14 Pengprov PTMSI yang walkout saat Munaslub PB PTMSI di Jakarta, Sabtu (11/5) (Ist)
14 Pengprov PTMSI yang walkout saat Munaslub PB PTMSI di Jakarta, Sabtu (11/5) (Ist)

Carut Marut, Munaslub PB PTMSI Cacat Hukum

Olahraga olahraga
Rendy Renuki H • 11 Mei 2019 21:16
Jakarta: Carut marut terjadi pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI), Sabtu 11 Mei malam, di Twin Hotel, Jakarta. Munaslub yang salah satu agendanya memilih Ketua Umum PB PTMSI periode 2019-2023 cacat hukum karena tidak memenuhi kourum, setelah 14 Pengprov PTMSI melakukan aksi walkout.
 
Aksiwalkoutdilakukan pendukung calonKetua Umum PB PTMSI, Kurmin Halim yang merasa dicurangi calon lainnya yakni Peter Layardi. Kurmin menilai hasil Munaslub telah direkayasa dan tidak sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang telah disepakati.
 
"Pieter Layardi sebagai kandidat telah merekayasa Munaslub PB PTMSI dengan mengarahkan peserta untuk kepentingannya. Makanya, 14 Pengprov PTMSI yang tidak sepakat melakukan aksi walkout. Jadi saya minta KONI Pusat dan Kemenpora bertindak fair dengan tidak mensahkan hasil Munaslub," kata Kurmin Halim.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak awal, Kurmin Halim yang juga Ketua Pengprov PTMSI Sumsel sudah melihat adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan Munaslub. Yakni, pimpinan sidang Kol Sus (Purn) Irfan tidak membuka secara transparan tentang keabsahan peserta yang hadir.
 
"Pimpinan sidang hanya menyebutkan Munaslub dihadiri 30 Pengprov PTMSI tetapi menolak saat diminta menyebutkan secara rinci. Ini jelas merusak citra dunia olahraga Indonesia yang menjunjung tinggi sportifitas," katanya.
 
Menurut Kurmin, dirinya bersedia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PB PTMSI atas permintaan Pengprov dan keinginan untuk menyatukan dualisme organasi tenis meja Indonesia.
 
"Saya itu maju mencalonkan sebagai Ketua Umum PB PTMSI karena diminta dan berkeinginan memperbaiki tenis meja Indonesia. Perlu diketahui bahwa target saya setelah terpilih adalah mempersatukan dualisme organisasi tenis meja Indonesia. Dualisme inilah yang harus diselesaikan sehingga kita bisa bersama-sama membangun prestasi olahraga tenis meka ke depan," katanya.
 
Ketua Pengprov PTMSI Sulawesi Barat (Sulbar), Azrad mengakui, memang ada rekayasa yang dilakukan dalam Munaslub. Sebagai bukti, dia menyebut AD/ART tentang tata tertib Munaslub yang belum pernah diplenokan.
 
"Saya itu termasuk dalam Tim Tujuh yang menyusun AD/ART tentang tata tertib Munaslub. Tetapi AD/ART itu tidak pernah dibahas dalam rapat pleno," katanya.
 
"Yang lebih parah lagi, tata tertib Munaslub itu kan harus dibacakan dan dikoreksi seluruh peserta. Tapi, semua ini tidak diindahkan malah yang melakukan instruksi disuruh keluar," tambahnya.
 
Dia juga menegaskan bahwa Munaslub PB PTMSI jelas tidak sah. "Munaslub PB PTMSI itu tidak memenuhi kourum. Dengan walkout-nya 14 Pengprov PTMSI sudah jelas syarat Munaslub yang harus dihadiri 2/3 anggota tidak memenuhi kourum. Ini cacat hukum," tegasnya.
 
Ke-14 Pengprov PTMSI yang melakukan aksi walk out yakni Jambi, Sumsel, Aceh, Sumbar, Babel, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulbar, Sulsel, Gorontalo, Papua Barat, Maluku, dan Sulut.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif