“Buat sekarang bonusnya mungkin lebih untuk ke keluarga sih. Ke keluarga dan investasi buat masa depan,” ungkap pria yang karib disapa Robby ini.
Malahan menurut pria 19 tahun ini, ibu dan ayahnya adalah sosok pahlawan yang tidak akan tergantikan. Khususnya dalam pencapaiannya pada titik saat ini, dalam meraih medali emas di ajang pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara.
“Karena mereka, saya bisa sampai di titik pencapaian sekarang. Serta banyak juga sosok lain di belakang mereka seperti pelatih, teman, dan orang-orang terdekat saya, semua menjadi sosok pahlawan juga," ujar Robby.
Baca juga: Pengurus Provinsi Federasi Nasional PORDASI Berkuda Memanah Resmi Dilantik, Siap Majukan Prestasi Daerah
Kepada Pemerintah, peraih medali perunggu dalam International Federation of Sport Climbing (IFSC) Youth Asian Championship 2025 di Tiongkok ini menyampaikan terima kasih atas bonus yang telah diberikan. Menurut Robby, bonus ini sangat berarti untuk para atlet.“Harapannya semoga lebih baik lagi dalam menunjang kebutuhan dan prestasi atlet-atlet kita. Saya merasa senang bisa berada di sini. Terima kasih atas bonus yang diberikan, dan terima kasih telah mendukung kami,” tuturnya.
Diketahui, atlet asal Jakarta ini beradu kecepatan dengan sesama atlet Indonesia, Alfian Muhammad Fajri dan atlet Thailand Aphiwit Limpanichpakdee di final speed klasik panjat tebing putra SEA Games 2025. Dalam pertarungan tersebut, Robby mencatatkan waktu tercepat yaitu 4,83 detik untuk memastikan medali emas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News