Kegiatan yang digelar Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan The Pokémon Company tersebut menjadi bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya Seri 1 musim 2026–2027.
Para peserta berusia 10–13 tahun dan berasal dari Jakarta, Tangerang, serta Bekasi. Mereka merupakan peserta MilkLife Soccer Extra Training yang dipersiapkan untuk tampil di MilkLife Soccer Challenge All-Stars tahun depan.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena peserta tidak hanya mendapatkan materi teknik dan koordinasi fisik, tetapi juga bisa berlatih serta bermain bersama dua mantan pemain tim nasional putri Jepang yang menjadi bagian dari skuad juara Piala Dunia Wanita FIFA 2011.
Belajar Langsung dari Dua Legenda Jepang
Dalam opening ceremony, President Director Djarum Foundation Victor Rachmat Hartono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kolaborasi tersebut.
Ia juga menyambut kehadiran Mana Iwabuchi, Aya Miyama, Susumu Fukunaga dari The Pokémon Company, serta karakter Pikachu yang turut memeriahkan kegiatan.
Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan kehadiran Iwabuchi dan Miyama menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan pemain sepak bola putri sejak usia dini.
Menurut Teddy, kedua mantan pemain timnas Jepang tersebut dihadirkan sebagai role model bagi para peserta. Perjalanan karier keduanya diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa latihan sepak bola yang dilakukan secara konsisten sejak usia muda dapat membuka jalan menuju prestasi di level internasional.
“Dengan kehadiran keduanya, kami ingin memberikan bukti nyata bahwa dari kegiatan sepak bola yang mereka lakukan dari kecil bisa membuahkan prestasi yang luar biasa pada saat mereka dewasa,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, pengalaman Iwabuchi dan Miyama yang pernah meraih prestasi di Piala Dunia Wanita dan Olimpiade dapat menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda yang sedang meniti perjalanan di dunia sepak bola.
Sementara itu, Corporate Officer The Pokémon Company Susumu Fukunaga mengatakan keterlibatan Pokémon tidak hanya bertujuan menghadirkan pengalaman baru bagi peserta. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk menciptakan ruang olahraga yang menyenangkan dan inklusif.
Fukunaga berharap para peserta dapat terus berkembang dan suatu hari mampu tampil di panggung sepak bola dunia.
Dari Ball Touch hingga Simulasi Pertandingan
Coaching clinic berlangsung selama sekitar 90 menit. Sesi diawali dengan opening dan pemanasan sebelum peserta masuk ke latihan teknik dasar dan koordinasi fisik.
Berbagai drill diberikan kepada para pemain muda, mulai dari ball touch, juggling, gerakan mengecoh, step work, hingga teknik yang dapat digunakan dalam situasi pertandingan.
Setelah memperoleh materi teknik, para peserta langsung mengaplikasikannya melalui simulasi pertandingan.
Mereka dibagi menjadi delapan tim dan bermain di empat lapangan secara bersamaan. Format pertandingan disesuaikan dengan jumlah pemain, sementara Iwabuchi dan Miyama turut bergabung dalam setiap rotasi pertandingan.
Dengan format tersebut, peserta tidak sekadar mendengarkan instruksi, tetapi juga memperoleh pengalaman bermain langsung bersama pemain yang pernah berada di level tertinggi sepak bola putri dunia.
Mana Iwabuchi Tekankan Pentingnya Penguasaan Bola
Mana Iwabuchi memberikan perhatian khusus pada kemampuan dasar yang menjadi fondasi permainan sepak bola.
Mantan pemain Arsenal Women tersebut menilai kontrol bola dan akurasi tembakan merupakan kemampuan yang harus terus diasah pemain sejak usia dini.
“Dalam sesi kali ini, saya fokus mengajarkan teknik dasar seperti kontrol bola yang presisi dan akurasi tembakan, karena itu adalah kunci utama seorang pesepak bola di level mana pun,” kata Iwabuchi.
Ia juga mengaku melihat antusiasme besar dari para peserta selama mengikuti latihan.
Menurut Iwabuchi, kebiasaan berinteraksi dengan bola sejak kecil menjadi salah satu hal penting dalam proses perkembangan seorang pemain.
“Saya sejak kecil setiap hari memegang bola. Saya main bola, maka dari itu saya bisa sampai di posisi seperti sekarang,” ujarnya.
Aya Miyama: Lingkungan Juga Berperan Penting
Sementara itu, Aya Miyama menyoroti pentingnya lingkungan yang mendukung perkembangan pemain muda.
Mantan kapten timnas putri Jepang tersebut menilai kemampuan teknis bukan satu-satunya faktor yang membentuk seorang pesepak bola. Pemain muda juga membutuhkan lingkungan yang memberikan kesempatan untuk terus berlatih, bertanding, belajar dari kesalahan, dan berkembang secara konsisten.

Miyama mengatakan dirinya beruntung pernah tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karier sepak bolanya.
“Secara skill, saya melihat para peserta bisa sangat berkembang ke depannya. Saya pribadi beruntung dapat bermain bola di lingkungan yang sangat support perkembangan saya,” kata Miyama.
Ia juga menilai keberadaan kompetisi dan program pembinaan yang berkesinambungan dapat membantu menciptakan ekosistem sepak bola putri yang lebih kuat di Indonesia.
“Dengan adanya acara ini, Indonesia bisa punya timnas yang kuat ke depannya. Jepang membutuhkan 30 tahun untuk menjadi nomor satu di dunia dan mungkin Indonesia bisa lebih cepat daripada itu,” ujarnya.
Pengalaman yang Menambah Motivasi Pemain Muda
Bagi peserta, coaching clinic tersebut bukan sekadar sesi latihan.
Zavinna Latisya Istiana, siswi SDN Cilangkap 01 Pagi, mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan berlatih langsung bersama Iwabuchi dan Miyama.
Menurutnya, para peserta mendapatkan pelajaran mengenai teknik dasar sekaligus kerja sama dan komunikasi di lapangan.
“Senang dan bangga sekali bisa main langsung sama pemain legendaris dari Jepang. Kami bisa mendapat pengalaman baru, bisa dapat ilmu baru dari mereka,” ucap Zavinna.
Kembaran Zavinna, Zivanna Talitha Istiana, juga mengaku semakin termotivasi untuk mengejar cita-citanya menjadi pesepak bola profesional.
Ia menilai kemampuan passing, shooting, dan kontrol bola yang diperlihatkan Iwabuchi serta Miyama menjadi pelajaran penting yang bisa diterapkan dalam latihan sehari-hari.
“Mereka meminta kami untuk jangan mudah menyerah dan terus bersemangat jika mau menjadi pemain sepak bola profesional,” kata Zivanna.
Ia pun berharap dapat terus berkembang dan suatu hari bisa membela Timnas Indonesia.
Kolaborasi MilkLife Soccer Challenge dan Pokémon bersama Mana Iwabuchi serta Aya Miyama pun menjadi bagian dari pengalaman pembinaan yang mempertemukan talenta muda Indonesia dengan pengalaman sepak bola putri Jepang.
Bagi 74 peserta yang mengikuti coaching clinic, kesempatan tersebut bukan hanya tentang belajar teknik di lapangan, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai proses panjang yang dibutuhkan untuk berkembang dari pemain usia dini menuju level profesional.