Namun, ada cerita panjang di balik sosok yang dijuluki “Big Baby” atau “Bayi Raksasa” tersebut. Liu Yutong bukan pemain yang tiba-tiba muncul di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ia sudah mengenal panggung bola basket Asia sejak masih berusia 14 tahun.
Kini, 11 tahun setelah penampilan pertamanya di ajang junior Asia, Liu kembali tampil di panggung Asia. Bedanya, kali ini ia datang sebagai bagian dari timnas senior Tiongkok.
Pernah Tampil di Medan Saat Berusia 14 Tahun
Nama Liu Yutong mungkin terasa familiar bagi pencinta basket Indonesia. Jauh sebelum tampil di Nagoya, ia pernah datang ke Indonesia untuk memperkuat Tiongkok pada FIBA U16 Women's Asian Championship 2015 di Medan.
Saat itu, usianya baru 14 tahun.
Meski masih sangat muda, Liu sudah mendapat kesempatan bermain dalam seluruh pertandingan Tiongkok. FIBA mencatat ia membukukan rata-rata 9,2 poin dan 5,8 rebound dalam enam pertandingan, dengan waktu bermain kurang dari 13 menit per laga.
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi ketika menghadapi Thailand. Liu mencetak 12 poin dan mengamankan 15 rebound.
Dua tahun kemudian, ia kembali memperkuat Tiongkok di FIBA U16 Women's Asian Championship 2017. Kali ini, perannya semakin besar. Liu membukukan rata-rata 14,3 poin dan 13,5 rebound dalam enam pertandingan.
Medan pun menjadi salah satu titik awal perjalanan panjang Liu menuju level senior.
Dijuluki “Big Baby”
Ada alasan mengapa Liu Yutong memiliki julukan yang terdengar unik, yakni “Big Baby”.
Julukan tersebut terasa pas dengan sosok Liu yang memiliki postur besar dan kekuatan fisik menonjol di lapangan. FISU mencatat para penggemar menyebutnya “Big Baby”, sementara ada pula yang menjulukinya “Female Shaq”.
Di lapangan, Liu memang mengandalkan kekuatan tubuhnya untuk bertarung di area bawah ring.
FIBA mencatat tinggi Liu 1,95 meter. Postur tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain yang menonjol di area paint, terutama ketika harus berduel dalam perebutan bola dan mencari posisi untuk mencetak angka.
Namun, perjalanan Liu tidak hanya dibentuk oleh ukuran tubuhnya.
Dari Bintang Kampus hingga Timnas Senior
Liu berkembang menjadi salah satu pemain menonjol di level universitas sebelum melanjutkan karier ke kompetisi profesional.
Bersama Beijing Normal University, ia membantu tim tersebut meraih tiga gelar juara CUBA secara beruntun pada 2019, 2020, dan 2021. Ia juga pernah meraih penghargaan MVP CUBA pada 2020.
Namanya semakin dikenal ketika memperkuat Tiongkok pada FISU World University Games 2023 di Chengdu. Liu ikut membawa Tiongkok meraih medali emas setelah mengalahkan Jepang 99-91 pada pertandingan final.

Di luar lapangan, Liu juga memiliki sisi lain yang menarik. Ia merupakan mahasiswa doktoral di Beijing Normal University. Julukan “Big Baby” pun akhirnya menjadi bagian dari identitas pemain yang dikenal memiliki perjalanan akademik dan olahraga secara bersamaan.
Mulai Mendapat Tempat di Timnas Senior
Kesempatan Liu untuk memperkuat timnas senior Tiongkok akhirnya datang pada 2026.
Ia menjalani debut bersama timnas senior pada 4 Maret 2026 dalam pertandingan uji coba melawan Brasil di Changsha. Tiongkok menang 74-69 setelah melalui overtime, sementara Liu menyumbang 12 poin.
Dua hari kemudian, Liu kembali menunjukkan kemampuannya. Dalam kemenangan 72-66 atas Brasil, ia menjadi pencetak angka terbanyak Tiongkok dengan 17 poin.
Penampilan tersebut membuat Liu semakin diperhitungkan dalam persaingan sektor center Tiongkok.
Setelah beberapa kali mengikuti pemusatan latihan timnas, kesempatan tampil di ajang besar akhirnya datang melalui Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Liu masuk dalam skuad Tiongkok yang tampil di Nagoya, sementara Han Xu tidak memperkuat tim pada ajang ini karena kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kiprahnya di WNBA.
12 Poin dalam Debut Asian Games
Tiongkok menghadapi Thailand pada pertandingan pertama Grup A Asian Games 2026, Sabtu, 19 September.
Liu dipercaya menjadi starter dan membantu Tiongkok menang telak 111-46. Ia mencetak 12 poin dan menjadi salah satu dari enam pemain Tiongkok yang mengakhiri pertandingan dengan dua digit angka.
Tiongkok sudah unggul 33-14 pada kuarter pertama dan tidak pernah kehilangan kendali pertandingan hingga akhir.
Bagi Liu, pertandingan tersebut menjadi debutnya di Asian Games sekaligus kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi bagian penting dari rotasi timnas senior.
Apalagi, Tiongkok datang ke Asian Games 2026 sebagai juara bertahan. Mereka sebelumnya merebut medali emas pada Asian Games 2018 dan 2022.
Dari Medan ke Nagoya
Ada satu hal yang membuat kisah Liu Yutong terasa berbeda.
Pada 2015, ia datang ke Indonesia sebagai pemain berusia 14 tahun yang baru mulai mencicipi persaingan basket Asia. Sebelas tahun kemudian, ia kembali berada di panggung Asia, tetapi kali ini sebagai pemain timnas senior Tiongkok.
Perjalanan dari Medan ke Nagoya itu menggambarkan panjangnya proses yang harus dilalui seorang atlet.
Liu harus melewati level junior, berkembang di kompetisi universitas, merasakan persaingan profesional, berulang kali mengikuti pemusatan latihan timnas, hingga akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di panggung senior.
Kini, “Big Baby” bukan lagi sekadar pemain muda yang menarik perhatian karena posturnya. Liu Yutong sudah menjadi bagian dari timnas senior Tiongkok dan ikut membawa pengalaman panjangnya ke Asian Games 2026.
Setelah membuka turnamen dengan 12 poin melawan Thailand, tantangan berikutnya sudah menunggu.
Tiongkok akan menghadapi Indonesia pada Senin, 21 September 2026. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Liu untuk kembali menunjukkan kemampuan “Bayi Raksasa” yang perjalanan kariernya ternyata sudah dimulai sejak 11 tahun lalu di Indonesia.
Profil Liu Yutong
Nama: Liu Yutong
Tanggal lahir: 5 Februari 2001
Usia: 25 tahun
Tempat lahir: Harbin, Heilongjiang, Tiongkok
Posisi: Center
Tinggi badan: sekitar 2,01 meter
Perguruan tinggi: Beijing Normal University
Klub: Shanghai Swordfish
Nomor punggung: 23
Julukan: Big Baby, Female Shaq
Prestasi: Tiga kali juara CUBA, MVP CUBA 2020, dua kali All-Star WCBA
Debut timnas senior: 4 Maret 2026 vs Brasil
Debut Asian Games: Asian Games Aichi-Nagoya 2026