Peristiwa bermula saat petinju DKI, Jil Mandagi menghadapi perwakilan NTT, Luki Mira Agusto Hari dalam pertandingan tinju cabor nomor 52-56 kg putra. Pada laga itu, Luki keluar sebagai pemenang.
Tak terima dengan hasil, Jil mengajukan protes keras kepada wasit. Kemudian, ia membanting pintu dan memukul spanduk pembatas.
Aksi tersebut lantas memicu emosi relawan yang bertugas mengamankan jalannya pertandingan. Hingga akhirnya, mereka mengejar Jil. Baku hantam antara relawan dan Jil pun terjadi.
Klik video di sini
Kericuhan terekam dalam video dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, Jil sempat terkena beberapa pukulan dari salah satu relawan. Namun, Jil mencoba membalas sebelum akhirnya dilerai petugas keamanan.
Sejumlah aparat kepolisian dan TNI langsung turun tangan dan berhasil memisahkan pertikaian tersebut. Menurut laporan, pihak Jil dan relawan sudah berdamai di kantor polisi.
Kejadian ini pun mendapat perhatian dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Ia berjanji akan melakukan evaluasi dan melakukan pembinaan terhadap Jil jika terbukti bersalah.
"Ya itu sedang kami pelajari, nanti dicek. Tentu ini harus dibimbing, diedukasi," kata Riza di sela-sela peresmian rumah literasi Jakarta di Jakarta Selatan dikutip dari Antara, Sabtu, 9 Oktober 2021.
"Dan kalau memang terbukti bersalah nanti akan ada pembinaan, evaluasi dari Dispora," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News