Ketua KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung. (Medcom.id/Amal)
Ketua KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung. (Medcom.id/Amal)

Atlet Senam Dipulangkan, KONI Jatim Sebut Sistem Pelatnas Buruk

Olahraga SEA Games 2019 Filipina
Amaluddin • 03 Desember 2019 13:09
Surabaya: Ketua KONI Jawa Timur, Erlangga Satriagung, menyebut sistem Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) belum bagus. Itu dikatakannya karena terdapat atlet senam asal Kediri
Shalfa Avrila dipulangkan dari SEA Games 2019 karena alasan indisipliner dan tidak perawan.
 
"Kalau memang indisipliner, misalnya karena sering pulang malam, artinya manajeman Pelatnas belum sempurna. Karena tanggung jawab ini dikelola Pelatnas. Kok bisa, atlet pulang malam?," kata Erlangga, di Surabaya, Selasa (3/12/2019).
 
Seharusnya, kata Erlangga, Pelatnas menerapkan sistem dan aturan ketat terhadap para atlet yang sedang dilatih. Misalnya jam pulang ke asrama, harus dibatasi maksimal pukul 21.30 WIB atlet sudah masuk kamar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya akan usul ke Menpora untuk menyempurnakan sistem Pelatnas. Kalau sistemnya sudah ada, artinya tinggal bagaimana pengawasannya," ujar dia.
 
Erlangga mengaku telah berkoordinasi dengan DPRD Jatim terkait usulannya agar Menpora membenahi sistem Pelatnas. Usulan itu akan disampaikan sesegera mungkin
 
"Dalam waktu dekat ini, KONI bersama Dewan Jatim akan usul ke Menpora. Intinya jangan sampai pelatnas ini, yang dikelola satu tim masing-masing Cabang Olahraga (Cabor) tapi pada kenyataannya merugikan atlet daerah, dengan cara yang tidak objektif," ujarnya.
 
Berkaitan dengan masalah pemulangan Shalfa, Erlangga dengan tegas mendesak pelatih senam Pelatnas meminta maaf langsung kepada Shalfa. Menurutnya, apa yang dilakukan pelatih itu memang salah.
 
"Kami meminta pelatih bersangkutan untuk meminta maaf, karena memang salah kok. Kalau salah, harus minta maaf. Cuman sekarang ini pelatihnya masih di SEA Games Filipina," katanya.
 
Erlangga mengatakan, surat PB Persatuan Senam Indonesia (Persani) menggantikan Shalfa dengan atlet lain dari Jawa Tengah, yang dia ketahui keluar pada 19 November lalu. Hanya saja dia perlu memastikan detail isi surat itu.
 
Erlangga juga memastikan, tim psikolog Pelatda akan mendampingi Shalfa yang dikabarkan mentalnya terpukul apabila sudah kembali ke Tanah Air. Kalau sudah siap berlatih, Erlangga akan memberikan keleluasaan bagi Shalfa.
 
"Dia mau latihan di mana?. Kalau di Kediri, ya nanti kami carikan pelatih yang spesialisasinya senam artistik. Dengan ketemu Bu Gubernur tadi Alhamdulillah, Shalfa ada semangat baru," ujarnya.
 

 

(KAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif