setiap insiden yang terjadi selama SEA Games serta memastikan bahwa setiap perkiraan cuaca menjadi perhatian lembaga manajemen bencana," kata administrator OCD Ricardo Jalad.
 
CEO Panitia Penyelenggara SEA Games Filipina (PHISGOC) Tats Suzara mengaku sudah mempunyai rencana darurat apabila badai terjadi selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, pertandingan bisa tetap dimainkan tanpa penonton.
 
"Ketika ada badai, manajer kompetisi, manajer venue dan delegasi teknis akan memutuskan masalah ini," kata Suzara.
 
"Jika terjadi angin topan, beberapa cabang olahraga akan tetap melanjutkan pertandingan, tetapi tanpa penonton. Semua keputusan dipegang oleh pusat (MOC) yang terdiri dari semua departemen PHISGOC, Komisi Olahraga Filipina, Komite Olimpiade Filipina, dan polisi," tambahnya.
 
Sebanyak 56 cabang olahraga tersebar di 23 lokasi yang terbagi menjadi empat klaster, yakni Clark (enam cabor), Metro Manila (delapan), Subic (dua) dan wilayah selatan (tujuh). Khusus kontingen Indonesia hanya mengikuti 52 cabor. (ANT)
 

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif