Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri (kiri) menyerahkan tongkat estafet kepada Eko Rimbawan pada Final Lari Estafet 4X100 meter Putra Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (30/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Afriadi Hikmal)
Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri (kiri) menyerahkan tongkat estafet kepada Eko Rimbawan pada Final Lari Estafet 4X100 meter Putra Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (30/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Afriadi Hikmal)

Terpilih sebagai Pelatih Terbaik Asia, Eni Bertekad Loloskan Atlet Indonesia ke Olimpiade

Olahraga atletik
Kautsar Halim • 21 April 2019 15:59
Doha: Setelah dinobatkan sebagai pelatih terbaik Asia, pelatih lari jarak pendek pelatnas PB PASI, Eni Nuraeni, mengaku kian termotivasi untuk meloloskan anak asuhnya untuk lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.
 
"Saya berterima kasih kepada AAA (Asosisasi Atletik Asia) atas apresiasinya dan penghargaan ini memicu saya untuk berbuat lebih baik lagi," kata Eni dalam rilis dari PB PASI yang dilansir dari Antara, Minggu 21 April.
 
Menurut Eni sambil melihat peta persaingan, peluang paling besar atlet atletik Indonesia lolos ke Olimpiade adalah lewat tim estafet 4x100 meter putra. Sebab pada nomor ini, Indonesia bisa meraih medali perak Asian Games 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapan saya, tim estafet (4x100 meter putra) kita bisa lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo," ujar Eni di acara Gala Dinner usai menerima penghargaan pelatih terbaik Asia di Doha, Qatar, Sabtu 20 April malam waktu setempat.

Klik:Honda Belum Bisa Identifikasi Kendala Motor Lorenzo


Selain pada nomor estafet, Eni juga menaruh harapan tinggi kepada Lalu Muhamad Zohri. Menurut dia, Zohri memiliki bakat dan karakter yang baik untuk mengukir prestasi di masa mendatang. Apalagi, usia Zohri jua masih sangat muda.
 
Eni Nuraeni meraih penghargaan bergengsi dari Asosisasi Atletik Asia (AAA) karena dianggap sebagai salah satu sosok paling berdedikasi terhadap perkembangan atletik Indonesia.
Tahun lalu, Eni membuat tim estafet putra meraih perak Asian Games dan Zohri menjuarai nomor sprint 100 meter putra Kejuaraan Dunia U-20.

Klik:Diwarnai Kericuhan, 76ers Perbesar Keunggulan atas Nets


Sebelumnya, Eni juga menempa sprinter Suryo Agung Wibowo yang dikenal sebagai manusia tercepat se Asia Tenggara karena dua kali memecahkan rekor lari 100 m putra SEA Games. 10,17 detik yang merupakan waktu terbaiknya, belum terkalahkan hingga kini.
 
Eni sudah menjadi pelatih atletik sejak 1985 atau 34 tahun silam. Meski begitu, dia sendiri memiliki latar belakang sebagai atlet renang berprestasi yang pernah menyabet perak (nomor ganti perorangan) dan perunggu (nomor estafet gaya bebas) Asian Games 1962.
 
Eni yang kini berusia 72 tahun terjun ke atletik karena mengikuti jejak sang suami Sumartoyo Martodihardjo. Namun untuk menjadi pelatih, dia sempat mengambil kursus kepelatihan IAAF hingga level 2. Terkini, PASI mempercayakan Eni untuk membesut semua sprinter putra maupun putri Indonesia. (ANT)
 

 

(KAU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif