Jakarta: Petenis putri ranking dua dunia Aryna Sabalenka berhasil menaklukkan Iga Swiatek dengan skor 6-3, 3-6, 6-3 pada final Madrid Open 2023 di Manzanares Park Tennis Center, Sabtu 6 Mei waktu setempat. Ini merupakan gelar kedua Sabalenka di Madrid Open yang sebelumnya dia sabet pada edisi 2021.
Sabalenka yang berasal dari Belarus, artinya juga sukses balas dendam dari Swiatek yang mengalahkannya di final Stuttgart pada dua pekan lalu. Selain itu, Sabalenka telah mengakhir rentetan sembilan kemenangan beruntun Swiatek yang tengah bersiap mempertahankan gelar French Open.
Swiatek, pemenang dua kali di Roland Garros berjuang untuk kembali fokus ke pertandingan setelah awal yang agresif dari Sabalenka. Namun, unggulan kedua itu bangkit dengan kuat pada set ketiga untuk memenangi final WTA 1000 pertama yang menampilkan dua petenis peringkat teratas sejak 2014.
Sabalenka meraih gelar ke-13 dalam kariernya, dan gelar keduanya di lapangan tanah liat dalam waktu dua jam 25 menit. Menanggapi itu, Sabalenka mengaku senang bisa menaklukkan Swiatek.
"Saya sangat senang dengan kemenangan ini, terutama melawan Iga di lapangan tanah liat. Sebab, selalu menjadi pertandingan yang sulit ketika melawannya," kata Sabalenka seperti dilansir Antara dari AFP, Minggu (7/5/2023).
Swiatek yang berstatus sebagai petenis ranking satu dunia memulai laga dengan intensitas tinggi dalam servis dan forehand-nya. Sabalenka mendapatkan dua break point, tetapi Swiatek terlalu kuat sehingga kedudukan bertahan 3-3.
Dia melakukan hal yang sama lagi saat servis Swiatek berikutnya untuk mendapatkan break dengan memimpin 5-3. Sabalenka akhirnya berhasil merebut set pertama untuk pertama kalinya dalam laga kontra Swiatek, setelah kalah dalam dua set dalam tiga pertandingan tanah liat sebelumnya.
Swiatek yang gagal mendapatkan break point pada set pembuka mengonversi angka untuk memimpin 2-0 pada set kedua. Petenis putri Polandia itu berusaha bangkit untuk menunjukkan kehebatannya di lapangan tanah liat.
Namun saat tertinggal 1-3, Sabalenka yang tak henti-hentinya mendapatkan empat break point, kembali melakukan servis dengan keras. Beruntung, Swiatek mampu menyelamatkan dua break point untuk bertahan.
Swiatek menunjukkan permainan defensif yang baik saat mematahkan servis Sabalenka untuk membuat kedudukan menjadi 5-3. Setelah itu, dia melancarkan servis untuk memaksa dimainkannya set ketiga.
Sabalenka melakukan break untuk unggul 2-0 ketika memainkna set ketiga. Swiatek membalas, tetapi Sabalenka melakukan lagi untuk memimpin 5-3 hingga akhirnya menang.
"Selamat Aryna untuk pertandingan yang luar biasa. Anda bermain tenis dengan intens dan setiap pertandingan adalah tantangan. Jadi selamat, Anda pantas mendapatkannya," kata Swiatek.
Meski menerima kekalahan dari Sabalenka, Swiatek tetap menyoroti jadwal penyelenggaraan turnamen yang membuatnya harus menjalani pertandingan hingga larut malam dalam sepekan terakhir. Bahkan beberapa di antaranya harus selesai pada dini hari.
"Tidak menyenangkan bermain jam 1 pagi. Meski begitu, saya senang bisa melewati pengalaman ini dan bertahan untuk sampai ke final," ujar Swiatek. (ANT)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan