Kontingen Indonesia di upacara pembukaan SEA Games 2021.  (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/YU)
Kontingen Indonesia di upacara pembukaan SEA Games 2021. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/YU)

SEA Games 2021

Kontingen Indonesia Kesulitan Cari Makanan Halal di Vietnam

Olahraga SEA Games 2021 Hanoi
Kautsar Halim • 14 Mei 2022 10:00
Jakarta: Sejumlah ofisial kontingen Indonesia dari berbagai cabor mengeluhkan tentang sulitnya mencari makanan halal di ajang SEA Games ke-31 yang sedang bergulir di Vietnam. Salah satunya dirasakan oleh tim kickboxing Indonesia.
 
Manajer tim kickboxing Indonesia, Neneng Nurosi Nurasjati, menjelaskan bahwa pihaknya ekstra selektif agar tidak mengonsumsi makanan nonhalal karena hotel tempat dia tinggal tidak membedakan makanan halal dan tidak.
 
"Baru dua hari lalu ada space untuk muslim, tapi itu pun hanya sedikit, dan seperti tidak ada pilihan," kata Rossi seperti dilansir Antara sambil menambahkan bahwa tim kickboxing Indonesia telah tiba di Vietnam sejak 4 Mei lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situasi ini, lanjut Rossi, cukup berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya pada SEA Games 2019 Filipina yang mana  pihak hotel sudah membedakan area wilayah makanan yang dapat dimakan oleh muslim dan nonmuslim.
 
"Saya sudah menyampaikan kepada LO, LO kan menyampaikan kepada Organizing Committee di sini. Organizing Committee kan pastinya langsung ke hotel, cuman saya tidak tahu kalau di hotel kok bisa lambat," ujar Rossi yang mengenakan hijab.
 
Alhasil, Rossi mengatakan bahwa dirinya dan anggota tim yang muslim (tiga atlet dan satu pelatih) memilih makanan yang pasti halal, seperti salad dan buah, serta telur rebus sebagai sumber protein. tutur Rossi. 
 
"Saya juga selektif buat yang digoreng-goreng, masih tanya ini pakai minyak babi atau enggak. Tapi kebetulan saya juga bawa makanan dari Indonesia, bawa abon, itu saja," tutur Rossi. 
 
Meski begitu, keterbatasan makanan halal tidak mengganggu performa tim kickboxing yang baru saja menuntaskan seluruh pertandingannya dengan sumbangan dua emas, satu perak dan satu perunggu.
 
"Sama sekali tidak mengganggu, kebetulan yang nasrani juga banyak. Selain itu, mereka juga tidak bisa banyak makan karena kondisi setiap hari itu harus timbang berat badan," kata Rossi.
 
"Makanan yang cukup juga masih ada yang halal, cuman memang lagi-lagi harus selektif," ujarnya menambahkan.
 
Kondisi serupa juga dirasakan oleh timnas futsal Indonesia yang tinggal di provinsi Ha Nam yang jaraknya sekitar satu jam dari pusat kota Hanoi. Iin Nurindra selaku ofisial timnas futsal mengatakan bahwa semua makanan di hotel tempatnya menginap digabung dalam satu meja buffet.
 
"Malaysia komplain, besoknya dipisah. Sehari masih ada meja terpisah walaupun menunya jadi minoritas, misalnya cuman bakmi goreng, nasi sama ayam goreng," kata Iin.
 
"Mungkin mereka agak bingung, halal itu bagaimana, agak susah ya kalau bercerita halal sebenarnya, akhirnya kita bilang, pokoknya ayam, jangan pork," tambahnya.
 
Iin juga mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak mempengaruhi para atlet timnas futsal, "Karena kita masih punya pertandingan yang harus kita pikirkan," pungkas dia. (ANT)
 
(KAH)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif